webnovel

Tak ingin mengulang

Seolah memiliki rencana tahapan drastis yang membuat Nathan menjadi jengah, bahkan termasuk ruangannya yang seperti di paksakan sewa oleh Max yang melanjutkan setelah waktu kerjanya selalu di kantornya. Ya, alasan apa lagi jika bertamengkan Zeno sudah lebih kuat tak terbantahkan?

Makin membuat Nathan sengsara menjalani harinya terlebih dengan Tommy yang seperti di pihak lawan dengan tahan tawa cekikikan saat sang kawan berkeluh kesah.

Plak

Lengan Nathan yang menjadi amat gatal pun lantas menoyor belakang kepala Tommy dengan kekuatan tak terkontrolnya. Tak di pedulikan rintih kesakitan sang kawan, alih-alih malah membekap mulut Tommy dengan netra melotot yang memberikan peringatan.

"Baiklah-baiklah... Hufh-hufhh... Aku benar-benar tak bisa bernapas dengan benar, Nath," mohon Tommy dengan napasnya yang tersengal.

Nathan yang melepaskan telapak tangannya pun kemudian menganggukkan kepala dengan senyum puasnya.

"Bagus, aku mau kau membawa Zeno pergi, apa pun alasannya."

ตอนที่ถูกล็อกไว้

สนับสนุนนักเขียนและนักแปลคนโปรดของคุณใน webnovel.com

ตอนถัดไป