webnovel

sinonim ujar

Related Stories
Author:
Ongoing
Related Reviews
auladinul
auladinul
2018-12-22

Baguss Ceritanya saya suka cepet up. Yaa kak biar gak penasaran kelanjutanya...Siang sepulang sekolah aku mampir bookshop¹,di antar pak pardi.membeli keperluan mading di kelas,kebetulan aku sekretaris kelas.saat mengambil lem,bertemu cowok tadi pagi yang menabrakku,kami bertatapan. "Eeh lo ngapain ikutin gue?"tanyaku penasaran. "Siapa ikutin lo,pede² banget lo"jawabnya dingin. "Kalau lo nggak ikutin gue,ngapain lo kesini? "Jawabku sebal "Nganterin temen cari buku,kurang kerjaan banget ngikutin lo"jawabnya dengan sengiran di wajahnya. "Lo tuh emang ting,ting,ting"Tiba-tiba telponku berdering, ucapanya terpotong. Dia menjauh mengangkat telepon. "Hallo dek"ucap seorang di telepon. "Iya bang ada apa?"jawabnya. "Dek jemput abang di bandara"ucap abangnya "Emang Udah take off bang"jawabnya "Udah,jemput ya dek,nanti abang kasih boneka"minta abangnya "Iya,kalau ada maunya aja baik"jawabnya "Udah ya dek, abang tunggu, bye"ucapnya mengakhiri telepon. "Bye"jawabnya. Saat kembali ke tempat tadi cowok itu sudah tidak ada,mungkin dia udah selesai.batinya,eh.ngapain juga mikirin dia.setelah menerima telepon dari abang, aku menuju bandara diantar pak pardi,perjalanannya cukup Lama.selama perjalanan aku mendengarkan music inggris kesukaanku. Bandara Ngurah Rai Air Port Setengah jam, aku dan pak pardi tiba di bandara, kami berpencar mencari bang arka.saat hendak ke pengambilan barang, ada yang menarik ranselku,aku sempat terkejut,kayak ada yang narik ranselku,jangan-jangan penjahat mau nodong,tuhan jangan ambil ngawaku sekarang,aneaka masih pingin hidup. Batinku aku takut, hitungan ketiga aku berbalik. "woi dek,kok lo tegang gitu? "Ujar seseorang cowok.

wajik
wajik
2020-02-20

Renungan Harian Bacaan: Maleakhi 2:13-16 Setahun: Bilangan 12-13 Perceraian Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel-juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! (Maleakhi 2:16) Dengan nada gusar, suatu kali istri saya bercerita tentang seorang wanita yang dikenalnya berencana bercerai dengan suaminya. "Kenapa ya kok sepertinya semakin banyak orang Kristen yang bercerai?" ujarnya dengan muka sedih. Kegalauannya cukup berdasar, karena laporan rencana perceraian itu bukanlah yang pertama kalinya ia terima. Seorang sahabatnya juga pernah menyatakan keinginannya hendak bercerai karena tak tahan dengan pergumulan dan masalah yang dialami dalam rumah tangganya. "Mungkin hal itu terjadi dipicu karena suara gereja juga tidak sepakat mengenai perceraian, " ujar saya singkat. Mengenai perceraian, kebenaran firman-Nya dengan jelas berkata: "Allah membenci perceraian!" Allah tidak membenci orang yang bercerai, tetapi keputusan untuk bercerailah yang tidak Ia sukai. Jika kita cermati nas renungan hari ini, ada yang menarik. Bukankah tindakan kekerasan dalam rumah tangga, kegagalan menjaga diri (baca: kepercayaan), dan pengkhianatan terhadap komitmen janji pernikahan adalah tiga perkara yang sering kali menjadi penyebab adanya perceraian? Atau dengan kata lain, ketika pasangan saling mengasihi, dapat menjaga kepercayaan pasangan, dan berteguh hati menjaga komitmen sampai maut memisahkan, niscaya perceraian takkan pernah menyentuh pernikahan Kristen! Jadi, bagi kita yang sedang mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan, kiranya nas renungan hari ini menjadi pengingat sekaligus pendorong untuk menjaga pernikahan kita, supaya dunia ini melihat ada yang berbeda dalam pernikahan Kristen! --GHJ/***.renunganharian.net DALAM PERNIKAHAN, KOMITMEN PASANGAN DIKUATKAN OLEH KASIH ALLAH DAN KEHADIRAN YESUS.

