webnovel

Cinta Untuk Azahra

Perbedaan kasta diantara Indra dengan Azahra memang sangat jauh berbeda. Tapi itu bukan suatu hambatan untuk mereka menjalin hubungan yang lebih serius dari berpacaran menuju halal. Setelah menikah Azahra berubah karena dia berpikir takdir tidak bersahabat baik dengan hidupnya. Akankah Indra sanggup bertahan dengan seorang istri yang selalu menentang takdir? Atau lebih memilih untuk berpisah? Ikuti ceritanya ya. Judul awal (Indra My Husband) #Dilarang Plagiat.

Cindy_ElfiraPutri · 现代言情
分數不夠
20 Chs

Keutamaan Solat Tahajud

Setelah mereka selesai melaksanakan kewajibannya itu tidak terasa mereka terlelap dalam tidur, setelah mereka terbangun dari tidur singkatnya tak lupa mereka mandi wajib. Azahra yang mendadak baik pada suaminya, yang tidak tahu sampai kapan batas baiknya saat ini.

Indra sudah mengambil air whudu dan segera menunaikan ibadah shalat sunnah. Azahra yang sudah berpakaian rapih hendak mengikuti langkah kaki Indra yang menuju mushola kecil yang ada di rumahnya.

"Kamu kenapa sayang mengendap-ngendap seperti itu, ayo kalau mau ikut shalat." Ucap Indra yang menyadari kehadiran istrinya karena mengikutinya dengan cara sembunyi.

Azahra yang sudah kepalang tertangkap basah akhirnya hanya mengangguk sambil tersenyum.

****

Di ruangan yang tidak begitu luas, namun terlihat sangat rapi, tenang, dan terlihat bersih. Indra sengaja membuat ruangan ini ketika rumahnya hendak dibangun. Sebuah ruangan yang disebut mushola kecil untuk shalat di rumah, Indra yang selalu shalat di sana ketika ketinggalan shalat berjamaah di masjid namun Azahra belum pernah shalat di ruangan itu.

Indra yang sudah mulai shalat sunnah tahajud dengan khusyu, sedangkan Azahra menunggu dan melihat takjub pada suaminya itu. Begitu baik, sholeh suami yang dia miliki saat ini, kesabaran yang dia lakukan selama ini sangat pantas diacungkan jempol, namun sampai saat ini Azahra belum berani untuk mengutarakan perasaannya terhadap suaminya kalau dia sangat kagum akan diri suaminya itu.

Setelah Indra selesai shalat, Azahra menghampirinya kemudian salim kepada Indra, tidak seperti biasanya dia seperti itu.

"Sayang kamu kenapa menangis? Aku pikir kamu mau ikutan shalat juga." Ucap Indra.

"Aku belum terbiasa shalat tahajud, tapi aku mau juga bisa shalat seperti kamu, aku rasa sudah terlambat cuma,"

"Jangan bicara seperti itu, masih ada waktu kok. Kamu tahu shalat tahajud itu untuk apa? Dan apa manfaatnya." Tanya Indra.

"Enggak tahu, karena aku belum pernah melaksanakannya makanya aku belum pernah tahu." Ucap Azahra.

Keutamaan shalat tahajud antara lain menjadi bekal ibadah di akhirat, masuk surga, terbebas dari ganguan setan, terjaga secara ruhani, tempat berdoa yang mustajab. (HR. Bukhari). Selain itu, manfaat shalat tahajud lainnya adalah sebagai ajang mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, menolak penyakit serta pencegah dari dosa.

"Kalau begitu bimbing aku terus dijalan yang benar ya, maafkan semua kesalahanku suamiku." Ucap Azahra mencium tangan suaminya.

"Masya Allah, iya sayang gapapa kok, masih jauh waktu shalat subuh nya juga sayang. Baru aja jam 02.30 WIB." Kata Indra.

"Eh bentar sayang, kamu tadi kan shalat tahajud ya? Bukannya setau aku shalat tahajud itu harus tidur dulu ya terus kebangun baru deh shalat." Tanya Azahra.

"Nah benar sayang, harus tidur dulu awalnya." Ucap Indra.

"Iya kan, kita tidur kan walaupun sebentar? Jadi kalau enggak tidur dulu terus mau shalat istikharah atau tahajud bagaimana? Aku bingung." Tanya Azahra pada Indra.

"Shalat tahajud merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar. Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata "tahajjud", yaitu "bangun dari tidur." Ucap Indra.

"Jadi syarat untuk melaksanakan shalat tahajud adalah "telah tidur sebelumnya", walau sebentar.

"Iya sayang makasih ya, kalau gitu nanti aku akan mencoba untuk shalat tahajud ya tapi insya Allah soalnya kalau janji aku takut tidak bisa istiqomah." Ucap Azahra.

"Semangat ya istriku, apapun keputusan kamu selama itu baik aku pasti dukung dan setuju." Kata Indra dengan tersenyum.

"Hmm makasih lagi hehe, udah yuk mending tidur lagi aja nanti kalau udah adzan subuh baru bangun lagi." Ucap Azahra.

"Tapi usahakan bangunin aku sebelum adzan ya, aku mau shalat berjamaah di masjid soalnya, bisa kan bangunin aku." Indra merapihkan sajadahnya.

"Iya aku bangunin kok."

"Nanti kamu shalat sendirian ya, sama-sama saling mendoakan walaupun shalat nya enggak bareng." Ucap Indra.

"Iya pasti kok, udah ayo ke kamar aku ngantuk banget."

"Iya ayo."

Mereka pun melanjutkan tidurnya, di kamar mereka Indra selalu menyukai tema berwarna putih, walaupun Indra sendiri tahu istrinya tidak menyukai warna yang sama. Warna yang Azahra sukai adalah warna merah, pernah cekcok karena tema rumah namun kembali mencair seperti biasanya.

Kali ini Azahra sendiri yang ingin dipeluk ketika tidur, dia merasa tenang dan nyaman jika dekat dengan Indra walaupun sering bertengkar hebat.

****

Adzan subuh sudah berkumandang terdengar dari masjid yang ada didekat rumah mereka, beruntung sekali Azahra yang bangun lebih awal sesuai keinginan Indra yang minta dibangunkan. Walaupun sudah adzan namun apa salahnya jika membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas.

"Hey bangun sayang udah adzan, maaf aku juga nyenyak banget jadi telat bangunin kamu nya." Azahra membangunkan suaminya.

Indra pun langsung terbangun karena mendengar suara adzan subuh sudah berkumandang.

"Astagfirullah aku telat, sayang makasih ya udah bangunin, aku mandi bentar terus langsung ke masjid." Indra langsung beranjak ke kamar mandi.

Azahra hanya tersenyum melihat tingkah laku suaminya itu, setelah Indra selesai dan sudah pamit untuk shalat berjamaah di masjid Azahra pun mengambil air whudu dan melaksanakan shalat subuh sendirian di rumah.

Telah kita ketahui bersama bahwa shalat berjama'ah hukumnya wajib 'ain bagi kaum lelaki. Namun apakah shalat berjama'ah wajib dilaksanakan di masjid? Ataukah sudah gugur kewajiban shalat jama'ah walaupun tidak dilakukan di masjid?

Dalil wajibnya Shalat Berjamaah di Masjid:

Shalat berjama'ah wajib dilaksanakan di masjid kecuali jika ada udzur untuk tidak melaksanakannya di masjid. Wajibnya shalat jama'ah di masjid ditunjukkan oleh banyak dalil dari Al Qur'an dan As Sunnah. Diantaranya:

Allah Ta'ala berfirman:

"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang" (QS. An Nur: 36–37).