"Jung! Mau kemana kau?"
Pria bernama Bobby itu menahan lengan temannya yang akan melenggang pergi tampa pamit.
Jungkook. Pria itu menoleh kemudian berucap. "Aku akan menemuinya." kekehnya melepaskan tangannya dari cengkraman Bobby. "Aku pergi!"
Jungkook berlari cepat menuruni puluhan anak tangga. Dengan sekali gerakan, pria itu merebut tumpukan buku yang sedari tadi membuat sang empunya kewalahan.
Gadis itu mengernyit saat seseorang mengambil alih buku di tangannya, kemudian gadis itu tersenyum kala Jungkook tersenyum canggung.
"Aku bantu sunbae"
"Terima kasih bantuannya." kekehnya. "Namaku Lee jieun, tak perlu terlalu formal."
Jungkook tersenyum penuh arti. "Ne, Ji eun-ssi."
Keduanya kembali melangkah dengan senyum yang terus merekah, sesekali mereka tertawa, membuat iri orang yang memandang kedua insan itu.
#
Seperti malam-malam sebelumnya, gadis itu tengah duduk santai bersama peliharaan kesayangan, Gucci. Tapi hanya sesaat, hingga sebuah suara ketukan mengalihkan atensinya.
Tok tok tok
Gadis itu mengernyit, pasalnya tidak pernah ada yang bertamu malam-malam kerumah nya, tapi dia tetap membukakan pintu.
Tzuyu. Gadis itu membeku di tempat mendapati beberapa pria tegap dengan jas hitam seperti seorang bodyguard.
Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan seorang pria dengan tuxedo yang kini ada di hadapannya.
Kini mereka duduk di ruang tamu. Ralat, mungkin hanya Tzuyu dan pria paru baya seumuran ayahnya itu.
Sementara pria-pria berbadan kekar itu berdiri tepat di belakang sopa pria paru baya itu.
"Sudah lama aku mencari mu, akhirnya aku menemukan mu." ucap pria itu mencairkan suasana.
Apa? dia mencari ku?
"M-maaf tuan, apa tujuan anda mencari ku?" gadis itu bertanya dengan suara bergetar, menandakan dia sedang menahan rasa takut nya.
Pria itu tak menjawab, tangannya menengadah membuat pria kekar di belakang nya memberi tas hitam yang sedari tadi mencuri perhatian Tzuyu.
"Perkanalkan aku Kim Nam Joon, sahabat sekaligus rekan kerja Tuan Chou."
Tzuyu membelalak terkejut, seingatnya tak pernah mengenal pria bernama Nam joon sebagai teman atau rekan bisnis sang ayah.
"Teman?"
Tuan Kim mengeluarkan beberapa berkas dari tas hitam itu. gadis itu hanya bisa diam menunggu kelanjutan apa yang akan di katakan pria itu.
"Semua aset serta perusahaan kelarga Chou akan saya kembalikan kepada pemilik aslinya, tapi-"
Tzuyu mengernyit. Tuan kim kembali berucap setelah mengambil napas panjang.
"Kau akan mendapatkannya setelah lulus!" Tuan kim diam sejenak memendang Tzuyu.
Gadis itu bergerak gelisa mendapat tatapan yang begitu mengintrogasi seolah berkata'kau tidak pantas'.
"Dan kami sudah menjodohkan mu dengan putra ku."
*Be Mine*
Tzuyu terus memamerkan senyuman manis nya, melangkah memasuki lapangan sekolah. Gadis itu sangat bahagia mendapatkan kembali semua aset dan perusahaan keluar ganya. Bukan cuma itu, dia bahkan mendapat rumah mereka dulu yang pernah disita saat ayahnya tiada.
Yang membuat gadis itu terkejut, saat dirinya mendapati semua barang-barang yang sudah lengkap di tempat. Mulai dari tas, sepatu, baju bahkan mobil tapi Tzuyu menolak.
Tanpa gadis itu sadari seseorang tengah memperhatikannya dari lantai dua.
