webnovel

Kembalinya Masa Lalu

Pembicaraan kami harus terhenti karena kedatangan seseorang yang sudah lama tidak ada kabar. Ketika dia memelukku, aku hanya bisa diam dan belum meresponnya. Wajahnya terlihat begitu bahagia, tidak sepertiku yang masih menampilkan raut penuh kebingungan. Saat masih dalam pelukannya, aku menoleh pada Argat yang memilih melihat ke arah lain. Seandainya saja Argat menunjukkan tindakannya, maka aku tidak akan hanya diam dalam kebingungan.

"Maya," ucapku setelah pelukannya dilonggarkan.

"Apa kabar, Delisa?" tanya Maya yang membuat mataku berkaca-kaca.

Chương bị khóa

Hỗ trợ các tác giả và dịch giả yêu thích của bạn trong webnovel.com

Chương tiếp theo