webnovel

pintu tangga

Related Stories
Ayah Rumah Tangga vs CEO Ibu yang Mendominasi
Author: Nine-folds Machine Man
Ongoing · 50.8K Views
Synopsis
Setelah lima tahun di penjara, seorang penjaga keamanan yang tidak berarti berubah menjadi ahli yang tak tertandingi. Pada hari Yang Xiao dibebaskan dari penjara, dia mengetahui bahwa dia sebenarnya memiliki seorang putri yang menggemaskan. Ternyata lima tahun yang lalu, pada malam yang menentukan itu, dia mengalami pertemuan dengan seorang CEO wanita yang menawan... Di tengah keterkejutan, berita mengerikan datang. Putrinya telah diam-diam disakiti dan kini menderita penyakit terminal. Sebuah konspirasi besar sedang terungkap dalam diam.
Table of Contents
More

PUSARAN AIR PINTU MASUK KEHIDUPAN BAWAH

Salah satu Bolonti baru saja keluar dari rumah gubuk kecil, turun tangga, mengambil parang dan bergegas bercocok tanam dihalaman rumah. Tidak hanya sampai disitu, setelah kurang lebih 2 jam bercocok tanam, bolonti ini pun pergi ke danau, manaiki sampan, mendayung menjauh dari rumahnya yang berada di pulau dipertengahan danau ini. Ya, rumahnya berada pada pulau kecil yang dikelilingi danau. Ia hidup sendiri disini tanpa diganggu siapapun, menikmati rutinitasnya tanpa terusik kesemrautan kehidupan istana. Ia sendiri yang menginginkan ini, ia inginkan kehidupan tenang tanpa terusik oleh apapun juga. Bolonti ini pun berlabuh, mengambil umpan berupa cacing tanah, ditaburnya diatas permukaan danau. Sekolompok ikan yang berbadan dan berkepala burung namun tidak bersayap melainkan berekor dan bersirip datang mengerumuni umpan. Bolonti ini pun tanpa pikir panjang mengambil jaring dan melemparkannya kesekelompak ikan yang aneh bentuknya ini. Setelah yakin bahwa hari ini cukup mendapatkan ikan untuk memenuhi kebutuhan perutnya, bolonti yang tampak menikmati hidup ini pun pulang kerumahnya yang jauh dari keramaian. Bolonti yang merupakan anak raja ini mengasingkan diri semenjak ayahnya, raja kehidupan bawah meninggal dunia. Ia mengasingkan diri dan menyerahkan kekuasaannya pada Ratu. Bukan karena ketidakmampuannya dalam memimpin melainkan rasa sedih kehilangan orang tua yang masih menghantuinya. Bagaimana tidak? Meninggalnya Raja tidak terlepas dari kecorobohan yang dilakukannya.  Kala itu ia dan Raja berburuh di udara. Berburuh binatang seperti harimau bersayap merupakan kegemaran raja, juga salah satu olahraga yang sering dilakukan para bolonti. Selain itu, berburuh juga bagian dari ritual bolonti ketika akan diangkat menjadi pemimpin pasukan, para bolonti akan bertarung memperebutkan satu binatang harimau. Jika menang maka akan jadi pemimpin pasukan. Raja dan anaknya berburuh karena kesenangan, mereka terbang sambil memegang panah, mengejar harimau yang terbang begitu cepat. "wusshhh.... wusshhhh....", bunyi panah diudara menerjang kearah harimau. Namun harimau bisa memiringkan badan hingga panah melesat jauh. "oyintu (giliranmu)", kata Raja pada anaknya. Ia bergegas terbang mengejar harimau yang terus mengepakkan sayapnya. "wussshhhh.... wussssshh....", bunyi panah kembali menerjang harimau, namun harimau masih bisa menghindar, terbang menjauh dari Raja dan anaknya. "tafaimo (ngapain sekarang)?", tanya anaknya. "wangkaemo, kalaa namayitu (kejar, pergi ke sana)!", perintah Raja agar anaknya bergegas mengejar harimau dari arah berbeda dengannya. Raja mengejar dari belakang harimau, sementara anaknya mengejar dari arah samping kiri. Mereka berpencar, namun tidak lama berselang, harimau ternyata berbalik arah melihat anak raja. Bukannya anak raja yang mengejar harimau melainkan harimau mengejar anak raja. Sementara saat itu tidak ada pengawal untuk menjaga mereka. Melihat perilaku harimau yang mengira anak raja adalah mangsa, raja mempercepat mengepas sayapnya agar bisa lebih dekat harimau. Sementara anaknya, berpikir sebaliknya, ia berpikir jika ayahnya melakukan itu agar harimau mendekatinya dan ia bisa melepas panah lebih dekat harimau. Skenario dugaan anak raja pun sesuai. Harimau semakin mendekatinya. Pada jarak sekiranya ia perkirakan akan mengenai harimau, dilepaskannya panah. "wuussssh.... wusshhhhh...." Panah melesat menjangkau harimau, namun tanpa diduga ternyata harimau memiringkan diri sehingga panah hanya mengenai sedikit badan harimau. Panah melesat diudara hingga mengenai dada Raja. "Wadduuuuuuuuhhh", teriak Raja. Raja terjatuh berputar putar diudara hingga jatuh ke danau dekat pusaran air, tanpa sempat diambil anaknya, Raja terbawa arus pusaran hingga masuk dalam putarannya dan dalam sekejap hilang begitu saja, tanpa meninggalkan jejak.

