webnovel
nafas saling bersahutan

nafas saling bersahutan

Antara Dua Nafas

Antara Dua Nafas

Arissa bukan gadis yang lemah—dia hanya terlalu lama memendam. Di luar, dia kelihatan tenang. Teratur. Seolah hidupnya tidak pernah goyah. Tapi di dalam, Arissa menyimpan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Kehilangan, harapan yang tak menjadi, dan ketakutan untuk memilih… semuanya membentuk dirinya menjadi seseorang yang berhati-hati dengan perasaan sendiri. Kemunculan Rayyan dan Danish Bukan sekadar membawa cinta—mereka membuka semula bahagian hati Arissa yang selama ini dia kunci rapat. Dengan Rayyan, Aina rasa difahami tanpa perlu menjelaskan. Dia tidak perlu menjadi sesiapa—cukup menjadi dirinya sendiri. Tapi hubungan itu terlalu sunyi, terlalu banyak yang tidak terucap… hingga Arissa sendiri keliru sama ada itu cinta atau sekadar kebiasaan. Dengan Danish pula, Arissa belajar tentang keberanian. Tentang dilihat, dipilih, dan dihargai secara nyata. Namun, cinta itu datang dengan tekanan—memaksa Arissa berdepan dengan keputusan yang selama ini dia elakkan. Di antara dua lelaki itu, sebenarnya Arissa sedang berperang dengan dirinya sendiri. Dia takut membuat pilihan. Takut kehilangan. Dan paling dalam—takut jika dia memilih… dan akhirnya tetap tidak bahagia. “Kalau aku pilih salah satu… adakah aku akan kehilangan diri aku sendiri?” Perjalanan Arissa bukan tentang memilih siapa yang lebih layak. Tetapi tentang memahami apa yang sebenarnya dia perlukan. Dan dalam proses itu, Arissa akan sedar— kadangkala, keputusan paling sukar bukan memilih antara dua orang… tetapi berani memilih dirinya sendiri.
Remaja
42 Chs
Cinta Yang Saling Menyakiti

Cinta Yang Saling Menyakiti

"Dasar gadis jelek! Kamu pikir aku akan tersentuh dengan tindakanmu hari ini? Tidak! Aku, Zico Latuharhary Alexander tidak kekurangan gadis cantik! Dibandingkan dengan kamu, aku lebih memilih jalan bersama wanita malam. Penampilan mereka lebih baik daripada kamu! Sebaiknya kamu ngaca dan lihat dirimu sekarang! Jelek, bau badan, kutu buku, jerawatan, dan miskin lagi! Siapa yang mau menikah dengan kamu? Dasar gadis gila!" Ia menghina gadis itu didepan semua orang. Ia melepaskan cengkramannya dari rambut gadis itu. Sebelum dia pergi, ia meludahi gadis itu. Pemuda itu pergi tanpa meminta maaf. Semua orang menertawakan keadaan gadis itu. Gadis itu bangun dan pergi dari kerumunan sambil menangis. Kenangan pahit itu selalu membekas dihati Angelina. Ia tidak bisa melupakan penghinaan yang diberikan oleh pemuda itu selama sepuluh tahun terakhir. Angelina Faraditha Anand, sepuluh tahun yang lalu dia dikenal sebagai gadis cupu dan kutu buku. Namun, sepuluh tahun kemudian ia menjadi gadis cantik yang di sukai banyak pemuda. Takdir mempertemukan mereka kembali. Angelina tanpa sengaja bertemu dengan Zico ditaman Ritan Gongyuan saat ia sedang piknik bersama sahabatnya. Mereka bekerja diperusahaan yang sama. Zico, tuan muda dari keluarga Alexander. Seorang pemuda yang di idam-idamkan oleh semua wanita di Beijing. Ia mempunyai karakter yang tegas, adil, dan kejam. Mereka sering bertengkar namun berkat pertengkaran itu hubungan mereka menjadi lebih dekat. Benih-benih cinta mulai muncul dan mekar dihati mereka. Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi. Mantan Zico , Nathalia Smith hadir ditengah-tengah mereka. Ia terus membuat keributan untuk memisahkan mereka berdua. Nathalia berkomplot dengan seseorang untuk membuat hidup Angelina hancur dan membuatnya membenci Zico untuk selamanya. Siapa sosok yang akan membantu Nathalia dalam menjalankan rencananya? Apakah Angelina mampu melewati rintangan yang akan datang? Seberapa kuat cinta antara Angelina dan Zico? Pantengin terus CYSM dan jangan bosan-bosan untuk berkomentar. terimakasih untuk dukungan kalian
Perkotaan
23 Chs
Istana Nafas Malam

