webnovel

The Next Minutes in a different world

Tác giả: Napid
Huyền huyễn
Đang thực hiện · 35.1K Lượt xem
  • 8 ch
    Nội dung
  • 5.0
    15 số lượng người đọc
  • N/A
    HỖ TRỢ
Tóm tắt

Hadasa Muraddas Haato, atau panggilan akrabnya Hadasa, telah dipanggil ke dunia lain setelah buang air besar di toilet umum yang memiliki model jadul. Tempat ia dipanggil merupakan sebuah hutan dan yang berada tepat di depannya adalah sebuah tumbuhan yang disebut dengan Myrtus.

Thẻ
5 thẻ
Chapter 1Sebuah Rencana Jahil

Bayangkan saat kau sedang sakit perut dan sudah tak tahan lagi ingin buang air besar, tapi toilet yang ada sedang dipakai dan kau harus menunggu orang itu sampai keluar dari tempat pusaka itu untuk waktu yang cukup lama. Ya itulah yang terjadi padaku saat ini.

Saat ini aku sedang berada di dalam sebuah minimarket untuk membeli beberapa barang sekalia n untuk meminjam dan memakai toilet yang ada di minimarket ini.

...Aku sudah berada di dalam minimarket ini selama hampir 25 menit. Tapi entah kenapa, orang yang sedang memakai toilet ini tidak kunjung keluar juga.

Melihat kearah pintu toilet dengan tajam, aku lalu memerhatikan sekitarku dengan baik. Dengan perlahan aku lalu mendekat dan mengetuk pintu toilet itu dengan pelan sambil berkata: "Anu permisi! Toiletnya sedang dalam perbaikan, maka dari itu bisakah anda keluar sebentar?"

Beberapa detik telah berlalu. Setelah aku berkata seperti itu, orang yang ada di dalam toilet itu bukannya keluar, ia malah tidak membalas perkataanku sama sekali.

Menaruh jari-jari tangan kananku pada dagu, aku lalu berpikir bagaimanakah cara untuk mengeluarkan orang ini dari toiletnya dengan secara paksa.

Setelah berpikir beberapa saat, aku lalu menyadari jika bagian bawah dan atas pintu toilet ini ternyata terbuka dengan sangat jelas. Aku lalu mengalihkan pandanganku pada sebuah produk-produk selai coklat, setelah melihat itu aku lalu memperlihatkan sebuah senyuman dari wajahku.

...Setelah itu aku lalu membeli satu toples selai coklat yang ada di sana dan sebuah cemilan coklat yang kurasa cocok untuk menjalankan rencana jahilku ini.

Untuk memastikan jika orang itu benar-benar tidak akan keluar dari toilet ini, aku lalu kembali bertanya padanya.

"Halo mas, masih lama ya?"

Bertanya dan mengetuk pintunya berkali-kali, orang itu tetap juga tidak membalas perkataanku.

Mengetahui hal itu aku lalu membuka toples selai coklat dan cemilan coklat yang baru saja kubeli dan mengoles-ngolesinya dengan kedua tanganku.

Saat aku merasa jika hal ini sudah terasa cukup, aku lalu membersihkan tanganku dengan tisu yang kuambil dari tas selempangku dan memegang cemilan yang penuh dengan coklat ini dengan tisu yang melapisi tanganku.

Karena aku ingin memastikan hal ini untuk terakhir kalinya, aku lalu bertanya kembali pada orang yang berada di dalam toilet ini.

"Mas, apa anda benar-benar yakin tidak ingin keluar dari tempat air abadi ini?"

Tidak menunjukkan respon apapun, orang yang ada di dalam toilet ini sepertinya benar-benar fokus dengan hal yang sedang ia lakukan.

Merasa jika sudah tidak ada lagi kesempatan yang harus diberikan pada orang tersebut, aku lalu melemparkan benda yang kupegang di tanganku ini kearah bawah pintu toilet tersebut.

"Take that Bloody Mary."

Setelah hal itu terjadi aku pun mendengar suara lelaki jantan yang kaget akan benda tersebut. Mengetahui hal tersebut, aku pun tertawa terbahak-bahak dan tersenyum akan peristiwa yang baru saja terjadi di tempat monumen air abadi ini.

Setelah tertawa sebentar, aku pun menyadari jika ada sebuah Step yang belum kujalankan padahal hal itu sangatlah penting dalam sebuah rencana ini.

Mengetahui hal tersebut, senyuman dan tawa yang ada di wajahku pun perlahan hilang dikarenakan menyadarinya.

...Lelaki itu pun terlihat membuka pintu keluar minimarket itu dengan cepat sambil berlari-lari secara terbirit-birit. Ia pun juga terlihat membawa sebuah kantung plastik yang ia pegang dengan tangan kirinya.

