webnovel

kasus alda risma

Related Stories
“AIR” Kasus Terlarang Agen Spionase dan Seorang Bintang
Author: Ash_grey94
Ongoing · 139.7K Views
Synopsis
Siapakah ‘AIR’ yang selalu ditakuti oleh para organisasi gangster? Apakah dia seorang pria atau wanita, orang itu ada dimana-mana, tidak terlihat, tidak tersentuh, dan sangat membunuh. Begitu banyak uang terbakar habis hanya demi menemukan keberadaan tokoh misterius yang melegenda itu… “Berikan aku cucu, maka kamu bisa kembali melakukan apapun yang kamu mau.” Ketika kakeknya bertitah, pria itu menarik kembali identitasnya dan menjalani hidup sebagai orang biasa pada umumnya demi memberi sebuah pewaris baru pada keluarganya. Tidak masalah wanita manapun, kencan buta dengan 1000 gadis berkelas memang cukup membuang waktu. Tapi hanya dengan cara ini, ia bisa kembali ke dunianya yang diam-diam brutal penuh kebuasan! Sayang sekali… Inikah takdir? Seorang bintang yang sangat mempesona menggelitik kepolosannya sebagai seorang pria. Seorang bintang yang sangat rapuh itu harus ikut tenggelam dalam lautan kasus berdarah yang masih terus mengekor dibelakang pria itu. Kisah cinta yang dilarang oleh dunia, seberapa kuatkah mereka melawan arus ini?
Table of Contents
More
Related Reviews
Letto_Anker
Letto_Anker
2020-12-16

