webnovel
crona maka

crona maka

Manusia-Beast Itu Gila, Maka Aku Menjual Terapi untuk Mereka

Manusia-Beast Itu Gila, Maka Aku Menjual Terapi untuk Mereka

Blanca Frostine bertransmigrasi ke dalam novel dunia-beast yang sedang ia baca. Sungguh luar biasa. Fantastis. Lebih baik lagi? Dunia ini memiliki masalah yang sangat besar. Di kekaisaran ini, para manusia-beast menderita suatu kondisi yang disebut Hysteria. Ketika emosi mereka melonjak, mereka kehilangan kendali dan berubah menjadi makhluk buas yang mengamuk. Ketika emosi mereka turun terlalu rendah, mereka berubah kembali menjadi anak makhluk buas yang kecil dan tak berdaya. Terapi memang ada, secara teknis, dalam bentuk batu energi yang langka—tetapi ada satu masalah. Batu-batu itu hanya bekerja jika diukir dengan tangan menjadi bentuk hewan yang tepat sesuai dengan manusia-beast tersebut. Semakin realistis ukiran tersebut, semakin kuat efek menenangkannya. Semakin hidup ukirannya, semakin sering ia bisa digunakan kembali. Di sinilah keberuntungan Blanca berperan. Di kehidupan sebelumnya, ia adalah seorang pemahat legendaris—kaya, berbakat, dan terkenal sulit untuk diajak berurusan. Karya-karyanya begitu hidup sehingga terasa seperti bernapas. Orang-orang menunggu berbulan-bulan hanya untuk memohon sebuah pesanan, dan karena ia sama sekali tidak punya kesabaran untuk hal-hal yang tidak penting, dunia seni telah menganugerahinya sebuah gelar yang tepat: Sang Pemahat. Maka ketika Blanca menyadari bahwa ia bisa mengukir batu energi lebih baik dari siapa pun di dunia ini, romansa bukanlah kepedulian pertamanya. Suami-suami manusia-beast yang berkuasa? Jodoh yang telah ditakdirkan? Jenderal tampan yang tragis dengan luka emosional? Ia mengesampingkan semua itu. "Aku akan berkencan nanti," ia memutuskan dengan tenang. "Setelah aku kaya." Dan begitulah, alih-alih sebuah kisah cinta, ia membuka sebuah toko. Sebuah toko kecil yang mencurigakan dan terkesan minim usaha tiba-tiba muncul di Jaringan Regional, menjual ukiran seukuran telapak tangan yang dipahat dengan realisme yang menakjubkan. Hanya dengan melihat layar saja sudah cukup untuk menenangkan emosi yang bergejolak. Kekaisaran seketika menjadi gila. Pesanan membanjir. Para bangsawan panik. Militer pun mencatat. Sayangnya, pemilik toko tersebut adalah… seseorang yang malas, berlidah tajam, dan sama sekali tidak tertarik pada kepuasan pelanggan. "Tidak ada pesanan mendesak." "Tidak ada pengembalian dana." "Berhenti mengirim pesan kepadaku pukul 3 pagi." "Dan berhenti menggoda di kolom ulasan." Namun tetap saja, ukiran-ukirannya terjual habis dalam hitungan detik. Yang tidak disangka Blanca adalah semakin banyaknya manusia-beast berkuasa yang mulai bermunculan dalam hidupnya—masing-masing mengklaim bahwa mereka hanya membutuhkan perawatan emosional, masing-masing bertahan sedikit terlalu lama, masing-masing memandangi tangannya seolah tangan itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada senjata. Lagi pula, di sebuah kekaisaran penuh makhluk buas yang kehilangan kendali ketika emosi mereka bergejolak, Blanca Frostine adalah satu-satunya yang bisa menenangkan mereka hanya dengan sentuhan. Dan sementara ia terus bersikeras bahwa ia tidak tertarik pada cinta— Cinta, sayangnya, tampak sangat tertarik padanya. "Persetan dengan mencari suami," pikir Blanca, mengukir mahakarya lainnya. "…Mengapa mereka terus mengantri juga?"
Fantasi
132 Chs
Tak Kenal maka Taaruf

