Pharaoh Menguasai Dunia Kultivasi
Lupakan kisah klise tentang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan, lupakan remaja SMA yang malang di persimpangan jalan, dan singkirkan narasi tentang prajurit modern yang gugur di medan perang.
Ini bukan cerita tentang jiwa-jiwa biasa yang mencari kesempatan kedua demi pelarian. Ini adalah kisah tentang darah biru, otoritas absolut, dan mistisisme kuno yang menolak untuk tunduk pada takdir.
Di sebuah era kuno di mana kejayaan agung berdiri kokoh di atas hamparan pasir emas yang tak bertepi, hiduplah Heka. Sebagai putra dari Rahotep dan cucu kandung dari Pharaoh Khufu yang agung, Heka tidak pernah tahu rasanya menjadi jelata. Dia dilahirkan dalam gelimang kekuasaan tertinggi, dibesarkan dengan keyakinan bahwa garis keturunannya adalah jembatan antara manusia dan para dewa.
Namun, sebuah pergolakan mistis dan ritual rahasia membawanya melintasi batas dimensi, mencabut jiwanya dari tanah tandus yang megah menuju ke sebuah hamparan dunia yang sama sekali asing.
Heka terbangun di benua tak berujung yang dikuasai oleh para kultivator—dunia di mana manusia fana berlomba-lomba menyerap energi alam demi menembus langit dan mencapai keabadian. Di dunia yang baru ini, sekte-sekte besar memerintah dengan hukum rimba yang kejam, dan para master sekte menganggap diri mereka adalah puncak dari segala otoritas.
"Kalian bersujud dan memohon belas kasih pada Langit, sementara darah di tubuhku adalah keturunan langsung dari penguasa alam semesta."
Dunia kultivasi yang semula berjalan statis kini harus menghadapi anomali terbesar dalam sejarahnya. Heka tidak melihat energi spiritual sebagai Qi biasa, melainkan sebagai manifestasi sihir alam yang tunduk pada kehendak rajani. Dia tidak memulai perjalanannya sebagai murid sekte luar yang tertindas atau memohon belas kasihan pada tetua sekte.
Dengan keangkuhan yang elegan dan karisma seorang penguasa sejati, Heka membawa prinsip-prinsip kekuasaan mutlak dari tanah asalnya.
Perpaduan antara rahasia kuno dari negeri pasir emas dan hukum rimba dunia kultivasi melahirkan sebuah jalan baru yang mengerikan sekaligus memikat. Satu demi satu kultivator jenius dan sekte ortodoks dipaksa menyaksikan bagaimana seorang pemuda asing meruntuhkan tatanan yang telah bertahan jutaan tahun.
Dunia kultivasi tidak akan pernah sama lagi, karena di tangan sang cucu Pharaoh, dunia itu tidak lagi mengejar keabadian yang semu, melainkan sedang dipaksa bertekuk lutut untuk menjadi bagian dari kekaisaran abadi yang berselimutkan kemegahan emas.