"Baiklah, sebaiknya kita berpencar?" Tanya Kurosa.
.
.
Odelia segera memasuki salah satu lorong.
"Lorong ini terlalu banyak untuk setiap orang yang disebutkan oleh Time Stop.... jangan-jangan ada orang lainnya lagi?" Tanya Ardolph.
"Benar juga..." jawab Osamu.
Albern memasuki lorong lainnya tanpa pikir panjang.
"Aku masuk ke sana! Ayo Asuka, Toshiko!" Kata Kurosa sambil menarik tangan mereka berdua.
"Sebentar..." kata Ermin.
Kurosa berhenti.
"Ini... jelas-jelas melanggar peraturan... kalian harus siap dengan hukumannya... tidak.. kita harus siap dengan hukumannya!" Kata Ermin.
Kurosa tersenyum,
"Tentu saja! Asalkan mereka tidak mengurangi jatah makanan, aku rela dihukum.. bahkan aku lupa kita akan menyelamatkan siapa... tetapi... hati ini berkata dengan kuat." Kata Kurosa.
"Ah.. dasar.." kata Asuka sambil tertawa kecil, lalu mereka bertiga berlari ke salah satu lorong.
"Sebenarnya.. aku juga lupa... kita semua lupa akan menyelamatkan siapa... tetapi hati ini berkata dengan kuat sekali..." pikir Ermin.
.
.
Ermin menggandeng tangan Rheinalth.
"Ayo, Rheinalth.." kata Ermin.
Lalu mereka memasuki salah satu lorong.
"Anu... kami boleh ikut?"
"Megan?" Kejut Ermin.
"Ya... hatiku juga berkata dengan kuat... untuk datang kemari." Kata Megan.
"... baiklah." Jawab Ermin.
Lalu mereka bertiga memasuki salah satu lorong.
.
.
.
"Denzel." Kata Junko.
"Baiklah." Jawab Denzel.
Mereka berdua memasuki salah satu lorong.
.
.
"Ayo!" Kata Aerum sambil menggandeng tangan Lucianna, Osamu, Nera, dan Alexa.
Mereka berlima memasuki salah satu lorong.
.
.
"Tch... denganmu lagi.." keluh Alvina.
"Ya sudahlah.." kata Alfred pasrah.
.
.
.
.
.
.
.
"Mereka memang bodoh ya.." kata pria itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pria itu datang lagi kepada Yukina yang masih meringkuk di sudut ruangan.
"Mereka datang lho." Kata pria itu.
Yukina merasa terkejut, tetapi ia masih sedih.
Pria itu berjalan-jalan di ruangan itu sebentar.
.
.
"..?!"
Yukina menemukan sebuah rak buku di sudut ruangan di mana ia meringkuk. Yukina mengambil satu buku. Buku itu berbentuk seperti album.
"Eh.." kejut Yukina.
Yukina membuka buku itu.
"Lho..." kejut Yukina.
.
.
"Eh?" Kejut Pria itu.
Pria itu melihat ke arah Yukina dan sangat terkejut. Pria itu segera mengambil album itu.
"J-Jangan!" Teriak Pria itu.
"Kenapa?" Tanya Yukina.
"Pokoknya... jangan dilihat.." kata pria itu malu.
Yukina tersenyum.
"Oooh... begitu... kamu sangat menyukai Re--" kata Yukina, lalu Pria itu menutup mulut Yukina.
"JANGAAAN!" Teriak pria itu. Mukanya sangat merah.
"Begitu..." pikir Yukina.
.
.
.
.
Pria itu berjalan-jalan lagi,
"Bodohnya mereka... mereka tidak tahu jika anak buahku banyak... mereka hanya menemukan sekitar 5 saja, dan itu hanya yang terkuat sih... yang lain-lain belum mereka temukan rupanya... padahal mereka adalah pahlawan..." kata pria itu.