Sekolah sudah sepi sedari tadi, karna semua murid sudah pulang. Taehyung berjalan di koridor menuju parkiran.
Salahkan dirinya yang ketiduran di kelas dengan headphone menempel di telinga, suara bel pun tak terdengar. Hanya sekedar info, Taehyung putra pemilik sekolah jadi tak ada yang berani mengganggunya.
Langkahnya terhenti, kemudian berjalan ke bangku taman. Gadis itu menangis, tak jauh dari sepeda yang rusak yang di yakini milik gadis cantik itu. tangannya terulur memberi sapu tangan yang disambut gadis itu.
Taehyung duduk disamping gadis itu dan memasang headphonenya, tanpa diduga gadis itu menyandarkan kepalanya didada bidang milik Taehyung dan menangis. Taehyung diam, mungkin gadis itu akan pergi jika sadar itu adalah dirinya.
Hiks
Tzuyu menghapus air matanya dengan sapu tangan, tersadar ada yang salah Tzuyu mendongak penasaran dengan orang yg meminjamkan dada untuknya.
Matanya membelalak dengan refleks menarik diri dari Taehyung.
"Aw"
Tzuyu meringis kala bokongnya menyentuh tanah, ingatkan Tzuyu kalau tadi dia sedang duduk dibangku. Taehyung menarik headphonenya kelehar kemudian berjongkok di depan Tzuyu.
"Bagaimana dengan sepedamu? apa baik?"
Tzuyu menganga, senior nya malah menanyakan keadaan sepeda dari pada dirinya yang jelas-jelas menahan sakit. "Harus nya keadaanku bukan sepeda senior." protesnya tanpa sadar.
Taehyung terkekeh. Baru kali ini ia melihat wajah kesal Tzuyu, dengan sekali hentakan ia mengangkat tubuh gadis itu dan membuatnya memekik.
"Aku antar kau pulang."
#
Jungkook memasuki rumah Tzuyu dengan berbekal keranjang buah berharap gadis itu mau memaafkan kesalahannya yang telah mengabaikan gadis itu.
"Tzu! bagaimana kabar mu?" tanyanya duduk di sopa depan Tzuyu.
"Aku baik kak." tersenyum
"Aku pikir kamu kecelakaan atau semacam nya." godanya mengangkat sebelah alis.
"KAKAK!"
Tawa Jungkook meledak. Sebenarnya ia tahu kalau Tzuyu kehilangan sepada kesayangan nya, gadis itu memang memberi tahu nya di telphon.
"Oh! lihat wajah mu, aku cuma bercanda."
"Kakak akan makan malam di sini kan?" tanya Tzuyu penuh harap tapi wajahnya ditekuk mendengar jawaban Jungkook.
"Maaf Tzu! aku ada acara, lain kali pasti kita akan makan bersama." ucap Jungkook mengecup kening Tzuyu. "Aku pergi."
Tzuyu terus memandang punggung jungkook sampai benar-benar menghilang dari pandangan nya.
*Be Mine*
Tzuyu berlari terburu-buru kesekolah, dia benar-benar terlambat ditandai dengan pagar yang sudah ditutup. Kedua tangannya memegang pagar.
"Pak! tolong buka pagarnya." Tzuyu memohon.
"Siapa pun tidak akan diijinkan masuk jika sudah telat." ucap satpam.
"Biarkan saya masuk pak, saya akan melakukan apapun."
"Benarkah?"
Bukan satpam melainkan Taehyung yang bersuara. Pria itu duduk di atas motornya.
"S-senior!" kaget Tzuyu saat berbalik mendapati seniornya.
"Deal! Kita akan masuk dan kamu akan mengikuti perintahku!" Pinal Taehyung tak terbantahkan.
Bukan hal besar untuk masuk ke dalam sekolah, toh dirinya anak pemilik sekolah semua orang pasti tidak akan membantah nya.
***
"Ada apa?" tanya Nancy pada salah seorang yang berlari bersama kerumunan Siswa lain nya.
"Senior kim dan murid baru dihukum di lapangan." jawabnya berlalu pergi.
Nancy dan So hyun saling pandang. "Tzuyu." pekik mereka bersamaan kemudian berlari menuju lapangan.
Sementara di lapangan terlihat dua insan yang sedang menghormat bendera. Semua orang memandang mereka beraneka ekspresi bahkan dari lantai dua.