Istana Nafas Malam

Malam menggigil di bawah cahaya bulan yang seolah meneteskan darah ke bumi. Angin membawa aroma asing—campuran bunga mawar hitam dan tanah basah setelah hujan. Seorang lelaki muda terbangun di dalam ruangan yang bukan miliknya. Atapnya menjulang tinggi, dihiasi ukiran emas yang berkilauan samar. Tirai sutra hitam melambai-lambai, seakan menari bersama bayangan. Lantai marmer dingin berkilat seperti permukaan danau yang membekukan. Ia menatap kedua telapak tangannya—bersih, tanpa luka, tetapi jiwanya terasa compang-camping. “Di mana ini…?” suaranya pecah, tak lebih dari bisikan. Pintu besar berukir naga perlahan terbuka. Dari balik kegelapan, seorang wanita masuk, langkahnya lirih namun penuh keyakinan. Rambut hitamnya panjang, bergelombang hingga menyentuh pinggang. Matanya—seperti lautan gelap yang menelan segalanya—menatapnya lekat-lekat. “Selamat datang di Istana Nafas Malam,” ucapnya, lembut namun menusuk. “Tempat di mana mimpi dan dosa menari dalam satu tarikan napas.” Lelaki itu tercekat. Nafasnya berat, seakan ruangan menutup semua jalan keluar. Wanita itu mendekat, aroma tubuhnya samar namun mengguncang. Bibirnya tersungging senyum tipis—sebuah senyum yang tak bisa dibaca: antara kasih, goda, atau jerat. Jemarinya yang lentik menyentuh pipinya, membuat jantungnya berdebar tak beraturan. “Siapa kau…?” suaranya bergetar. Wanita itu tidak langsung menjawab. Ia menunduk sedikit, bibirnya nyaris menyentuh telinga sang lelaki, lalu berbisik: “Aku adalah awal dan akhir dari semua hasratmu.” Detik itu, waktu seakan berhenti. Suara langkah lain terdengar, dari berbagai penjuru ruangan. Tirai terbuka, memperlihatkan tiga sosok wanita lain—masing-masing dengan pesona berbeda: satu berambut merah menyala, satu berkulit pucat seperti bulan, dan satu lagi bermata emas seperti matahari senja. Mereka berjalan melingkari lelaki itu, seakan singa betina yang mengintai mangsanya. Nafasnya tercekat; ia ingin lari, tapi tubuhnya seakan terikat oleh pandangan mereka. “Kenapa aku di sini?” tanyanya, hampir putus asa. Wanita bermata lautan gelap tersenyum lagi. “Karena hatimu kosong. Karena tubuhmu mencari sesuatu yang tak pernah kau temukan. Karena jiwamu haus akan bara.” Keheningan merambat, hanya terdengar bunyi napas—panas, dekat, menyesakkan. Wanita berambut merah menyentuh dadanya, tepat di atas jantung. “Berdebar,” gumamnya. “Seperti kuda liar yang menolak dijinakkan.” Wanita bermata emas menyisir rambutnya pelan dengan jemari. “Hangat,” bisiknya. “Seperti bara yang menunggu untuk ditiup.” Dan wanita berkulit pucat menempelkan wajahnya ke bahunya, membisikkan sesuatu yang membuat darahnya berhenti mengalir sejenak: “Kau… milik kami.” Lelaki itu terhuyung. Ia tak tahu apa yang menantinya di istana ini. Ia hanya tahu, malam itu akan menjadi awal dari sebuah perjalanan—perjalanan di mana cinta, nafsu, dan luka saling menelan satu sama lain. Bulan di langit berwarna merah pekat. Nafasnya terkunci di tenggorokan. Ia pun sadar: apa pun yang menunggu, ia takkan bisa kembali lagi menjadi dirinya yang dulu. Malam itu, bara pertama menyala.
Fantasi
3 Chs
What are the best saling novels recently?
Well, 'The Girl on the Train' has been among the best saling novels. It's a psychological thriller that keeps readers on the edge of their seats. The unreliable narrator adds to the intrigue as the story unfolds. Also, 'Big Little Lies' is quite popular. It delves into the lives of a group of women, exploring their secrets, lies, and the complex relationships among them.
1 answer
2024-12-05 03:03
What are some of the best saling novels in recent years?