Hari sudah semakin sore, namun Risma belum terbangun juga dari tidurnya. Dewi yang sedang bersantai di ruang tamu bersama Bayu, mencoba menanyakan Risma. "Kak Risma kok belum bangun sih Kak?, apa dia sakit?." tanya Dewi. "Nggak tau!, mungkin dia kelelahan ...." ucap Bayu yang sedang bersantai sembari membaca koran. "Kenapa Kakak nggak membangunkannya?, atau membawakan makan untuknya ke kamar, gitu?!, kan, Kak Risma belum makan dari tadi pagi Kak." kata Dewi sembari memainkan HP nya yang sedang ia pegang. "Kamu aja sana!, yang ke kamar dan membawakan dia makanan." ucap Bayu "Kakak gimana sih ..., kan, Kakak suaminya, lagian semalam aku dengar Kakak juga muntah-muntah, pasti Kak Risma juga merawat Kakak." ungkap Dewi. Mendengar perkataan Dewi, Bayu langsung menaruh koran yang sedang ia baca dan lalu menatap Dewi. "Emang sebenarnya, apa yang telah terjadi sama Kakak semalam?." tanya Bayu. "Semalam Kakak itu mabuk ..., Pak Bian dan Pak Aga juga mabuk, lalu mereka tidur di kamar tamu Kakak, karena Kakak mabuk berat, Kak Risma membawa Kakak masuk ke Kamar, kasian loh ..., Kak Risma sampai sempoyongan karena Kakak terlalu berat. " ujar Dewi. Bayu tetap menatap Dewi. "Terus ...?." tanya Bayu. "Terus aku membantu Kak Risma buat bawa Kakak ke kamar, dan setelah itu aku tidur, aku tidur di samping kamar Kakak dan Kak Risma, udah itu aja, nggak ada lagi terus-terus!. " kata Dewi. Disitulah Bayu menyadari kenapa dia bisa tidur dengan Risma, bahkan telah menidurinya. "Kamar itu kan, cuma dua ..., kalau Dewi tidur di kamarku, berarti?, Oh ..., jadi begitu ceritanya ..., mungkin karena terlalu mabuk, hingga aku lupa dengan kejadian semalam. " kata Bayu dalam hati sembari mengangguk-angguk kan kepalanya, karena Bayu baru mengerti alasannya, kenapa dia bisa tidur di kamar Risma. "Kakak kenapa?, kok malah ngangguk-ngangguk gitu?. " tanya Dewi yang melihat Bayu sedang mengangguk-ngangguk. "Nggak apa-apa, lupakan saja." kata Bayu sembari berjalan kearah dapur. "Mau kemana Kak?. " tanya Dewi saat Bayu berjalan menuju dapur. "Ambilin makanan buat Risma." sahut Bayu dan lalu hilang dari pandangan Dewi. Saat Bayu mengantarkan makanan untuk Risma, Risma masih dalam keadaan tertidur pulas, dan lalu Bayu duduk disampingya sembari mengelus-ngelus rambut Risma yang di atas kening. Setelah beberapa kali Bayu mengelusnya, akhirnya Risma terbangun. Ketika melihat Risma terbangun, Bayu segera menjauhkan tangannya dari kening tersebut dan langsung mengambil sepiring makanan yang dia taruh di meja kamar tersebut, meja disamping tempat tidur Risma. "Hay Bay ..., pagi ...." sapa Risma yang melihat Bayu sudah kembali ke kamarnya. "Ini sore bukan pagi!." cletus Bayu . "Oiya!, maaf ..., aku baru bangun, kepalaku terasa sangat pusing." kata Risma sembari memegang kepalanya. Sembari bertanya, Bayu menyuapi makanan untuk Risma. "Memangnya semalam apa yang telah terjadi?, sampai membuat kepalamu pusing gini?." tanya Bayu sembari menyuapi Risma. Tanpa menolak, Risma dengan bahagia menerima suapan yang diberilan Bayu tersebut kepadanya. "Em ..., semalam?!, apa ya?, aku nggak tau apa yang terjadi, yang aku ingat aku cuma merangkulmu dan membawamu ke kamar, lalu aku tertidur." ungkap Risma sembari mengunyah makanan yang masih berada di dalam mulutnya. Mendengar perkataan Risma, Bayu langsung tersenyum. "Cuma itu saja?, nggak ada yang lain ...?." tanya Bayu sembari terus menyuapi Risma. Risma hanya mengangguk dan menikmati makanan yang di berikan Bayu untuk nya. "Syukurlah ..., dia nggak tau apa yang terjadi semalam." kata Bayu dalam hati sembari tersenyum dengan perasaan yang lega setelah Risma mengangguk. Saat melihat Bayu tersenyum, Risma balik bertanya sama Bayu. "Kenapa kamu tersenyum Bay..?, apa semalam ada yang salah denganku?." tanya Risma sembari mengunyah makanan yang di berikan Bayu, yang sudah hanya tinggal beberapa suap lagi untuk ia makan tersebut. "Nggak!. Nggak apa-apa, yaudah ni, makan sendiri, abis itu cepat mandi dan bersiap-siap, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." kata Bayu sembari memberikan makanan yang tinggal beberapa suap lagi tersebut kepada Risma dan berhenti menyuapinya. Pada saat itu, Risma menerimanya sembari terdiam menatap Bayu. Setelah Risma menerima sisa makanan yang sedikit lagi habis tersebut, Bayu langsung pergi dan kembali keruang tamu, dimana pada saat itu, Dewi masih berada di ruangan tersebut. "Kak Risma sudah bangun Kak?. " tanya Dewi yang melihat Bayu kembali ke ruangan tersebut. Sembari beranjak duduk di ruangan tersebut Bayu menjawabnya. "Sudah!. " sahut Bayu. "Sudah di kasih makan ...?." tanya Dewi. "Sudah ..., kamu ini kenapa sih, kayak dia itu seorang bayi saja!,  dia itu sudah besar, lagian kalau dia laper, juga!, dia bisa cari makan sendiri!. " kata Bayu sembari duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut. Mendengar ucapan Bayu, Dewi terdiam sembari menunduk kan kepalanya untuk beberapa saat, lalu .... "Oiya Kak ..., malam ini aku ada janji ketemu clien di VILLA Indah, jadi ..., mungkin aku menginap disana." ujar Dewi. Seketika itu Bayu langsung menatapnya. "Sama siapa?, dan kenapa harus menginap?, kamu ini perempuan!, aku tidak memberimu ijin!. " kata Bayu dengan tegas. "Yaelah Kak ..., jangan khawatir ..., aku bawa beberapa pengawal kok,  Kak ..., lagian memang lokasinya lumayan jauh dari sini ..., jadi aku harus menginap disana, tenang Kak ..., aku bisa jaga diri kok." kata Dewi sembari mengelus-elus lengan Bayu untuk merayunya. Bayu hanya diam dan tidak memperdulikan nya. Lalu Dewi mencoba merayunya kembali agar Bayu memberinya ijin. "Ayolah Kak ..., ini demi karir Dewi ..., lagian teman Dewi seorang cewek kok!, cantik, baik berhijab, lagi!. " kata Dewi. Mendengar penjelasan Dewi, akhirnya Bayu mengijinkan nya. "Yaudah ..., iya ..., tapi ingat!, tidak boleh lebih dari itu!." kata Bayu dengan tegas. Mendengar Bayu telah mengijinkan nya, Dewi tersenyum dan segera berpamitan untuk pergi menemui teman nya tersebut. Pada saat itu Dewi hanya berpamitan sama Bayu, karena Risma sedang berada dikamarnya dan posisinya Dewi sedang buru-buru. "Iya Kakak ..., selesai itu Dewi langsung pulang, yaudah kalau begitu, Dewi brangkat sekarang ya Kak, do'a-in sukses." ucap Dewi dan langsung mencium tangan Bayu lalu bergegas berangkat tanpa menunggu Bayu membalas ucapan nya dulu. "Amin ..., Nggak pamit sama Kak Risma dulu ...?." tanya Bayu ketika Dewi tiba-tiba langung berangkat begitu saja. "Salamin aja Kak ...!." teriak Dewi dari kejauhan dan lalu hilang dari "peradaban". ( eh ..., bukan peradaban tapi dari pandangan, karena Dewi sudah pergi dan sudah tak terlihat lagi oleh Bayu.) Selang beberapa menit setelah keberangkatan Dewi, terdengar ada sebuah mobil masuk ke halaman parkir rumah tersebut. Dan ternyata itu adalah Amel. Amel sengaja memakai pakaian yang sangat sexy, dengan rok yang sangat mini hingga celana dalam yang dia pakai bahkan hampir terlihat sepenuhnya, ditambah lagi ia memakai baju kemeja berwarna merah muda yang sangat tipis dan tranparan, sehingga membuat puting payudara Amel terlihat jelas, walau sedikit buram, karena pada saat itu dia juga sengaja tidak memakai Bra. Amel melakukan itu semua karena dia berharap, Bayu bisa tergoda saat melihatnya. "Hay Bay ..., boleh aku masuk?." tanya Amel sembari membusungkan dada, sehingga buah dada nya terlihat lebih menonjol dari biasanya. "Masuklah ..., kan, kamu juga tinggal disini, jadi kamu tidak perlu meminta ijin, hanya untuk sekedar masuk." kata Bayu sembari membaca koran yang tadi belum selesai ia baca. Bayu cuek-cuek saja pada saat itu, sama sekali tidak mempedulikan penampilan Amel, dan bahkan hanya menatapnya sesaat saja, itu pada saat Amel meminta ijin masuk kepadanya. Melihat Bayu yang sama sekali tidak merespon nya, Amel merasa kesal, namun dia tetap bersikeras ingin mendapatkan hati dan simpati dari Bayu. (Dari telkomsel ...🤣) "Ini cowok sebenernya sehat nggak sih?!." tanya Amel dalam hatinya yang tidak paham dengan sifat lelaki seperti Bayu, padahal dia sudah bersusah payah dandan se-sexy mungkin namun Bayu tidak memperdulikan nya. "Oiya Bay ..., Bos Risma kemana?." tanya Amel. "Ada, itu di kamarnya." sahut Bayu.