Orang yang ada di dalam toilet itu pun terlihat jika ia sudah keluar tempat monumen air abadi itu. Ia lalu pergi dan berteriak sambil mengarahkan tangannya pada mahasiswa yang baru saja menjahilinya itu.

"Dasar berandalan!"

Bayangkan dalam sebuah rencana untuk merampok bank, semua langkah-langkah telah dipersiapkan dengan baik tapi dirimu lupa untuk menaruh bagaimana cara untuk kabur dari tempat yang sangat berbahaya seperti itu. Bayangin aja dulu, mikirnya nanti. Yah, jika itu terjadi padamu, mungkin kau sudah terkencing-kencing karena kebingungan.

Lelaki yang lari terbirit-birit itu pun terlihat kebingungan mengenai jalan yang harus ia ambil, ia lalu terlihat melihat ke arah kiri dan kanan secara berulang-ulang lalu pergi ke arah yang telah ia tentukan.

Ia pun menembus jalan raya yang dimana pada sedang waktu ramai-ramainya. Berlari saat melakukannya, perlahan-lahan banyak sekali kendaraan seperti motor dan mobil yang berhenti karena dirinya.

"Sorry Sir!"

"Maaf, Emergency, Emergency!"

Ia lalu melompati bagian depan salah satu mobil yang sedang berhenti di jalan raya itu.

...Hadasa Muraddas Haato, menurutku namaku yang unik inilah yang membuatku menjadi seseorang yang tampil beda. Aku merupakan seorang mahasiswa yang sedang disuruh pulang karena diberi sebuah hukuman untuk intropeksi diri, tapi bukannya langsung pulang kerumah, aku malah mampir ke minimarket terlebih dahulu.

Sedang sakit perut, menahan rasa ingin buang air besar. Aku lalu melihat ke arah beberapa batu yang berada di tanah, dan berpikir sesuatu mengenainya.

"Sakit perut, ingin buang air besar? Memegang batulah jawabannya? Mitos. Mitos seperti itu seharusnya tidak patut dipercayai, tapi entah kenapa...entah kenapa aku malah memegang salah satu dari batu itu di tangan kananku dengan erat."

Aku yang lelah karena sehabis berlari-lari lalu berjalan menuju kursi yang berada di dekat taman daerah ini.

Duduk sambil merilekskan seluruh bagian tubuhku, aku lalu melebarkan tangan dan kaki dengan tempo nafas yang cepat. Menghela nafas saat duduk, aku lalu menguatkan genggaman tangan kananku pada batu yang kupegang.

"Tidak bekerja...bukankah di google katanya manjur? Apa-apaan ini, apakah ini modus penipuan baru?"

Mengatakannya dengan nafas ngos-ngosan, aku lalu melempar batu itu ke arah belakang tubuhku.

Batu itu pun jatuh. Saat itu terjadi, aku lalu mendengar sesuatu seperti sebuah suara benda yang mengenai benda lainnya.

Saat aku melihat kebelakang, benar saja. Batu itu memang mengenai sesuatu.

Terlihat sebuah bangunan kecil yang sepertinya hanya terbuat dari kayu di dekat batu yang baru saja kulempar, kalau dilihat-lihat lagi sepertinya ini adalah sebuah toilet model lama yang biasanya dipakai di desa-desa.

"Toilet? Kenapa bisa ada sebuah toilet di sini?"

Kebingungan saat melihatnya, aku lalu berjalan mendekati bangunan kecil itu dan masuk ke dalamnya.

"Kecil sekali...tapi toilet tetaplah toilet."

Aku lalu mengikat kantung plastik yang kubawa dan menggantungnya bersama tas selempangku. Tidak lupa aku juga menggantung jaket yang kupakai bersama mereka.

Singkat cerita aku akhirnya buang air besar di sana dengan tenang.

Setelah itu aku pun memakai jaket dan memakai tas selempang yang sebelumnya aku gantung, dan setelah itu aku juga mengambil kantung plastik yang kugantung sebelumnya dan menggenggamnya dengan tangan kiriku.

Aku lalu akhirnya membuka pintu toilet ini dengan tangan kananku dan menyadari sesuatu yang aneh. Sangat aneh, aku pun melanjutkan langkah kakiku untuk berjalan keluar dari toilet model lama ini.

Terdengar suara burung-burung yang berkicau di sekitarku, suara-suara itu terdengar sangat ramai. Terasa seperti ada banyak hewan yang berkumpul di sekitarku.

Melangkahkan kakiku lebih jauh lagi, aku melihat sebuah tumbuhan yang memiliki bunga dengan kelopak bunga yang berjumlah 6 dengan panjang sekitar 1,8cm. Tumbuhan itu juga memiliki buah yang berbentuk seperti berry berukuran kecil dan berwarna ungu kehitam-hitaman. Tetapi ada satu buah yang berbeda, buah itu berbentuk bundar dengan warna kuning yang melengkapinya bentuknya.