Tak Kenal maka Taaruf

Zoya, mahasiswi kedokteran. Cantik jelita mirip artis Korea Kim Jisoo dan anggun seperti Putri Indonesa. Seorang gadis muda yang memegang teguh kaidah-kaidah agama. Memiliki prinsip kuat tentang konsep pernikahan tanpa pacaran. Bertemu dengan Faris, mahasiswa teknologi kelautan, ganteng, tinggi, vokalis band, pintar dan unik. Zoya benci pada pandangan pertama kepada Faris. Gadis itu merasa sangat terganggu dengan suara bising motor Faris setiap kali pergi sholat ke masjid kampus. Cleopatra, mahasiswi cantik, enerjik dan agresif. Fans berat Faris. Jatuh cinta dan mengejar pemuda itu tanpa ampun. Diselamatkan oleh Faris dari kematian akibat kecelakaan di laut, adalah titik balik kehidupan Cleopatra yang glamour dan penuh pesta. Salahuddin Al Badar. Pemuda tampan dan alim putra pengasuh pondok pesantren besar di Kediri. Dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan putri dari sahabatnya saat masih kuliah bersama di Maroko puluhan tahun yang silam. Fatimah dan Anisa. Dua orang gadis cantik dan lucu yang memandang persahabatan adalah puncak dari peradaban. Selalu menjaga Zoya. Menjadi creator terjadinya kesepakatan Ta’aruf dan juga mengelolanya dengan cara-cara unik namun tetap menjaga marwah Ta’aruf itu sendiri. Ronan, Bandut, Ali, Syuhada, dan Jenglot. Anggota dan manajer band Metal Tawakkal yang merupakan sahabat-sahabat dari Faris, sang vokalis. Kelimanya ikut mewarnai perjalanan cerita dengan kisah masing-masing yang segar, riang dan juga dramatis. Novel ini dibangun berdasarkan potret yang semakin memprihatinkan atas pergaulan anak-anak muda dan remaja masa kini yang menganggap bahwa hubungan cinta adalah hubungan tanpa marka. Bebas dan bisa apa saja. Pernikahan yang semestinya sakral dan suci, tidak lagi dianggap sebagai tujuan hidup jika telah jatuh cinta. Ta’aruf, menjadi barang langka. Padahal skema saling mengenal yang diajarkan dalam Agama Islam ini bisa menjaga kemurnian cinta. Tanpa dikotori oleh berbagai macam prasangka dan tindakan hina. Ta’aruf tidak rumit. Tidak sulit. Hanya niat dan kepatuhan saja yang mesti diperkuat hingga pintu langit.
Remaja
33 Chs
Jika Tidak Denganmu, Maka Tidak Dengan Siapa Pun

Jika Tidak Denganmu, Maka Tidak Dengan Siapa Pun

Ringkasan Novel Jika Tidak Denganmu, Maka Tidak Dengan Siapa Pun Judul: Jika Tidak Denganmu, Maka Tidak Dengan Siapa Pun Genre: Romance --- 1. Awal Kisah – Gengsi, Tapi Sayang (Bab 1–20) Rangga dan Alessa pertama kali dipertemukan di sekolah/kampus. Mereka tidak jatuh cinta pandangan pertama, tapi chemistry tumbuh dari interaksi kecil. Awalnya hubungan mereka penuh gengsi, sindiran manis, dan perhatian tersembunyi. Perlahan, Alessa jadi tempat Rangga pulang, meski keduanya tak pernah mau mengakui rasa. --- 2. Hubungan yang Tak Terucap (Bab 21–50) Alessa mulai sering sakit, tapi ditutupi. Rangga makin sadar bahwa perasaannya lebih dari sekadar teman. Mereka mulai saling bergantung: telepon larut malam, perhatian kecil, hingga ciuman pertama yang justru membuat segalanya canggung. Meskipun jelas bahwa mereka saling sayang, keduanya tetap menolak memberi label “pacaran”. --- 3. Rasa yang Terikat, Tapi Terluka (Bab 51–100) Hubungan berjalan ambigu: dekat tapi tak diakui. Alessa makin sering drop kesehatannya. Rangga berusaha menjaga, meski gengsinya kadang memperburuk keadaan. Puncaknya: hubungan mereka sampai titik jenuh, tapi tak ada yang benar-benar bisa pergi. --- 4. Menunggu yang Mustahil (Bab 101–150) Alessa sakit parah hingga akhirnya koma. Rangga terus menungguinya, meski semua orang menyuruhnya menyerah. Kesetiaan Rangga diuji: menunggu dalam kesunyian, mempertaruhkan masa depan, bahkan meninggalkan ambisinya sendiri. --- 5. Orang Asing Bernama Rangga (Bab 151–200) Setelah sadar, Alessa mengalami amnesia. Rangga mendapati dirinya jadi orang asing bagi gadis yang dulu memanggil namanya dengan penuh rindu. Perjuangan Rangga dimulai kembali: membuat Alessa jatuh cinta padanya untuk kedua kalinya. --- 6. Detak yang Terlambat Terdengar (Bab 201–300) Perlahan, Alessa mulai merasakan sesuatu yang familiar setiap kali Rangga ada di dekatnya. Romansa mereka tumbuh lagi, penuh luka lama dan harapan baru. Di balik itu, rahasia besar Rangga terbongkar: ia bukan sekadar lelaki biasa. --- 7. Misteri Keluarga Wijaya (Bab 86–seterusnya) Identitas Rangga akhirnya mulai disingkap: Rangga Wijaya, pewaris tunggal keluarga aristokrat paling berpengaruh. Keluarga Wijaya dikenal tak hanya kaya raya, tapi juga berkuasa di politik, bisnis, dan sosial. Rangga menjalani uji kelayakan pewaris—bukan sekadar menguasai harta, melainkan membuktikan kepemimpinan, keberanian, dan kemampuan menjaga orang yang ia cintai. Kehidupan cinta Rangga dan Alessa semakin rumit: cinta mereka diuji oleh status sosial, perbedaan dunia, dan loyalitas pada keluarga. --- 8. Tema Besar Cinta tulus yang bertahan meski tak diakui. Kesetiaan dalam diam. Kehilangan dan perjuangan untuk kembali. Tanggung jawab besar di balik nama besar: Rangga antara cinta dan takdir sebagai pewaris keluarga Wijaya. ---
Perkotaan
8 Chs
Crowning Cruel Crow

