webnovel

Mulai Percaya

Indah merasa sangat tertekan setelah mengingat kejadian itu, membuat Indah tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

Indah masih memilik sedikit perasaan trauma di hatinya terhadap Rafael, namun entah mengapa, mungkin karena keberadaan Rafael pula yang selalu berada di sisinya dan melindunginya, rasa traumanya mulai terkikis sedikit demi sedikit.

Perasaan trauma itu seolah di gantikan oleh suatu perasaan aneh yang menetap di hatinya, dia tidak dapat memahami perasaan yang dimilikinya.

Indah tak berkata sepatah katapun dari awal hingga akhir, dia tak tau harus mengatakan apa, tempat ini begitu cantik dan menarik perhatiannya, dia bahkan terpesona dengan tampilan luar dari bungalow, apa lagi jika dia melihat masuk ke dalam? Pikir Indah.

Rafael yang melihat tatapan takjub di mata Indah, merasakan rasa hangat di hatinya. Dia akan membuat Indah selalu bahagia bagaimanapun caranya, sumpah Rafael dalam hati.

"Mengapa kamu membawaku kesini?" tanya Indah bingung.

Namun Rafael tak menjawab pertanyaan Indah, dia hanya menarik tangan Indah dan masuk kedalam bungalow.

Deg... Mendapati Rafael yang secara tiba-tiba memegang tangannya, membuat wajah Indah bersemu merah.

Tepat pada saat mereka sampai di depan pintu, Rafael mengeluarkan sebuah kain penutup mata dari dalam sakunya.

"Sebelum masuk, pakailah ini terlebih dahulu!" pinta Rafael.

"Ah... Apa aku harus mengenakannya?" ucap Indah dengan nada curiga.

Mendapati tatapan curiga dari Indah, membuat Rafael tersenyum hangat.

"Percayalah, aku tidak akan melakukan hal yang membuat Ibu anakku tidak senang!" ucap Rafael.

Indah : "...." Maksudnya? Ibu anak apa? Mana anak itu? Mungkin dia hanya salah dengar.

Meski Indah merasa gugup dan agak was-was, namun dia tidak dapat memungkiri bahwa dia masih memiliki kepercayaan yang cukup terhadap Rafael.

Maka dari itu, dengan ragu-ragu Indah membiarkan Rafael menutup kedua matanya dengan kain itu.

Indah merasakan dirinya di bawah masuk kedalam, dengan hati-hati Rafael mengiring Indah, dia sangat memperlakukan Indah layaknya seperti sebuah kaca yang rapuh.

Dia tidak ingin Istri dan anaknya terluka secara tidak sengaja oleh dirinya. Baiklah, meskipun belum resmi menjadi istrinya, namun cepat atau lambat Indah tetap akan menjadi miliknya seutuhnya, demi anak yang ada di rahim Indah, Rafael akan melakukan segalanya.

Beberapa saat kemudian, mereka berhenti berjalan.

"Jangan buka penutup matamu sebelum aku mengijinkanmu." ucap Rafael lembut.

"Baiklah, tapi sampai kapan aku harus seperti ini?" ucap Indah sedikit tidak sabar.

"Sebantar lagi!"

Beberapa detik kemudian...

"Sekarang, bukalah matamu" pinta Rafael.

Indah lalu melepaskan penutup matanya secara perlahan, hal pertama yang dilihatnya adalah kelopak-kelopak bunga berwarna warni jatuh dari atas, menciptakan pemandangan yang sangat cantik dan menawan.

Indah sungguh terpukau, hingga membuat wajahnya tersenyum dengan sangat cantik.

Setelah itu terdengar iringan musik romantis, di sertai dengan langkah kaki dari arah depannya.

Indah dapat melihat dengan jelas, Rafael dengan sebuket bunga mawar besar di tangannya.

Tidak hanya itu, Indah menyadari bahwa dirinya sedang berdiri di tengah-tengah lingkaran bunga yang berbentuk hati.

Setiap bunga itu berbeda jenis.

Bunga daisy yang melambangkan kesetiaan dan kepercayaan, bunga lili melambangkan kesucian dan kerendahan hati, bunga forget me not melambangkan cinta sejati, bunga Haydrangea melambangkan rasa syukur dan terimah kasih.

Baru kali ini Rafael merasa sedikit gugup, menyatakan perasaan ternyata tidak semudah itu. Namun pada saat dia melihat senyuman Indah yang cantik, rasa gugupnya menghilang dan dadanya terasa begitu hangat dan tentram.

Rafael lalu melangkah mendekat ke arah Indah, senyum di wajahnya terus mengembang sambil menatap gadis pujaannya tanpa berkedip.

Sebentar lagi dia akan mengungkapkan perasaannya pada Indah, dia sudah mempersiapkan mentalnya untuk jawaban yang akan di berikan Indah padanya.

Next chapter