Related Questions
Is Alan Alda truly a comic genius?
1 answer
2025-06-20 04:56
Yes, Alan Alda is definitely a comic genius. His comedic timing and delivery are outstanding.
What makes Marceau Alda Graphic Novel unique?
2 answers
2024-12-10 04:02
The unique art style of Marceau Alda Graphic Novel sets it apart. The use of colors, lines and shading creates a distinct visual experience.
Are there any Alda - related books that are suitable for all ages?
3 answers
2024-11-22 10:55
Yes, there might be. If Alda is a name in a children's literature or a family - friendly series, then the books related to it would be suitable for all ages. For instance, if it's a story about Alda the friendly animal in a forest, it would be a cute and innocent story for kids and enjoyable for adults too.
What are some well - known Alda stories that are not erotic?
2 answers
2024-11-21 21:45
I'm not sure specifically which 'Alda' you are referring to. There could be many characters or entities named Alda in different fictional works or real - life contexts that have non - erotic stories. For example, if Alda is a character in a children's book, the stories might be about friendship, adventure, or learning important life lessons.
Can you recommend some works similar to Marceau Alda Graphic Novel?
3 answers
2024-12-09 22:28
Sure. 'Persepolis' by Marjane Satrapi is a great graphic novel that has a similar engaging style. It tells a personal and historical story through powerful illustrations and text. Another one could be 'Maus' by Art Spiegelman, which uses unique animal characters to depict a serious historical event.
Related Topics
More
New Arrivals

Has the tyrant's gorgeous beauty turned black?

Du Zhiruo didn't know until he died that he was just a character living in a sadistic book. It was because of Bai Yueguang's early tragic death that the paranoid tyrant couldn't forget. However, she was already dead. What was ridiculous was that someone told her that she had put it on wrongly and had to put it on again. The script that truly belonged to her should be that vile, vile, and vile supporting actress who was greedy for vanity and could not get what she wanted! What the hell was this? She had been arrogant all her life and was not even afraid of death. In the end, she was going to be beaten into dust after being reborn? How could this be! So what if she was a vicious supporting actress? Want her to follow the script? That was impossible, impossible in this lifetime! This time, not only did she want to rewrite her own life, but she also wanted to rewrite the ending of the entire story! * The sadistic female protagonist who hated her the most was her strongest support. The cold-hearted second male lead who despised her the most was her best ally. Even the tyrant who had never looked at her in the eye would become her tool, change his tyrant habits, and become a wise monarch. She was the one and only gorgeous beauty in the book. She could go to the battlefield, take the head of the general among the tens of thousands of troops, and intimidate the barbarians in all directions. She could dominate the world, turn the tide, and turn the rotten into the magical. * Seeing that everything was developing in the direction she had expected, she wanted to retire successfully, but she was once again pestered by the tyrant who had turned over a new leaf. She carried the small bag that was ready to run away and said,"If you come any closer, I'll kill you!" In the end, he straightened his neck and smiled even more sinisterly than she did, thinking,'I've washed myself clean. Kill me!' Don't worry, I won't let you off even if you become a ghost! Don't even think about escaping in this lifetime!

Zuo Wu
· 7.8K Views
Popular Searches