“Lucius. Kamu kenapa?” bingung Evelin melihatnya. Terlebih pemuda itu menjatuhkan kasar badan ke ranjang kakaknya.
“Aku lelah.”
“Memangnya kamu habis melakukan apa?” Pemuda yang menatap langit-langit kamar itu pun melirik sekilas. Mulutnya sedikit terbuka namun tak terdengar suara. Membuat sang penonton bingung dengan tingkahnya. “Hei, aku bertanya padamu.”
Lucius hanya terkekeh pelan, memaksa Evelin yang rebahan di sofa membenarkan posisi duduknya.
“Apa yang lucu?” bingung gadis itu.
“Tidak ada.”
Decihan pun terlontar. Jelas kakaknya merasa kesal, terlebih respons aneh yang diberikan adiknya tidak menyamankan hati. Sosoknya pun langsung menghampiri Lucius dan duduk di tepi ranjang.
“Lehermu kenapa?” tunjuknya pada area bawah telinga sang pemuda. Terlihat jejak kemerahan seperti digigit serangga.
在webnovel.com支援您喜歡的作者與譯者