Please not today, Mr. Reaper (Kyou dake wa dame, Shinigami-sama)
"Aku terlalu naif. Ternyata, seberapa keras pun aku berusaha, sejauh apapun aku berlari, jika takdir yang bernama kematian sudah ditentukan, maka. . . . tidak ada cara untuk menghindar"
Kurokawa Ren, seorang mahasiswa seni rupa yang percaya bahwa hidup hanyalah ruang tunggu raksasa menuju kematian. Sejak kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Ren terbangun setelah koma berbulan-bulan dengan kemampuan—atau kutukan di matanya: ia bisa melihat sosok berjubah hitam tanpa wajah yang dia sebut "Shinigami". Sosok yang memberikan tanda absolut; semakin dekat ia berdiri di belakang seseorang, semakin dekat ajal menjemput. Jika ia sudah menempel di punggung, maka maut tinggal hitungan menit atau bahkan detik.
Kutukan itu membuatnya memilih hidup dalam isolasi. Baginya, menjalin hubungan sama saja dengan mendaftar untuk patah hati. Ia lebih memilih ditemani kanvas lukisnya daripada harus melihat sosok hitam itu muncul di belakang orang-orang yang ia sayangi.
Namun, benteng yang dibangun Ren mulai retak saat ia tidak sengaja mampir ke sebuah cafe dan bertemu dengan Nishimura Asuka. Asuka adalah gadis yang hangat dan gigih, yang dengan berani menarik Ren keluar dari cangkangnya. Meski Ren mencoba menghindar, takdir—atau mungkin kesepian yang sama—terus mempertemukan mereka.
Hingga suatu hari, ketakutan terbesar Ren menjadi nyata. Di tengah hari-harinya bersama Asuka, Ren melihat sosok hitam itu muncul. Jarak antara shinigami dan Asuka yang semakin pendek seiring waktu, menandakan hidup Asuka tidak akan lama lagi.
Di antara senyuman hangat dan sisa napas Asuka yang kian pendek, Ren dihadapkan pada pilihan mustahil: kembali melarikan diri untuk melindungi hatinya, atau tetap tinggal untuk menemani hari-hari terakhir Asuka—meski itu berarti ia harus menatap sang maut setiap hari dan terus memohon agar Asuka tidak diambil "hari ini".