Letto_Anker
Letto_Anker
2020-12-16

Hari sudah semakin sore, namun Risma belum terbangun juga dari tidurnya. Dewi yang sedang bersantai di ruang tamu bersama Bayu, mencoba menanyakan Risma. "Kak Risma kok belum bangun sih Kak?, apa dia sakit?." tanya Dewi. "Nggak tau!, mungkin dia kelelahan ...." ucap Bayu yang sedang bersantai sembari membaca koran. "Kenapa Kakak nggak membangunkannya?, atau membawakan makan untuknya ke kamar, gitu?!, kan, Kak Risma belum makan dari tadi pagi Kak." kata Dewi sembari memainkan HP nya yang sedang ia pegang. "Kamu aja sana!, yang ke kamar dan membawakan dia makanan." ucap Bayu "Kakak gimana sih ..., kan, Kakak suaminya, lagian semalam aku dengar Kakak juga muntah-muntah, pasti Kak Risma juga merawat Kakak." ungkap Dewi. Mendengar perkataan Dewi, Bayu langsung menaruh koran yang sedang ia baca dan lalu menatap Dewi. "Emang sebenarnya, apa yang telah terjadi sama Kakak semalam?." tanya Bayu. "Semalam Kakak itu mabuk ..., Pak Bian dan Pak Aga juga mabuk, lalu mereka tidur di kamar tamu Kakak, karena Kakak mabuk berat, Kak Risma membawa Kakak masuk ke Kamar, kasian loh ..., Kak Risma sampai sempoyongan karena Kakak terlalu berat. " ujar Dewi. Bayu tetap menatap Dewi. "Terus ...?." tanya Bayu. "Terus aku membantu Kak Risma buat bawa Kakak ke kamar, dan setelah itu aku tidur, aku tidur di samping kamar Kakak dan Kak Risma, udah itu aja, nggak ada lagi terus-terus!. " kata Dewi. Disitulah Bayu menyadari kenapa dia bisa tidur dengan Risma, bahkan telah menidurinya. "Kamar itu kan, cuma dua ..., kalau Dewi tidur di kamarku, berarti?, Oh ..., jadi begitu ceritanya ..., mungkin karena terlalu mabuk, hingga aku lupa dengan kejadian semalam. " kata Bayu dalam hati sembari mengangguk-angguk kan kepalanya, karena Bayu baru mengerti alasannya, kenapa dia bisa tidur di kamar Risma. "Kakak kenapa?, kok malah ngangguk-ngangguk gitu?. " tanya Dewi yang melihat Bayu sedang mengangguk-ngangguk. "Nggak apa-apa, lupakan saja." kata Bayu sembari berjalan kearah dapur. "Mau kemana Kak?. " tanya Dewi saat Bayu berjalan menuju dapur. "Ambilin makanan buat Risma." sahut Bayu dan lalu hilang dari pandangan Dewi. Saat Bayu mengantarkan makanan untuk Risma, Risma masih dalam keadaan tertidur pulas, dan lalu Bayu duduk disampingya sembari mengelus-ngelus rambut Risma yang di atas kening. Setelah beberapa kali Bayu mengelusnya, akhirnya Risma terbangun. Ketika melihat Risma terbangun, Bayu segera menjauhkan tangannya dari kening tersebut dan langsung mengambil sepiring makanan yang dia taruh di meja kamar tersebut, meja disamping tempat tidur Risma. "Hay Bay ..., pagi ...." sapa Risma yang melihat Bayu sudah kembali ke kamarnya. "Ini sore bukan pagi!." cletus Bayu . "Oiya!, maaf ..., aku baru bangun, kepalaku terasa sangat pusing." kata Risma sembari memegang kepalanya. Sembari bertanya, Bayu menyuapi makanan untuk Risma. "Memangnya semalam apa yang telah terjadi?, sampai membuat kepalamu pusing gini?." tanya Bayu sembari menyuapi Risma. Tanpa menolak, Risma dengan bahagia menerima suapan yang diberilan Bayu tersebut kepadanya. "Em ..., semalam?!, apa ya?, aku nggak tau apa yang terjadi, yang aku ingat aku cuma merangkulmu dan membawamu ke kamar, lalu aku tertidur." ungkap Risma sembari mengunyah makanan yang masih berada di dalam mulutnya. Mendengar perkataan Risma, Bayu langsung tersenyum. "Cuma itu saja?, nggak ada yang lain ...?." tanya Bayu sembari terus menyuapi Risma. Risma hanya mengangguk dan menikmati makanan yang di berikan Bayu untuk nya. "Syukurlah ..., dia nggak tau apa yang terjadi semalam." kata Bayu dalam hati sembari tersenyum dengan perasaan yang lega setelah Risma mengangguk. Saat melihat Bayu tersenyum, Risma balik bertanya sama Bayu. "Kenapa kamu tersenyum Bay..?, apa semalam ada yang salah denganku?." tanya Risma sembari mengunyah makanan yang di berikan Bayu, yang sudah hanya tinggal beberapa suap lagi untuk ia makan tersebut. "Nggak!. Nggak apa-apa, yaudah ni, makan sendiri, abis itu cepat mandi dan bersiap-siap, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." kata Bayu sembari memberikan