Crowning Cruel Crow

"If a man is left out in the cold, he will burn the whole world to feel its warmth." Transmigrated into the Era of Conquerors, Demon Sovereign Azkiel struggles to rebuild the Demon Empire that will conquer the cultivation world. But out of all the places he could have emerged, Azkiel appears in the chaotic heart of Garkia, a country of warring states and famous for its divine tragedies comically made by the Ancient Gods of Mount Olympus. Adding some spiciness to Azkiel's dish of dilemma, Kelzer—a Vampire Samurai in his 9th Reincarnation—offers undying service to be his disciple and create the new generation of Four Horsemen of Apocalypse. But whether Kelzer will help Azkiel or turn into Red Ruin is unknown. To build a strong foundation for his empire, Azkiel needs youngbloods to collect crowns and expand his conquest. Thankfully, the place he appeared, after his transmigration, contains Cursed Immortals that fit his bloody requirements. ... It's the Dawn of Angels, but the Domination of Demons never dies, and Byzum—a Dragon Demon—proves to everyone that Hell is a dish served 24/7. To accomplish his missions, Byzum made allies with a Barbarian Druid, Shadowless Reaper, Blood Bandit, Spirit Stealer, and a Transmigrated Joker. A strange team, but a deadly one, and it seemed enough to kill Fauric Frossa until they found out that they can never kill what was already dead. ... [The Background Photo of the Book Cover is not mine. If you are the owner of the picture, no need to be shy and just contact me to remove the picture.]
Fantasy
3 Chs
Which is more popular, Maka or Crona manga?
Well, popularity can vary a lot. Maka's manga might be more popular among certain age groups or for specific themes it covers. But Crona's manga could have its own dedicated fan base for different reasons. So, it's not straightforward to determine which one is more popular overall.
2 answers
2025-05-10 22:04
What's the relationship between Crona and Maka in the comic?
Crona and Maka have a complex relationship. They start as rivals but later develop a sort of understanding and respect for each other.
3 answers
2025-04-09 22:42
What is the nature of the relationship between Maka and Crona in hentai mangas?
The nature of their relationship in hentai mangas is often influenced by the themes and tones of the particular manga. It could range from passionate and intense to more exploratory and unconventional.
1 answer
2025-06-09 11:26
Who would win in a battle between Crona and Maka in the manga?
It's tough to predict. Maka has her soul perception and weapon abilities, while Crona's magic is quite formidable. It might come down to who can make better use of their skills and catch the other off guard.
1 answer
2025-09-17 14:37
Who wins the battle between Maka and Crona in Soul Eater manga?
Maka emerges victorious. Her determination and skills give her the edge over Crona.
2 answers
2025-12-29 09:50
What are the main differences between Crona Maka manga and its anime adaptation?
Not many major differences. The manga and anime mostly align in terms of story and characters.
1 answer
2025-05-30 10:23
What is the appeal of Maka Maka comic?
It's got great art and an engaging story. The characters are really interesting and the plot keeps you hooked.
3 answers
2025-06-06 17:20
What is the appeal of Maka Maka Manga Park?
It's got a unique style and interesting storylines that draw people in. The art is often vibrant and catches your eye.
2 answers
2025-05-13 23:51
What is the appeal of 'hentai manga maka maka'?
It might have unique art styles or storylines that attract certain audiences. Maybe it offers a form of escape or entertainment that others find appealing.
3 answers
2025-05-30 14:16
What is the significance of the 'maka maka manga kiss'?
It could potentially represent a special moment or a key event in a manga storyline. But without more context, it's hard to say exactly.
1 answer
2025-05-15 18:35
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
n
o
p
q
r
s
t
u
v
w
x
y
z