"Kenapa senior juga ikut dihukum? padahal se-"
"Kau hanya meminta masuk! tak meminta ku untuk membebas kan kita dari hukuman ini." potong Taehyung memandang Tzuyu.
"Tapi seni-" kembali kalimatnya terpotong oleh ucapan Taehyung.
"Mulai saat ini, Ikuti perintah ku!"
"Ya, aku mengerti." lirih Tzuyu menunduk tak kuat dengan tatapan tajam Taehyung. Seorang Chou Tzuyu termakan kata-katanya sendiri.
Tanpa gadis itu sadari Taehyung tersenyum penuh kemenangan, dengan begini ia punya alasan untuk tetap berada di sisi Tzuyu.
#
Kini sekolah makin rusuh akibat pertengkaran beberapa siswa. ada yang bertengkar di dalam toilet dan ada yang dikoridor.
"Jauhi Eun woo." Eun bin setengah berteriak.
"Ck! kau bukan pacar nya senior." balas Nancy tak kalah keras.
"lantang sekali kau." Eun bin menarik rambut Nancy, gadis itu tak tinggal diam, tangannya menarik rambut Eun bin tak kalah keras bahkan mereka sampai berguling-guling di lantai.
Bukannya melerai pertengkaran, semua murid itu hanya menjadikannya tontonan gratis, suara mereka memenuhi kotidor.
Disisi lain So hyun dan Jane juga bernasib sama namun So hyun lebih unggul. Jane itu menyukai Jihoon yang notabenya teman sekelasnya, Jane cemburu melihat Jihoon dekat dengan So hyun.
"Wanita jalang!" ucap Jane lantang.
So hyun naik pitam. "Jalang kata mu."
Tanpa diduga tangan So hyun menarik rambut Jane yang di balas gadis itu namun seperdetik kemudian So hyun menenggelamkan wajah Jane ke wastafel.
"Siapa yang kau panggil jalang?" geram So hyun di sela kegiatannya.
#
Kini keempat gadis itu berada di ruang BP menundukkan kepala di hadapan seorang Uhm ki joon.
Ki joon memandang muridnya satu per satu yang berantakan dengan rambut acak-acakan dan salah satunya basah padahal tidak sedang hujan.
"Ada yang mau menjelaskan semua ini?"
Semua bungkam. Tak ada gunanya membela diri karna pria itu sudah tau betul bagaimana kronologi kejadiannya tanpa mereka jelaskan.
"Saya harap ini yang terakhir! kalian saya skors."
"Pak!" pekik mereka serempak.
"Ada yang keberatan?" tanyanya pelan penuh penekanan. "Jika tidak, silahkan keluar."
Mereka semua keluar dari ruangan tersebut, So hyun dan Nancy melenggang pergi meninggalkan kedua senior mereka. Akhirnya mereka papasan dengan Tzuyu.
"Ada apa dengan penampilan kalian berdua?" tanya Tzuyu.
"Hanya masalah kecil, Tzu." balas Nancy.
"Maaf Tzu, beberapa hari ke depan kami tidak akan masuk sekolah." ucap So hyun membut kerutan di kening Tzuyu. "Kenapa?"
"Kami di skors Tzu." kekeh Nancy.
"Gak seru!" sambar Jihoon tiba-tiba bergabung.
Nancy mendengus. "Senior! kenapa kau slalu datang tiba-tiba?" Jihoon terkikik.
"Setidaknya beruntung tidak bertemu dengan mu lagi!" ketus So hyun berlalu pergi.
Nancy dan Tzuyu menyusul So hyun yang tampak kesal, sebelumnya mereka pamit pada Jihoon sambil melambai.
Jihoon tertawa melihat tingkah ketiga junior nya yang menggemaskan itu.
*Be Mine*
De javu. Kembali Tzuyu merutuki dirinya karna bangun terlambat.
Tin tin
Klakson motor mengalihkan atensi nya, segera Tzuyu menoleh kebawah dari dinding kaca kamarnya.
Senior?
Benar. Taehyung sedang menungggu diatas motornya. Dengan gerakan kilat, Tzuyu bersiap takut seniornya menunggu lama.
"P-pagi se-senior." sapanya terengah-engah.
Salam manis,
Ra