Lelana Buwana
Dyah Anindita Nalendra adalah Apsara tertua yang masih memijak bumi. Di mata banyak orang, usia sepanjang itu mungkin tampak seperti kutukan yang tak berujung. Namun bagi Anindita, masa-masa untuk meratapi keabadian telah lama dia tinggalkan di masa lalu yang jauh.
Dia hidup tanpa rumah untuk pulang, tanpa ambisi yang membelenggu, dan tanpa seorang pun yang menantinya di ujung jalan. Harta satu-satunya hanyalah bentang cakrawala di hadapan mata, sebilah pedang yang setia di pinggang, serta rasa ingin tahu yang tetap menyala meski seribu tahun telah berlalu.
Lelana Buwana adalah sebuah hikayat tentang perjalanan-tentang dunia yang begitu luas hingga umur panjang Anindita pun belum cukup untuk merengkuh seluruh rahasianya. Ini adalah kisah tentang hal-hal kecil yang tetap bertahan saat kejayaan besar telah runtuh, tentang orang-orang yang datang lalu menghilang, meninggalkan jejak pada jiwa seseorang yang ditakdirkan untuk terus ada saat mereka semua telah tiada.