makanan yang tinggal beberapa suap lagi tersebut kepada Risma dan berhenti menyuapinya. Pada saat itu, Risma menerimanya sembari terdiam menatap Bayu. Setelah Risma menerima sisa makanan yang sedikit lagi habis tersebut, Bayu langsung pergi dan kembali keruang tamu, dimana pada saat itu, Dewi masih berada di ruangan tersebut. "Kak Risma sudah bangun Kak?. " tanya Dewi yang melihat Bayu kembali ke ruangan tersebut. Sembari beranjak duduk di ruangan tersebut Bayu menjawabnya. "Sudah!. " sahut Bayu. "Sudah di kasih makan ...?." tanya Dewi. "Sudah ..., kamu ini kenapa sih, kayak dia itu seorang bayi saja!,  dia itu sudah besar, lagian kalau dia laper, juga!, dia bisa cari makan sendiri!. " kata Bayu sembari duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut. Mendengar ucapan Bayu, Dewi terdiam sembari menunduk kan kepalanya untuk beberapa saat, lalu .... "Oiya Kak ..., malam ini aku ada janji ketemu clien di VILLA Indah, jadi ..., mungkin aku menginap disana." ujar Dewi. Seketika itu Bayu langsung menatapnya. "Sama siapa?, dan kenapa harus menginap?, kamu ini perempuan!, aku tidak memberimu ijin!. " kata Bayu dengan tegas. "Yaelah Kak ..., jangan khawatir ..., aku bawa beberapa pengawal kok,  Kak ..., lagian memang lokasinya lumayan jauh dari sini ..., jadi aku harus menginap disana, tenang Kak ..., aku bisa jaga diri kok." kata Dewi sembari mengelus-elus lengan Bayu untuk merayunya. Bayu hanya diam dan tidak memperdulikan nya. Lalu Dewi mencoba merayunya kembali agar Bayu memberinya ijin. "Ayolah Kak ..., ini demi karir Dewi ..., lagian teman Dewi seorang cewek kok!, cantik, baik berhijab, lagi!. " kata Dewi. Mendengar penjelasan Dewi, akhirnya Bayu mengijinkan nya. "Yaudah ..., iya ..., tapi ingat!, tidak boleh lebih dari itu!." kata Bayu dengan tegas. Mendengar Bayu telah mengijinkan nya, Dewi tersenyum dan segera berpamitan untuk pergi menemui teman nya tersebut. Pada saat itu Dewi hanya berpamitan sama Bayu, karena Risma sedang berada dikamarnya dan posisinya Dewi sedang buru-buru. "Iya Kakak ..., selesai itu Dewi langsung pulang, yaudah kalau begitu, Dewi brangkat sekarang ya Kak, do'a-in sukses." ucap Dewi dan langsung mencium tangan Bayu lalu bergegas berangkat tanpa menunggu Bayu membalas ucapan nya dulu. "Amin ..., Nggak pamit sama Kak Risma dulu ...?." tanya Bayu ketika Dewi tiba-tiba langung berangkat begitu saja. "Salamin aja Kak ...!." teriak Dewi dari kejauhan dan lalu hilang dari "peradaban". ( eh ..., bukan peradaban tapi dari pandangan, karena Dewi sudah pergi dan sudah tak terlihat lagi oleh Bayu.) Selang beberapa menit setelah keberangkatan Dewi, terdengar ada sebuah mobil masuk ke halaman parkir rumah tersebut. Dan ternyata itu adalah Amel. Amel sengaja memakai pakaian yang sangat sexy, dengan rok yang sangat mini hingga celana dalam yang dia pakai bahkan hampir terlihat sepenuhnya, ditambah lagi ia memakai baju kemeja berwarna merah muda yang sangat tipis dan tranparan, sehingga membuat puting payudara Amel terlihat jelas, walau sedikit buram, karena pada saat itu dia juga sengaja tidak memakai Bra. Amel melakukan itu semua karena dia berharap, Bayu bisa tergoda saat melihatnya. "Hay Bay ..., boleh aku masuk?." tanya Amel sembari membusungkan dada, sehingga buah dada nya terlihat lebih menonjol dari biasanya. "Masuklah ..., kan, kamu juga tinggal disini, jadi kamu tidak perlu meminta ijin, hanya untuk sekedar masuk." kata Bayu sembari membaca koran yang tadi belum selesai ia baca. Bayu cuek-cuek saja pada saat itu, sama sekali tidak mempedulikan penampilan Amel, dan bahkan hanya menatapnya sesaat saja, itu pada saat Amel meminta ijin masuk kepadanya. Melihat Bayu yang sama sekali tidak merespon nya, Amel merasa kesal, namun dia tetap bersikeras ingin mendapatkan hati dan simpati dari Bayu. (Dari telkomsel ...🤣) "Ini cowok sebenernya sehat nggak sih?!." tanya Amel dalam hatinya yang tidak paham dengan sifat lelaki seperti Bayu, padahal dia sudah bersusah payah dandan se-sexy mungkin namun Bayu tidak memperdulikan nya. "Oiya Bay ..., Bos Risma kemana?." tanya Amel. "Ada, itu di kamarnya." sahut Bayu.

