webnovel

tapak sakti

Related Stories
Dokter Sakti Muda dari Desa
Author: Color is exactly the same as_house
Ongoing · 40.4K Views
Synopsis
Setelah menyelesaikan studi dan kembali ke desa, yang saya inginkan hanyalah mencari nafkah dengan tenang, mengobati yang sakit, dan menyelamatkan nyawa, tetapi secara tidak terduga, para wanita pelamar mulai bermunculan di depan pintu rumah saya.
Table of Contents
More

PENDEKAR TAPAK DEWA

Kebiadaban yang dilakukan oleh gerombolan La Kala (Kelompok Merah-Merah) di bawah pimpinan La Afi Sangia makin merajalela. Terakhir mereka membantai penduduk Desa Tanaru beserta galara (kepala desa) dan keluarganya sebelum desa mereka dibumihanguskan. Mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana yang sebagian besarnya hangus bersama rumah-rumah mereka. Darah Jenderal Hongli alias Dato Hongli mendidih menyaksikan bekas aksi kebiadaban yang di luar batas kemanusiaan itu. Darah kependekarannya menangis dan jiwanya menjerit. Tetapi ada sebuah keajaiban. Di antara mayat-mayat bergelimpangan ada sesosok bayi mungil yang kondisinya masih utuh. Tubuhnya sama sekali tak bergerak. Sang bayi malang seolah-olah tak tersentuh api walau pakaiannya telah menjadi abu. “Oh...ternyata bayi ini masih hidup,” desah sang mantan jenderal perang kekaisaran Dinasti Ming. Diangkatnya bayi itu seraya lanjut berucap, “Akan kubesarkan bayi ini. Dia adalah sang titisan para dewa. Akan kugembleng ia agar kelak menjadi seorang pendekar besar. Kelak, biarlah dia sendiri yang akan datang untuk menuntut balas atas kematian keluarganya serta seluruh penduduk desanya. Akan kuberi bayi ini dengan nama La Mudu. Ya, La Mudu, Si Yang Terbakar...!” Lalu sang pendekar besar yang bergelar Wu Ying Jianke (Pendekar Tanpa Bayangan) itu mengangkat tubuh bayi itu tinggi-tinggi dengan kedua tangannya. Ia berseru dengan suaranya yang bergetar membahana: “Dengarlah, wahai Sang Hyang Dewata Agung....! Aku bersumpah untuk menggembleng dia menjadi seorang pendekar besar yang akan menumpas segala bentuk kejahatan di atas bumi ini..!! Wahai Dewata Agung, kabulkanlah keinginanku ini...!! Kabulkan, kabulkan, kabulkan, wahai Dewata Agung...!” Sang Hyang Dewata Agung mendengar permohonannya. Alam pun seolah mengamininya. Cahaya petir langsung menghiasi angkasa raya yang disusul dengan guruh gemuruh yang bersahut-sahutan. Tak lama kemudian hujan deras bagai tercurah mengguyur bumi yan

M Dahlan Yakub Al Barry · Fantasy
Related Reviews
Related Questions
What are the similarities and differences between'manga tapak sakti' and other manga?
1 answer
2025-05-28 12:36
I haven't come across'manga tapak sakti' before. Usually, similarities in manga can be in the use of common tropes or similar character archetypes. Differences could show up in the world-building or the way the story progresses.
Is Goddess Sakti the highest god?
1 answer
2026-08-10 13:16
Sakti was not the highest god in Indian mythology. In Indian mythology, the three gods (Shiva, Brahma, Vishnu) held a high position. The goddess Sakti was the wife of Shiva, the half of Shiva, and the mother of the universe. She was seen as a symbol of power, destruction, and rebirth. She was the mother of action, the beginning, the power of all karma, and the mother of the universe, but she was not the highest god. Hurry up and click on the link below to return to the super classic "Lord of the Mysteries"!
Related Topics
More
New Arrivals
Popular Searches