Another great best - saling novel is 'The Girl on the Train'. It's a psychological thriller that keeps readers on the edge of their seats. The unreliable narrator and the twists and turns in the plot make it a page - turner, and it has sold a large number of copies due to its gripping story.
1 answer
2024-11-30 18:13
How can I find the best saling novels easily?
Goodreads is a great platform too. It has user - generated lists of best - saling novels. You can see what books are highly rated and have a large number of readers, which is often an indication of good sales. Additionally, libraries sometimes highlight popular books, which could be among the best - saling novels.
1 answer
2024-11-29 05:23
Can you name some best saling novels of all time?
Sure. 'Pride and Prejudice' is one of the all - time best saling novels. It's a love story with complex characters like Elizabeth Bennet and Mr. Darcy. The social commentary in the novel also makes it very interesting. Another is '1984' which is a dystopian classic that warns about totalitarianism and the loss of privacy and freedom.
2 answers
2024-12-04 21:48
What are the journals with an impact factor greater than eight?
The following are some journals with an impact factor greater than eight: - Advanced Pharmaceutical Materials: 2022 impact factor of 10.0. - <<< J > of Pharmaceutical Analysis >>: impact factor 8.8. - Bioactive Materials: The latest impact factor is 14.593. - [Bio Materials]: 2018 impact factor: 10.273. <a href="/?from=ask_words" style="color:red" target="_blank">Read more exciting novels for free</a>
1 answer
2026-10-09 21:19
founder of Xi tea
The founder of Xi Tea was Nie Yunchen, born in Jiangxi in 1991. He started his business after graduating from college, starting with a mobile phone store. Later, in 2012, he used the 200,000 yuan he earned from opening the mobile phone store to open a tea shop called Royal Tea (the predecessor of Happy Tea). In 2016, he re-registered the trademark, renamed Royal Tea as Xi Tea, and obtained 100 million yuan in financing. After that, Xi Tea gradually expanded nationwide and went overseas. The original novel of the same name,"Ninefold Purple," had an equally exciting plot. Everyone could click on the link below to read the original novel.
1 answer
2026-10-09 21:19
Ke Jin's History
Ke Jin (1715 - 1786), named Zeng Xiu, also known as Chunqian, was born in Kezhuang, Shiyan, Chengui Town, Daye, Hubei Province (today's official hall). He was named Shi Wei, also known as the clumsy old man. When he was born, it was like a bolt from the blue, so he took the baby name "Xiang". He was smart when he was young, but his family was poor but he was determined. He studied hard at Tiantai Mountain Academy. In his early years, Ke Jin was a Linsheng of Wuchang Prefecture. In 1750 (Gengwu of Qianlong), he became the chief of the classics. In 1754 (Jiaxu of Qianlong), he was one of the four scholars of the Qing Dynasty in Hubei Province. He once served as a scholar of good fortune in the Imperial Academy. In 1760 (Gengchen), he was appointed as an editor of the Imperial Academy after staying in the academy. In 1766 (Bingxu), he was promoted to Youchun Square Youzan of Zhan Shi Fu. In 1767 (Dinghai), he was appointed as an attendant of the Imperial Academy. In 1768 (Wuzi), he was appointed as the chief examiner of Guangdong Province. In 1770 (Gengyin), he was appointed as the chief examiner of Shanxi Province. In 1773 (Guisi), he was in charge of the supervision of Guangdong Province. In 1775 (Yiwei), he was transferred to the military division. He was once sent by the imperial envoy to inspect the water transport affairs of Huaiyang and Tongzhou. He served as the governor of seven provinces in the Ducha Yuan, and the military gate of eight provinces was in charge of civil and military affairs. He was granted the title of