Mulutku pun terbuka lebar karena kebingungan dan terkejut akan hal yang sedang terjadi. Tidak mengatakan apapun, aku hanya bisa menganga terhadap pemandangan yang kulihat saat ini.

To Be Continued

Bạn cũng có thể thích

CEO Jutek Dan Perisainya

Khafi Arjuna Naufal dan Zahira Zakiyah Nadira adalah individu yang terpisah, tetapi kehidupan keduanya terhubung kembali dengan cara luar biasa, yaitu takdir. Khafi adalah seorang CEO dengan lima saudara, dia anak ketiga, kepribadian yang jutek membuat banyak orang tidak suka dengannya, Khafi juga memiliki Jin dengan menjelma sebagai merpati, Jin itu memiliki kekuatan sihir yang hebat. Hingga membuat Khafi mengetahui segala masa lalunya yang belum tuntas dan menyakitkan. Rasa bersalah dari masalalunya membuat dia sangat ingin menuntaskan masalahnya di dunia masadepan. Dahulunya dia adalah seorang kesatria. Sementara di masa depan dia CEO ternama. Kekayaan yang dimilikinya membuat dia diincar oleh beberapa musuh dari masalalunya juga, dari seorang wanita yang menginginkannya, sampai dari CEO lain yang sering diacuhkan Khafi, mereka yang tidak terima mengirimi mantra sihir jahat kepada Khafi. Hingga keadaan yang tidak memungkinkan, seorang Alim meminta keluarganya mencarikan gadis yang berhati baik dan tulus serta penglihatan batin yang terbuka, yang akan menjadi perisai untuk Khafi. Keluarga Khafi hendak menikahkannya dengan Tiana, gadis yang disarankan seorang Alim. Namun, Tiana pura-pura sakit parah, dan meminta Zahira yang adik tirinya, untuk menggantikannya, agar keluarga Khafi memberi uang untuk pengobatan, nyatanya uang itu untuk kesenangan Tiana sendiri. Keluarga Khafi menerima pengantin pengganti dari Tiana, karena tahu kalau Zahira gadis yang sangat baik dan seorang Alim pun setuju. Namun, tidak dengan Khafi yang sangat membenci Zahira, karena pikiran Kahfi, Zahira menikahinya demi uang. Khafi pun acuh tak acuh dan setiap hari Zahira merasa terluka oleh prilaku Khafi kepadanya. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Bagaimanakah, masalalu Khahfi yang masih terhubung di zaman moderent? Apakah Khafi bisa berubah? Apakah Zahira bisa bertahan dengan pernikahannya?

Ririnby · Huyền huyễn
5.0
164 Chs

Difraksi Fragmen

Edwin Albern, bocah berusia tujuh tahun dipaksa oleh keluarganya berkeliling dunia hanya untuk melihat sisi gelap dari kehidupan manusia. Dunia yang dia tinggali ternyata lebih busuk dari pada yang dia kira, tempat di mana martabat manusia dan nilai kehidupan tidak dapat ditentukan. Kebahagiaan yang dia lihat selama ini seolah-olah hanya kebohongan yang dipamerkan. Pembunuhan, pembantaian, perbudakan dan kekejaman lainnya telah bocah itu saksikan dengan kedua matanya sendiri. Tidak ada tempat aman! Hak asasi manusia tidak lebih dari catatan yang kapan saja bisa diabaikan. Setiap kota yang dia kunjungi selalu ada manusia yang melakukan kejahatan semudah bernapas. Sejak berusia lima tahun dia sudah mengetahui bahwa keluarganya adalah mafia, mereka tidak lebih dari sekelompok penjahat. Karena Edwin yang kecil dan polos dipenuhi idealisme keadilan membuatnya menjaga jarak dengan keluarganya. Bahkan kematian orang tuanya beberapa bulan setelah dia mengetahui pekerjaan mereka tidak sedikit pun menyentuh hatinya. Tapi pandangan hidupnya berubah setelah upacara pemakaman. Kakaknya, anggota keluarganya yang tersisa menceritakan segala hal tentang keluarganya. Mereka mungkin dikenal sebagai mafia, tapi kenyataannya yang mereka lakukan adalah berbeda. Mereka melakukan pekerjaan demi melindungi tempat mereka. Sepotong kebohongan terungkap, tentang dua orang yang bermain peran bahkan rela menipu putranya sendiri. Setelah perjalanannya selesai, bocah kecil itu membuat keputusan, bahwa sekarang adalah gilirannya bermain peran.

MattLain · Huyền huyễn
5.0
276 Chs

số lượng người đọc

  • Đánh giá xếp hạng tổng thể
  • Chất lượng bài viết
  • Cập nhật độ ổn định
  • Phát triển câu chuyện
  • Thiết kế nhân vật
  • Bối cảnh thế giới
Các đánh giá
đã thích
Mới nhất

HỖ TRỢ