Sebagai seorang ayah, aku hanya ingin diam-diam menyaksikanmu hidup panjang umur
Li Che telah berpindah dunia dan, setelah hidup sembilan belas tahun biasa, dia memilih untuk menerima takdirnya, menikah dan memiliki anak, berjuang untuk menghidupi keluarganya.
Tetapi saat putrinya lahir....
Melalui putrinya, statusnya naik, dan hidupnya tidak lagi biasa.
...
Dengan kelahiran putrinya yang selamat, kamu memperoleh Buah Dao, "Pengrajin Abadi".
Ketika putrinya berumur satu tahun, aman dan sehat, kamu memperoleh Buah Dao "Gajah Naga Vajra".
Pada usia dua tahun putrinya, bebas dari penyakit dan bencana, dia memperoleh Buah Dao, "Hati Murni".
Pada saat putrinya berusia tiga tahun, ceria dan cerdas, dia memperoleh Buah Dao, "Santo Catur".
Putrinya berusia empat, lima, enam tahun....
...
Li Che menemukan bahwa dengan setiap bertambahnya usia putrinya, dia bisa memadatkan Buah Dao untuk meningkatkan dirinya.
Sejak saat itu, Li Che memiliki keinginan yang sederhana dan tidak muluk-muluk.
Satu Buah Dao setiap tahun, diam-diam menjaga umur panjang.
Sebagai seorang ayah, dia hanya berharap...
Mulai dari kehangatan istri dan anaknya di perapian, untuk dengan tenang melindungi keabadian putrinya.
Diam-diam memadatkan tak terhitung Buah Dao.
Mulai saat ini mengolah semangatnya, tak terkalahkan di antara langit dan bumi.
Li Hongtian · Eastern
Faladhina Kiseki yang merasakan hal ini dan secara insting mengerti kalau klimaks yang akan segera dialami oleh sang lelaki telah datang semakin mendekat, kini melepaskan batang kelamin sang pria dari cengkraman mulut dan kerongkongannya sambil terus menjepit batang yang panas berkedut – kedut tersebut di antara sepasang buah dadanya yang bergerak – gerak maju – mundur, ke atas dan ke bawah bergesekan dengan batang tombak milik Vivadhi Ranata sementara lidah sang gadis keluar menjulur menjilat – jilat bagian ujung tombak milik sang lelaki tersebut. Myradhia Chikane yang tidak mau kalah juga dengan tanpa ketinggalan ikut menjepit batang kelamin milik sang lelaki di tengah – tengah kedua gundukan bukit di dadanya yang hangat dan elastis tersebut, yang ikut bergerak naik – turun ke depan dan ke belakang menyesuaikan ritme tubuh Myradhia Chikane dengan irama pergerakan Faladhina Kiseki, sementara lidah sang gadis yang telah basah berlumur air liur menjulur keluar dari bibirnya yang manis untuk menjilat dan melumasi setiap bagian batang kemaluan sang lelaki, yang membuat gerakan kedua gadis yang sedang menghimpit batang kelamin sang lelaki dengan payudara mereka tersebut menjadi semakin mulus tatkala ketiga insan yang sedang bercumbu di atas ranjang ini saling bergerak bergesek – gesekan dengan penuh nafsu. .... Wah...., udah mulai saingan nih~