KAPAN KITA MENIKAH?
"Kapan kita menikah?"
Tiga kalimat sederhana yang sering ditanyakan oleh Nisya, perempuan berparas manis, yang ambis dan easy going. Pertanyaan yang tidak pernah bisa dijawab oleh sang kekasih, Rivano Meghantara, si duda tampan yang hobby ghosting perasaan orang.
Pacaran sudah bertahun-tahun. Cocok sudah pasti. Tapi duda tampan itu, tidak pernah memberikan kejelasan mengenai hubungan mereka. Bahkan, Nisya sudah begitu akrab dengan 'anak' Rivano. Tapi— hubungan mereka belum juga ada kejelasan.
Hingga suatu hari, munculah seorang pria lain yang tak tampan bernama Marvin Axelle Sadewa. Yang terang-terangan mengaku, kalau suka pada Nisya.
"Sampai kapan kita seperti ini terus? Apa aku harus selingkuh dulu sampai kamu mau menikahiku?" — Nisya
"Bukannya aku tidak mau kita segera menikah, tapi—" Rivano
"Selama janur kuning belum melengkung. Berarti ada banyak kesempatan untuk menikung." — Marvin
LangitBiru127 · Urban
Ceritanya menarik tentang masa depan. Tapi harapannya ketika mengambil latar belakang masa depan. harus detail penggambaran atau suasana lingkungannya. Apa-apa saja yang berbeda. Huruf kapital dan tanda baca juga perlu diperbaiki kak. Setiap dialog untuk awal kalimat beri huruf kapital yah...