Zhongxian Doctor, Minister of Revenue and Military Division. In 1784 (Emperor Qianlong's Jiachen), he went to Beijing to introduce him. He was ordered to resume his military division and increase his rank in the matter. He was ordered to patrol the Southern City Ducha Yuan and manage civil and military officials, soldiers and civilians. He died on the 20th day of the first month of 1786 (Bingwu of Qianlong) at the age of 71. He was ordered to be buried in the teacher's temple. In 1833 (13th year of Daoguang), he was moved to the drum pier. Ke Jin performed well in the Qing Dynasty officialdom. His clean and honest official style was praised and respected in his hometown. He took care of the people in his hometown through the court affairs, abolished the Jiangxi customs, and promoted economic exchanges between Hubei and Jiangxi. Ke Jin not only had achievements in officialdom, but also had a certain influence in culture and other aspects. He was regarded as a model figure with special significance by later generations. The original novel of the TV series "The Unique Empress of Generals" was called "The Rebirth of the Poisonous Empress of Generals." The original plot was equally exciting. You can click on the link below to read the original novel.
1 answer
2026-10-09 21:18
White Dragon King of the Dragon Clan
In the novels related to " Dragon Clan," although the White King was second only to the Dark King, it was eventually destroyed by the Dark King. Herzog, who inherited the White King's bloodline, was defeated by Lu Mingfei after the transaction. There was no direct and detailed description of the White Dragon King, but there were settings related to the White Dragon King in other works. For example, in the " Douluo Continent " series, the White Dragon King was the leader of the White Dragon Clan, and also one of the Dragon Clan's commanders under the Dragon God. Liu Feng possessed the White Dragon King's bloodline, and his original martial soul, the White Dragon Spear, evolved into the White Dragon King Spear after a second awakening. His martial soul could be a beast or a tool, and his final strength reached the Title Douluo rank. In " Fox Demon Little Matchmaker," there was the Warden White Dragon King. His ability was to control the power of the Dragon God to form a cage, but he was killed by the Third Young Master with a single blow. The novel " White Dragon of the Dragon Clan " is equally exciting. Everyone is welcome to click and read it!
1 answer
2026-10-09 21:17
What is the true story of the Overlord Inheritance?
There were two novels," The Wrath of the Overlord " and " The Three Kingdoms: Obtaining the Overlord's Legacy at the Beginning ", which involved content related to the Overlord's Legacy. " The Overlord's Wrath " was an understated legend. It made up for the Overlord's regrets and inherited the Overlord's bravery in the past. In " The Three Kingdoms: Obtaining the Overlord's Inheritance at the Beginning," the protagonist was reborn as Sun Ce, who obtained the Overlord's Inheritance and dominated the battlefield with the Overlord Spear. <a href="/?from=ask_words" style="color:red" target="_blank">Read more exciting novels for free</a>
1 answer
2026-10-09 21:17
Why was Wang Xiaoming killed by Yang Jian?
According to the information provided, Wang Xiaoming was killed by Yang Jian because his younger brother shot Yang Jian. However, there were also people who speculated that this might be an act between the two of them. In fact, Wang Xiaoming did not die. The novel " After the Fall of Heaven " is equally exciting. Everyone is welcome to click and read it!
1 answer
2026-10-09 21:17
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
n
o
p
q
r
s
t
u
v
w
x
y
z