"Tzuyu."
Pemilik nama membalikkan tubuhnya guna melihat siapa yang memanggil, senyumannya kembali merekah kala mendapati kedua temannya mendekat.
"Kau terlihat bahagia, apa kau ditembak pria idaman mu?"
"Tidak." jawab Tzuyu membuat Nancy kesal karna salah menebak.
Tzuyu hampir saja berteriak kala sebuah tangan merangkulnya, tapi urung karna itu adalah Jerry, pria yang senang menggodanya.
"Tolong lepaskan tanganmu." Tzuyu menyingkirkan tangan Jerry dari bahunya.
Pria itu tersenyum. "Pagi." sapanya mengedipkan sebelah mata.
sial!~Taehyung
Tzuyu membuang pandangan malas.
"Cari saja mangsa lain, jangan mengganggu nya." kesal So hyun melipat tangan didepan dada.
"Apa sekarang kau cemburu?" goda Jerry, detik berikutnya dia berlari menjauh sebelum gadis itu melayangkan sesuatu ke kepalanya. kan gak lucu amnesia sebelum punya pacar.
Seseorang yang melihat pertengkaran itu mencengkram kuat pagar pembatas.
Tubuhnya yang tadi membungkuk dengan kedua lengan bertumpu pada susuran besi kini mulai tegak, dengan napas memburu dan rahang yang mengeras, dapat di pastikan pria itu sebentar lagi akan meledak.
Berengsek!
Seseorang tiba-tiba merangkulnya. "Tae-"
"Beri dia peringatan!" serunya berlalu meninggalkan pria yang merangkulnya dengan mengernyitkan dahi.
"Lagi?" teriak jihoon frustasi.
Taehyung menoleh masih membelakangi jihoon. "Gadis itu milik ku!" setelahnya melangkah pergi.
Jihoon dibuat bergidik ngeri.
Pria itu mengedarkan pendangan dan menghembuskan napas frustasi kala tau siapa yang di maksud pria dengan julukan 'Si tampan es'.
Jihoon merutuki diri sendiri, tak seharusnya dia menyapa temannya itu jika berakhir dengan tugas aneh.
***
Jam istirahat Tzuyu dan kedua temannya berjalan menuju kantin guna mengisih perut. Langkah mereka harus terhenti melihat pria es itu berjalan mendekat membuat mereka menepi.
Manik mata mereka bertemu, Tzuyu sempat terpaku dengan tatapan hangat pria yang notabenya pangeran es itu.
Dia?
"Itu pangeran es!" Nancy
"hah." Tzuyu menoleh
"Dia senior kita, Kim Taehyung!"
Kim Taehyung?
Tzuyu menautkan alisnya, nama itu terasa tidak asing. Dia bertambah bingung dengan peringatan So hyun.
"Aku ingatkan! menjauh jika ingin selamat!"
Tzuyu hanya mengangguk. Kini dia ingat siapa pemilik nama itu, pria yang sudah dijodohkan sang ayah untuknya.
Jika dia bukan orang baik? tak mungkin ayah menjodohkan ku dengannya. Kemarin dia juga menolongku saat hampir jatuh di tangga~Tzuyu.
#
Tzuyu menaiki bus, gadis itu mendapat pesan dari jungkook yang menyuruhnya menemui pria itu.
Ia sungguh tidak sabar, dirinya sangat merindukan pria bermarga Jeon itu.
"Kakak."
Ia berlari kecil menghampiri kakak sepupu nya.
"Tzu! kemarilah." Pria itu merangkul gadis itu. "Ini akan menjadi galeri milikmu."
Tzuyu mendongak masih dalam dekapan kakak sepupunya. "Benarkah?"
"Apa pun akan aku berikan untukmu, Tzu." mengelus surai gadis itu.
Tzuyu mengeratkan pelukan nya, menyalurkan semua perasaan rindu yang membuat sesak dan bahagia disaat bersamaan.
kumohon seperti ini lebih lama.
salam manis,
Ra