webnovel

Target

lima belas menit berjalan dalam keheningan sampailah mereka didepan sebuah gerbang dengan tanda kelima keluarga mereka. itu adalah tempat usaha yang mereka dirikan bersama. sekilas terlihat seperti rumah biasa tapi sebenarnya adalah sebuah restoran elit dengan nuansa rumah, bahkan hidangannya pun hidangan rumahan, tentu saja dimasak oleh koki terbaik sehingga rasa makanan di sini tak pernah mengecewakan. dibelakang restoran itu terdapat sebuah rumah lumayan besar dan di situlah mereka tinggal bersama.

mereka tidak langsung membahas tentang apa rencana yang akan dilakukan sesampainya di rumah. mereka pergi ke kamar masing-masing yang lumayan luas dengan berbagai mimpi mereka menghiasi setiap sudut kamar. mereka membersihkan diri, kemudian makan malam dengan tenang dikamar masing-masing. barulah setelah itu mereka pergi ke suatu tempat, seperti kisah kisah pada jaman dahulu, ruang rahasia. di setiap kamar mereka akan ada satu pintu rahasia yang terhubung dengan kamar rahasia.

seperti biasa, Ai selau tiba lima menit lebih awal dari pada yang lain. dia sedang membuka laptop, entah apa yang dikerjakannya.

kelima kursi yang mengelilingi sebuah meja sekarang sudah terisi, Ai melempar empat sebuah berkas di meja, "aku memiliki firasat kalau akan ada hari di mana kita akan menyelidiki tentang ketiga senior kita di klub drama, makanya aku jauh jauh hari sudah mencari info tentang mereka, info yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang." kata Ai setelah berkas itu di ambil Riza, dan melihat Riza menaikan sebelah alisnya.

"lanjutkan!" kata Kairan.

"luka mereka adalah kehilangan, pembantaian terhadap seluruh keluarga mereka dan menyisakan mereka bertiga, khusus untuk kak karang ada luka perasaan bersalah. singkatnya pembantaian yang terjadi di keluarga kak Air dan keluarga kak Jeram karena keluarga mereka memiliki hubungan dengan keluarga kak Karang. masalah klasik yang membuat pembantaian itu terjadi, perebutan harta." terang Ai.

"sebenarnya tidak sulit untuk mengobati luka kehilangan. kita hanya perlu mengisi kekosongan yang ada, selesai. apa karena luka itu maka kak Karang menjadi protektif terhadap kak Jeram dan kak Air?" Fei bertanya, lebih tepatnya menebak.

"ya.." jawab Ai singkat.

"kalau begitu kita mulai dari kak karang, kak Karang akan menjadi target pertama kita. dengan begini akan lebih mudah untuk memulihkan luka dua yang lainnya. tapi jika kita gagal di kak Karang akan semakin sulit untuk menyembuhkan luka mereka. semua tindakan memiliki resiko bukan?" kata Fei lagi...

"aku setuju dengan Fei, waktu kita disini juga semakin menipis, semakin cepat semakin baik." kata Alka menyetujui pendapat Fei.

" bagaimana menurutmu, Kai? tanya Riza, bagaimanapun Kairan adalah orang yang paling tinggi jiwa kepemimpinannya, hampir setiap keputusan diambil olehnya.

"susun rencana untuk masalah ini secepatnya!" kata Kairan yang menandakan persetujuan.

下一章