The host of the Quick Penetration has been counterattacked.
While others were leading the system to the peak of their lives, Sian had been targeted…and had been targeted.
[Host, you were the one who defeated him…]
"Ah?" But he has already discovered that I have a system…"
……
……
Sui An relied on the fact that her sister was the best in the Space and Time Bureau and never went on missions until she was forced into a novice system…
……
She only had two hobbies in her life.
Carrot and Little Brother,
There was no carrot that could escape Gu Suian's mouth.
But there was a little brother who escaped.
……
The system indicated that he wasn't a target. The host wiped his saliva.
Looking at the host who had been conquered, the system only wanted to cover its face.
--
Later, Gu Chaoyan's clothes were half-opened as he said,"Royal Sister, in my eyes, the mountains, rivers, rivers, and the sky are all you."
……
"Who are you looking at through me…"
……
The Demonic Monarch gripped the sword in his hand tightly."Blood Robes has killed in all directions. I'm not willing to become an immortal just to wait for your return in this mortal world."
······
[1v1] There are both sweet and sadistic, rough and sweet (sadistic) cakes. The female protagonist is neither a * s nor a * s, and she is brainless. Be careful.
The wind blows from the south
· 8.1K Views
*TAWON DAN ELANG* Pagi yang cerah, di antara rindangnya pepohonan, tampak seekor burung elang sedang bermalas-malasan beristirahat di dahan sebatang pohon. Selama beberapa hari burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon (lebah) yang terlihat sibuk bekerja bersama-sama membuat sarang yang berjuntai di dahan sebatang pohon. Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya. "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yg sedang kamu kerjakan?" Tawon pun menjawab: "saya dan Teman-temanku sedang membuat sarang." "Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah..., tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu." Demikianlah burung elang menasihati si tawon. "Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya umur dan waktu yang saya punya, saya tidak boleh menyia-nyiakannya. Saya harus bekerja giat dan lebih rajin agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami," jawab tawon. "Untuk apa sarangmu harus diselesaikan cepat-cepat, toh kamu akan segera mati," elang menanggapi dengan cepat". "Maka, kamu pun tidak bisa menikmati sarang yang telah kamu buat dengan susah payah" Itu. "Hahaha, tuan elang yang gagah dan berumur panjang, kasihan sekali caramu berpikir itu. Justru umur kami yang singkat inilah yang harus kami hargai dengan sungguh-sungguh. Kami memang makhluk kecil dan berumur pendek tetapi kami bangga dan bahagia karena bisa berarti bagi makhluk lain yaitu dengan memberi semua hasil kerja keras kami yang telah kami lakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami," pungkas tawon kecil sambil terbang berlalu. Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. Ia tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Ternyata di balik penampilan makhluk yang kecil dan berumur pendek, kehidupan mereka pun memiliki arti tersendiri. Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya dedikasi untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri (apalagi juga bermanfaat bagi orang lain) niscaya tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh gairah, gembira, optimis, produktif, dan dinamis! 🙂🙂🙏🙏🙏 CeritaTawon dan Elang ini menginspirasi, bahwa bukan lamanya seseorang hidup didunia, tapi berapa besar dan banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. Dan memotivasi kita untuk terus menerus berbuat baik kepada orang lain, bukan mengumpulkan segala sesuatu untuk diri kita tanpa berbagi pada orang lain dan orang banyak. 🙂🙂🙏🙏🙏 Kiriman dr sahabat MP. Selamat Pagi Frens !