morrigan: paradox keadilan
SINOPSIS
"Hukum menghukum kejahatan. Tetapi siapa yang menghukum hukum ketika ia gagal?"
Di Republik Sogo, sebuah negara metropolitan yang megah dengan gedung pencakar langit, pengadilan yang megah, dan politik yang tampak bersih, keadilan perlahan berubah menjadi barang mewah. Para koruptor, pembunuh, dan penguasa licik membeli kebebasan mereka, sementara korban hanya mewarisi luka dan keputusasaan.
Di tengah sistem yang retak itu berdiri Benjamin Verris Morrigan, seorang hakim yang dikenal dingin, tenang, dan hampir tak pernah salah menjatuhkan putusan. Bagi dunia, ia adalah lambang integritas. Bagi rekan-rekannya, ia adalah hakim yang tidak bisa ditebak.
Namun, ketika malam menelan cahaya kota, Benjamin menunjukkan wajah yang tak pernah dilihat siapa pun.
Satu per satu penjahat yang lolos dari hukum ditemukan tewas dengan cara yang mengerikan. Setiap pembunuhan seolah menjadi hukuman yang disesuaikan dengan dosa korbannya. Polisi tidak menemukan motif, tidak menemukan jejak, bahkan tidak menemukan kesalahan sedikit pun pada pelakunya.
Media menjulukinya sebagai "Hakim Malam."
Memimpin penyelidikan adalah Sean Kingston, detektif muda jenius yang percaya bahwa tidak ada pembunuhan yang sempurna. Semakin ia mengejar sang pembunuh, semakin ia menyadari bahwa lawannya bukan sekadar pembunuh berantai, melainkan seseorang yang memahami hukum, psikologi, dan sifat manusia jauh lebih baik daripada siapa pun.
Di balik semua itu, hanya satu orang yang mengetahui kebenaran.
Rasa Anne Morrigan.
Istri Benjamin.
Psikolog yang lembut, elegan, dan penuh empati di mata masyarakat, tetapi menjadi satu-satunya orang yang menerima seluruh sisi gelap suaminya tanpa rasa takut. Bersama, mereka membangun rumah tangga yang tampak sempurna, sementara diam-diam menyimpan rahasia paling mematikan di Republik Sogo.
Ketika pembunuhan demi pembunuhan mulai mengguncang fondasi negara, para hakim, politisi, pengusaha, dan aparat penegak hukum dipaksa memilih: mempercayai sistem yang rapuh atau menghadapi seseorang yang mengubah rasa bersalah menjadi hukuman.
Namun semakin dekat Benjamin pada tujuannya, semakin jelas bahwa musuh terbesar bukanlah polisi atau para pejabat korup, melainkan masa lalu yang selama ini terkubur di sebuah panti asuhan tua—masa lalu yang menghubungkan dirinya, Rasa, dan sebuah konspirasi yang telah hidup selama puluhan tahun.
Di dunia ini, tidak semua pahlawan menyelamatkan.
Tidak semua penjahat berbohong.
Dan tidak semua hakim menjatuhkan vonis dari balik meja persidangan.
MORRIGAN – PARADOKS KEADILAN
Sebuah novel urban thriller yang memadukan misteri, intrik politik, romansa pasangan suami istri, dan pertarungan moral tentang satu pertanyaan yang akan terus menghantui setiap halaman:
Jika hukum gagal menghukum orang jahat… apakah membunuh mereka adalah kejahatan, atau bentuk keadilan yang paling jujur?