Picana
Tahun 2026. Di balik jalanan dan bangunan bersejarah Kota Picana, kedamaian hanyalah ilusi yang dipertontonkan kepada dunia. Mayoritas penduduknya merupakan warga keturunan dan berdarah campuran (mixed blood). Kelompok yang selama bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang diskriminasi negara. Namun, di balik citra harmoninya, Picana menjadi pusat perlawanan terhadap pemerintahan yang selama bertahun-tahun melakukan diskriminasi dan penindasan terhadap warga keturunan. Di tengah penindasan itu, organisasi bawah tanah bernama Night Revenge mulai bangkit sebagai simbol perlawanan terhadap rezim yang mengatasnamakan stabilitas demi membenarkan kekerasannya.
Di tengah konflik tersebut, Ian, seorang pemuda berdarah campuran, menyaksikan keluarganya hilang dalam operasi militer yang menelan ratusan korban sipil. Malam itu mengubah seluruh hidupnya. Bertekad mencegah tragedi serupa terulang, ia memilih bergabung dengan pasukan pertahanan negara. Ia percaya bahwa musuh terbesar bukanlah negara, melainkan orang-orang yang menyalahgunakan kekuasaan di dalamnya. Namun, semakin tinggi jabatannya, semakin jelas ia melihat bahwa kekerasan, manipulasi, dan kebohongan telah mengakar di tubuh pemerintahan yang ia bela.
Ketika sebuah serangan drone besar melanda Picana, seluruh warga baik warga keturunan maupun aparat negara terpaksa mengesampingkan permusuhan demi menyelamatkan nyawa satu sama lain. Untuk sesaat, harapan akan perdamaian seolah menjadi kenyataan. Namun, setelah bencana merenggut ratusan korban jiwa, pemerintah memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkuat propaganda bahwa konflik telah berakhir.
Kedamaian yang diberitakan media hanyalah ilusi. Di balik layar, operasi penangkapan, penghilangan paksa, dan pembantaian terhadap warga keturunan terus berlangsung secara sistematis. Pemberontakan tidak pernah benar-benar padam, melainkan tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan.
Sembilan tahun kemudian, Ian telah menjadi perwira menengah yang dihormati. Di balik kariernya yang cemerlang, ia menemukan dokumen rahasia yang mengungkap bahwa perang selama bertahun-tahun bukanlah kegagalan pemerintah, melainkan konflik yang sengaja dipelihara demi mempertahankan kekuasaan.