Bersama Walau Berbeda
Semua berawal dari kepergian seorang gadis manja bernama Miku ke sebuah pulau di wilayah utara yang masih asri dan sejuk, bernama Pulau Elang. Awalnya, Miku datang dengan niat sederhana: bekerja dan mengumpulkan uang demi kepentingan pribadinya. Namun, rencana itu perlahan berubah ketika ia bertemu dengan Mark, seorang pria pribumi Pulau Elang yang tanpa disadari berhasil mengubah cara pandang Miku terhadap dunia dan kehidupan di sekitarnya.
Hubungan mereka tumbuh cepat. Hanya dalam waktu tiga hari, ketertarikan berubah menjadi rasa sayang. Meski demikian, cinta yang mereka jalani harus disembunyikan—tak seorang pun boleh mengetahui hubungan mereka. Hubungan yang tersembunyi itu justru menumbuhkan banyak salah paham, terutama ketika Miku terlihat dekat dengan Rio, pria yang berasal dari suku yang sama dengan Mark, namun memiliki karakter yang sangat bertolak belakang.
Kesalahpahaman demi kesalahpahaman perlahan meretakkan hubungan mereka, hingga rasa percaya Mark terhadap Miku nyaris hilang. Namun, Miku bukanlah sosok yang mudah menyerah. Ia berjuang mengembalikan kepercayaan Mark, meski setelahnya pertengkaran dan perbedaan justru semakin sering terjadi. Anehnya, di balik konflik tersebut, rasa sayang di antara mereka tumbuh semakin dalam—terutama saat mereka hanya berdua.
Tanpa disadari, mereka kerap melupakan sebuah tembok besar yang berdiri di hadapan hubungan mereka: perbedaan keyakinan. Miku berdoa dengan tangan terangkat, sementara Mark berdoa dengan tangan tergenggam. Perbedaan yang sederhana, namun terasa sangat berat.
Perjalanan cinta mereka belum usai ketika keadaan dan waktu memaksa mereka berpisah, terutama saat Miku harus kembali ke kampung halamannya. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka. Dengan penuh rasa syukur, Miku menyadari bahwa skenario yang Tuhan tuliskan untuk hidupnya adalah tentang cinta yang tumbuh di tengah perbedaan. Mereka belajar untuk bersama meski cara berdoa tak sama, karena yang mereka yakini adalah bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan, bukan keburukan.