Related Topics
More
New Arrivals

The soft and sweet little cutie was spoiled by the general

The new book, Shocking! The weakest in the galaxy, she picked up the battleship with her bare hands again."Babies, come and watch." When they first met, he only said one sentence. "Dig a hole and bury it." The bone-chilling voice was like the sound of nature to her. It was also the most touching thing she had heard since she was dumped. "Yes, General." She learned his identity from his attendant. He was the cold-blooded general whom she had broken off the engagement with. If there was a chance, she would definitely repay him for burying her bones. Later, she was reborn and married him. Everyone said that Wan Yanji was born with a murderous aura, cold-blooded and heartless, and he killed people like flies. He was very scary. After that, everyone saw the General's wife, who had a ruddy complexion. They also saw the General's wife being bullied and the General's family coming out to seek justice for her. It was said that the other party was the young master of the High Duke's Public House, but he was beaten so badly that he did not even dare to acknowledge his parents. Behind the crowd, the servants of the General Manor could always hear the General's wife asking timidly. "Is the general still alive?" "The general has returned triumphantly?" "The other side has never fought a general before?" "Madam, do you really wish for the General to die so badly?" The servants could not help but ask. Bai Lixin nodded without thinking." Of course. I'll bury him after he dies." This way, she would be done repaying him. Everyone was speechless.

Qing Jue
· 3.3K Views
Popular Searches