webnovel

pantun minta sesuatu

Related Stories
Informasi 'Aku Dapat Melihat Melalui Segala Sesuatu'
Author: King of Salted Fish
Ongoing · 267.2K Views
Synopsis
Terlahir kembali dalam tubuh seorang anak laki-laki miskin di sebuah desa asing di dunia lain, Lu Qing merasa sangat tidak berdaya. Beruntungnya, dia membangkitkan kemampuan untuk melihat informasi dari berbagai benda, yang memberinya sedikit modal untuk bertahan hidup. Dia melihat rumput liar di pinggir jalan. [Rumput tulang sapi, kualitas rata-rata, berkhasiat obat, sangat efektif untuk mengobati cedera tulang.] Dia melihat ikan mas merah di sungai. [Ikan mas bulan merah, kualitas sangat baik, daging lezat, makanan bergizi kelas atas.] Dia melihat kelinci liar di pegunungan. [Kelinci abu-abu, kelinci liar biasa, dapat dimakan.] ... Dengan kemampuan bawaannya, Lu Qing secara bertahap membangun posisinya di desa, mampu bertahan hidup. Saat dia berpikir akan menjalani kehidupan damai di dunia kuno dengan produktivitas rendah ini, suatu hari, dia tiba-tiba melihat sosok yang melesat melintasi langit...
Table of Contents
More

SUKMA BUMI : BUKU I - Dunia Yang Tak Pernah Kita Minta

Deskripsi Cerita: Sukma Bumi: Buku I – Dunia yang Tak Pernah Kita Minta Genre: Dark Fantasy, Drama Filosofis, Adventure, Mystery/Mythpunk, Political Allegory Tone: Gelap, puitis, dan eksistensial, kisah ini meresapi konflik ideologis dan emosional yang mendalam. Atmosfernya membangun dunia yang memudar antara kenyataan dan mitos, di mana tidak ada pahlawan sejati—hanya jiwa-jiwa yang terluka mencari makna dalam reruntuhan. Sinopsis Utama: Dalam dunia Ranadipa yang menolak takdir, dan bumi yang menyimpan luka purba, sekelompok jiwa terjebak di antara kehancuran dan kemungkinan. Ribuan tahun lalu, Sihir Leluhur yang menyinari Ranadipa menghilang, meninggalkan jejaknya hanya dalam naskah kuno dan dongeng terlupakan. Kini, Sukma Bumi—kesadaran purba dunia—mulai retak, dan pertarungan bukan lagi antara baik dan jahat, melainkan antara apa yang pantas dan apa yang pernah diyakini. Brama Aksatara, anak dari garis darah yang hilang, dibesarkan di Lembah Luput, sebuah desa terpencil yang tak dikenal kekuasaan. Ia tak tahu siapa dirinya—hanya bahwa dunia ini tak pernah terasa seperti rumah. Ketika keruntuhan mulai terasa—dari bangkitnya Ragaswana, sosok reinkarnasi pengkhianat purba, hingga invasi brutal Gurnaka dari Dinasti Raksa Gunung—Brama tak punya pilihan selain berjalan menuju pusat kehancuran: Altar Sukma Bumi, tempat roh dunia terikat. Bersama Anindya Kiranamaya, putri bangsawan dengan darah murni Adikara yang mampu membuka rahasia bumi; Sekarwangi, eks-bangsawan Adikara yang tenang namun penuh rahasia dan pelindung sejarah kelam; serta tokoh-tokoh lain yang tak pasti niatnya seperti si kembar Liyan dan Kalasuta dari suku Garbanan, Brama menapaki jalan panjang. Perjalanannya bukan tentang menyelamatkan dunia, melainkan menyelami apakah dunia ini layak diselamatkan. Namun, saat kekuatan gelap yang lebih tua dari legenda mulai bergerak—Bayangkalpa, entitas tanpa bentuk dari luar batas kesadaran—mereka semua harus menjawab satu pertanyaan mendasar: Jika dunia bisa dibangun ulang, atas dasar apa ia harus didirikan? Tema Besar: * Kebenaran Tidak Absolut, tapi Konsekuensial: Cerita ini menantang gagasan tentang kebenaran tunggal, menunjukkan bahwa setiap ideologi memiliki konsekuensi yang jauh melampaui niat awalnya. * Dunia Tidak Selalu Butuh Diselamatkan—Kadang Hanya Butuh Diubah: Pertanyaan sentral yang menggantung adalah apakah intervensi manusia, bahkan dengan niat baik, benar-benar bermanfaat bagi dunia yang memiliki kehendaknya sendiri. * Mitologi Sebagai Penjara atau Jendela: Legenda dan sejarah kuno bisa menjadi belenggu yang mengikat masa kini, atau kunci untuk memahami dan mungkin membentuk masa depan. * Setiap Ide Besar Mengorbankan Manusia Kecil: Cerita ini mengeksplorasi harga yang harus dibayar oleh individu, terutama yang lemah, demi visi besar atau ideologi para pemimpin. * Tidak Semua Kelahiran adalah Harapan—Kadang Ia adalah Kutukan yang Tertunda: Mempertanyakan gagasan tentang kelahiran dan penciptaan, menunjukkan bahwa awal yang baru bisa membawa beban atau kehancuran yang lebih besar.

D_SOE · Fantasy
Related Reviews
Related Questions
Among the characters in the novel, there were Huai Er, Albert Sargean, Minta Defei, and Grace Norma. What was a light novel/original fantasy novel? It had to have a big imagination and no female protagonist? Where can I watch it?
1 answer
2025-01-22 00:31
This book was "Creation: Starting from Obtaining the Seed of the World." The characters in the book included: the main character, Suo Youyi Token, the creator of the Empire; the male character, Xue Ze, the God of Creation; the male supporting character, Huai Er, the madman who dared to create a subsidiary world for his sister; the male supporting character, Albert Sarkiyan, who witnessed the glory and destruction of the Empire; the female supporting character, Minta Defei, the future goddess of the Underworld; and the female supporting character, Grace Norma, the most unlucky transmigrator (forced to transmigrate). This book can be read on Qidian Chinese website. "Creation: Starting from Obtaining the Seed of the World" Author: Lu Ruo. It's a light novel/original fantasy novel with a big brain hole. There's no female protagonist element. It's finished and can be enjoyed without worry. User recommendation: What would an "ordinary person" do after obtaining the authority to create a world? Thus, he chose to become an observer. The birth and death of the epoch appeared before his eyes, and he witnessed the prosperity and end of the world. I hope you will like this book.
Related Topics
More
New Arrivals
Popular Searches