Ia Memilih Cinta Pertamanya dan Kehilangan Kami Selamanya
Pada hari jadi pernikahan mereka yang keempat, Vivian Lawson diserahkan surat cerai oleh suaminya, semua karena cinta pertama sang suami kembali ke negeri ini, seorang diri dan tak berdaya, bersama putrinya.
Vivian tidak berusaha menyelamatkan pernikahan itu dan setuju dengan tegas. Namun sebelum perceraian selesai, kabar buruk yang menghancurkan pun tiba: putranya menderita leukemia.
Suami bajingan itu awalnya bersikeras mengambil putra mereka, meskipun anak itu bukan anak kandungnya. Namun setelah mengetahui penyakit putranya, ia meninggalkannya tanpa pikir panjang.
Vivian Lawson memulai kembali kariernya, menemani putranya menjalani pengobatan, dan melawan gugatan perceraian sekaligus.
Tiba-tiba, suatu hari, Leo Hawthorne yang kaya dan berkuasa datang mencarinya.
"Miss Lawson, putra Anda memiliki darah Keluarga Hawthorne. Jika Anda bersedia membiarkannya sesekali menemani ibu saya, saya dapat mengabulkan permintaan apa pun dari Anda."
Vivian terkejut.
Ternyata putra yang ia lahirkan melalui IVF dengan donor sperma ternyata adalah pewaris sebuah keluarga kaya!
Si kecil, yang sebelumnya dianggap sebagai beban di keluarga asalnya, tiba-tiba berubah menjadi tuan muda dari keluarga terkemuka.
Dan Vivian, yang ditinggalkan oleh suami bajingannya, kini menjadi tamu terhormat Keluarga Hawthorne.
Setelah perceraian, karier mantan suaminya anjlok. Ketika ia mengetahui bahwa hanya mantan istrinya yang bisa menyelamatkan perusahaannya dari krisis, ia dipenuhi penyesalan, berlutut untuk memohon agar Vivian kembali.
Namun tepat pada saat itu, Leo, pewaris Keluarga Hawthorne, melamar Vivian di depan umum.
"Mari kita menikah. Selama kamu mau memberiku seorang anak lagi, setengah dari kekayaan Keluarga Hawthorne akan menjadi milikmu."