Lamail_Ziha · Fantasy
Related Reviews
Related Topics
More
New Arrivals

Take Senior Brother into the bag

" Complete manuscript, stable update." Everyone said that the eldest son of the Wanqi family was an immortal, but who would have thought that he would like a little beggar? Not only did he carry her on his back, but he also spoke ill of everyone in a serious manner. "Are they calling Chun 'er stupid?" "Chun 'er isn't stupid. They're the ones who are stupid. They're jealous of the candied haws in Chun' er's hands." Senior Brother, are they suspecting that Chun 'er used some underhanded methods?" "No way. Chun 'er is the kindest and most pleasant person. They're just jealous of Chun' er's ability." "Young Sect Master, no matter how powerful and powerful you are, you can't treat us as deaf! We're still here!" "Oh, I'm really sorry. So you're still here." It turned out that in this person's eyes, other than that ancestor, he couldn't see anyone else… Wanqi Chun had been reborn with despair and hatred. He had originally wanted to rope in some forces to improve himself and then take revenge. However, who knew that after her rebirth, things gradually deviated from the track of her memories, and her own background could no longer be confusing. The dream of chatting with the deceased ancestors, the heart demon that had disappeared thousands of years ago but was entangled with him, the treacherous turmoil in the mortal court... Everything made Wanqi Chun's heart float. She was easily gullible, and her mind would always waver, but there was only one thing that she was unwavering about. That was the senior brother who had rescued her from the dark swamp, pampered her, indulged her, pitied her, and loved her, as gentle as a banished immortal.

A certain Yu
· 6.1K Views

Master Qi, you can't hide your identity anymore.

[The group dotes on the female lead. Men and women flirt with each other. All kinds of pets.] Lu Jinqi, the big shot of the 25th century, accidentally blew herself up. In the end, she was reborn in the body of a poor little girl with the same name as her in the 21st century. "You have to remember that you're only adopted by us. Don't think about anything else." Lu Jinqi,"Hehe, I'm delusional, my ass." Everyone in the industry was prepared to watch the Song family's annual drama, but the poor little thing became a " fiend " with explosive combat power and slapped everyone in the face. Everyone: " Hiss, my face hurts." He was a cold and noble person in power, the mysterious leader of the special operations team. He controlled the Asian economy but was willing to bow down to her It was Lu Jinqi's first time meeting Si Jingyun, and she accidentally bumped into him. Si Jingyun,"Little friend, how can you take advantage of your brother?" The second time they met, she unexpectedly pushed him down. Si Jingyun said,"Little friend, throw yourself into my arms!" The third time they met, she accidentally touched his hand. Si Jingyun asked,"Little friend, how do you feel?" Lu Jinqi,"I have something I don't know if I should say." [There are many male and female alternate accounts. Take off each other's alternate accounts and enter the pit without worry. Note: The whole process is illogical. It's all based on the author's imagination.]

Xiao Qiqiya
· 2.3K Views
Popular Searches