Elegi Untuk Farel
Farelino tampak memiliki segalanya: kekayaan, karisma, dan seorang kekasih cantik bernama Rasya. Namun, di balik pintu penthouse-nya yang mewah, Farel hanyalah seorang pria yang hancur. Ia hidup dalam bayang-bayang suara masa lalu-bisikan orang tua dan sahabat-sahabatnya yang telah tiada-yang terus menghantui setiap langkahnya.
Satu-satunya cahaya yang ia miliki adalah janjinya pada Rasya. Namun, ketika jarak ribuan mil memisahkan mereka antara Jakarta dan Cambridge, cahaya itu perlahan meredup. Sebuah pesan singkat bertuliskan "Maaf ya, Rel" ternyata bukan sekadar kata pamit untuk belajar, melainkan awal dari pengkhianatan yang menghancurkan sisa-sisa kewarasan Farel. Di saat dunianya runtuh untuk kedua kalinya, Rasya memilih berpaling ke pelukan pria lain.
Di tengah luka yang menganga, sebuah permintaan dari keluarga besar datang menghimpitnya: Ia harus menikahi Syifa, gadis berpembawaan tenang yang merupakan pewaris tunggal kerajaan fashion.
Farel menolak keras. Baginya, pernikahan tanpa cinta hanya akan menambah daftar panjang penderitaannya. Namun, sebuah rahasia besar-sebuah "hutang" masa lalu yang melibatkan mendiang kakeknya-memaksa Farel untuk menyerah pada keadaan.
Terjebak dalam pernikahan formalitas dengan Syifa yang asing baginya, Farel harus berjuang melawan traumanya sendiri, bayang-bayang Rasya yang masih tertinggal, dan kenyataan bahwa mungkin saja, Syifa adalah orang yang dikirim takdir untuk menyembuhkan luka yang selama ini ia tutup rapat dengan alkohol dan kemewahan.
Sampai kapan Farel bisa terus bersandiwara di balik topeng ketegarannya? Dan apakah Syifa mampu bertahan menghadapi pria yang jiwanya sudah mati jauh sebelum mereka bertemu?