Pagi pun datang. Mereka semua bersiap-siap untuk belajar bersama.
Pelajaran sihir pun dimulai.
"Sekarang, kita akan belajar mengenai sihir-sihir kalian. Pertama, kita akan melakukan test stamina." Jelas ms. Sheva.
"Dengan alat ini. Kalian hanya perlu berdiri di atasnya." Kata ms. Ardeen membantu ms. Sheva.
"Alatnya berbentuk seperti timbangan!" Kata Kurosa.
"Baiklah, kita mulai. Biasanya, jika usia-usia seperti kalian, rata-rata stamina berjumblah 3000 total. Jika stamina kalian di atasnya, berarti stamina kalian di atas rata-rata dan itu bagus. Jika stamina kalian di bawah rata-rata, berarti kalian perlu lebih banyak latihan atau asupan stamina." Kata ms. Sheva.
"Baiklah, Kurosa, kau coba dulu." Panggil ms. Ardeen.
"Baik!" Kata Kurosa dengan bersemangat.
Kurosa berdiri di atas alat itu. Dan di sana tertulis total stamina 30.000 total.
"30. 000! Banyak sekali!" Kejut Yukina.
"Hebat!" Kejut ms. Ardeen.
"Biasanya rata-rata stamina orang dewasa adalah 30.000. Kau memiliki total stamina yang sangat tinggi." Kata ms. Sheva.
"Baiklah, berikutnya, Yukina." Panggil ms. Ardeen.
Yukina pun berdiri di atas alat itu. Tertulis di sana total stamina 5000.
"Kau memiliki stamina yang lumayan tinggi." Kata ms. Sheva.
"Baiklah, sekarang Ermin." Kata ms. Ardeen.
Ermin menaiki alat itu. Dan di sana tertulis 6000 total stamina.
"Kau juga memiliki stamina yang tinggi." Jelas ms. Sheva.
"Sekarang Denzel." Kata ms. Ardeen.
Denzel pun menaiki alat itu. Di sana tertulis 3000 total stamina.
"Denzel, staminamu sesuai rata-rata." Kata ms. Sheva.
"Rheinalth, giliranmu." Kata ms. Ardeen.
Rheinalth menaiki alat itu. Dan di sana tertulis 5000 total stamina.
"Kau memiliki stamina yang tinggi." Kata ms. Sheva.
"Bagaimana kalau kita coba Karen?" Tanya ms. Ardeen.
Karen pun menaiki alat itu. Di sana tertulis 20.000 total stamina.
"Dia juga memiliki stamina yang sangat tinggi." Kata ms. Sheva.
"Nera." Panggil ms. Ardeen.
Nera menaiki alat itu. Dan di sana hanya tertulis 2000 stamina.
"Nera, staminamu cukup rendah. Mungkin karena selama ini kau lebih sering menggunakan sihir penyembuh daripada sihir tumbuhanmu. Kembangkan lagi sihir tumbuhan milikmu." Kata ms. Sheva.
"Baik." Jawab Nera.
"Leon, mau coba?" Tanya ms. Ardeen.
Leon pun berkata,
"Tentu saja."
Leon menaiki alat itu. Di sana tertulis hanya 2000 total stamina.
"Leon, staminamu rendah. Kau harus mengembangkan sihirmu." Kata ms. Sheva.
"Baik, ibu guru." Kata Leon sedikit kecewa.
Karen pun menepuk pundak Leon dan berkata,
"Jangan kecewa begitu. Kau masih bisa mengembangkannya."
"Baiklah, Shana." Panggil ms. Ardeen.
Saat Shana menaikinya, hal ini membuat semuanya terkejut. Di sana tertulis 0 stamina.
"Apa ini? Mengapa 0?" Kejut ms. Sheva.
"Mungkin ia adalah penyihir tipe tertentu?" Kejut ms. Ardeen.
"Ya, benar." Jawab Denzel.
"Ia adalah penyihir yang tidak menggunakan stamina. Ia hanya memerlukan... makanan?" Tanya Denzel.
"Benar! Jika aku makan apapun itu, aku bisa menjadi sangat kuat dan tidak terkalahkan. Seperti... aku bisa memukul tembok hingga hancur hanya dengan satu pukulan kecil, jika aku makan." Kata Shana.
"Dia adalah tipe non stamina wizard. Jenis yang sangat langka." Kata Denzel.
"Jadi, kau hanya perlu mengembangkan kekuatan bela dirimu." Kata ms. Sheva.
"Baiklah, sekarang Ardolph." Kata ms. Ardeen.
Ardolph menaiki alat itu. Dan di sana hanya tertulis 2000 total stamina.
"Ardolph. Mungkin kau kurang latihan. Kembangkan dirimu." Kata ms. Sheva.
"Baik! Aku akan berusaha." Jawab Ardolph.
Akhirnya, semuanya sudah menaiki alat itu. Stamina tertinggi adalah Kurosa dengan jumblah 30.000. Dan stamina terendah adalah Nera, Leon, dan Ardolph, yaitu dengan jumblah 2000.
"Ingat ini. Kalian tidak perlu kecewa, atau berpikir bahwa kalian lemah karena stamina kalian tergolong rendah. Stamina hanya memiliki manfaat untuk mengeluarkan sihir. Jika stamina kalian habis, maka kalian tidak bisa mengeluarkan sihir. Dan itu juga tergantung dengan pengeluaran stamina kalian. Jadi, jangan berkecil hati. Kalian masih bisa mengembangkannya." Kata ms. Sheva menguatkan mereka semua.
Mereka semua mengangguk.
"Masih ada banyak hal yang kalian bisa pelajari." Kata ms. Ardeen.