Aku bangun dengan mata sembab dan bengkak, bahkan belum ganti baju, masih pakai baju yang ku kenakan saat pergi dengan Bimo.
Ah ... Bimo ... Mati aja!
Kusambar handuk dan segera mandi, kali ini aku mandi sedikit lebih lama, mendinginkan badanku agar otakku juga ikut dingin. Selesai mandi dan ganti baju, aku turun ke bawah dan mendapati meja makan sudah penuh dengan lauk pauk dan sayur asem, bi Marni sudah masak ternyata.
Aku bagun agak siang hari ini, dan ini sudah waktu makan siang makanya bi Marni langsung masak lauk saja daripada nasi goreng. Kulahap cepat seporsi nasi yang ku ambil di piring, aku lapar sekali karena tenagaku sudah terkuras untuk menangisi Bimo.
Tak kudapati bi Marni sedari tadi, apa sedang pergi ke pasar ya? Entahlah.
Hỗ trợ các tác giả và dịch giả yêu thích của bạn trong webnovel.com