Disebuah taman yang luas dan cantik, terlihat berbagai hiasan bunga-bunga dan beberapa tanaman langkah yang indah.
Dekorasinya sedikit unik di tambah dengan gaya struktur yang berasal dari daerah timur.
Pemandangan itu terlihat sangat menakjubkan, bahkan memanjakan mata bagi siapa pun yang melihatnya.
Di tengah-tengah taman, terdapat area decking(1) dimana biasanya orang dapat menikmati saat-saat yang lebih menyenangkan saat sendirian maupun bersama orang lain.
Diantara kursi-kursi dan meja, terlihat beberapa lampu yang cahayanya sedikit redup. Membuat taman tersebut menjadi lebih indah bahkan pada saat malam, dan tidak lupa dengan kolam ikan yang berukuran sedang di samping, memberikan perasaan yang elegan bahkan syahduh dengan cahaya redup yang terlihat di sekitar kolam.
Taman yang luar biasa ini berada tepat di dalam daerah istana kerajaan, dimana tidak sembarang orang diperbolehkan berada di taman itu.
Seorang pria paruh baya terlihat bersama dengan perempuan yang sudah lanjut usia, mereka terlihat mendiskusikan sesuatu hal yang penting.
"Ibunda sepertinya terlalu memanjakan Lia. Dia akan menjadi seorang penerus, bahkan jika dia tidak memiliki minat untuk memimpin, dia tetap harus melakukannya!" ucap pria paruh baya itu kepada wanita lanjut usia di hadapannya.
"Adryan... Meskipun Lia adalah seorang penerus, namun dia masihlah seorang gadis kecil. Usianya yang sekarang telah masuk dalam masa pemberontakannya. Tidak kah kau pahami bahwa apa yang dia inginkan adalah sedikit kebebasan saja, namun kau tak memberikannya sedikitpun!" ucap wanita lanjut usia itu.
Wanita lanjut usia itu yang memiliki gelar sebagai ibu suri, meskipun umurnya sudah melebihi 90an, namun penampilan dan wajahnya masih terlihat lebih mudah dari usianya yang sesungguhnya.
Ibu dan anak itu terus berdiskusi perihal masalah Lia sebagai seorang penerus. Sebagai seorang ayah dan raja yang bertanggung jawab untuk rakyat dan putrinya, dia juga harus bertanggung jawab untuk memilih dan mendidik seorang penerus yang tepat.
Akibat dari dirinya yang tak memiliki seorang keturunan laki-laki, menyebabkan lia sebagai anak tertua harus mengemban amanat yang besar ini di tangannya.
"Tapi Ibunda, mendidik Lia sedini mungkin adalah hal yang harus dilakukan. Aku tidak ingin para bajingan-bajingan itu akan menjatuhkan lia kelak dengan mudah!" Adryan masih berpegang teguh dengan pemikirannya.
"Tapi bukankah masih ada dirimu! Kamu tidak setua itu untuk pensiun dalam waktu dekat ini. Tidak akan cukup terlambat jika mengajarinya tahap demi tahap tanpa menekan kebebasannya!" ucap Ibu suri lembut, namun masih terdengat jelas ketegasan dalam nadanya.
Adryan tidak bisa membantah Ibunya lebih jauh lagi, dia tau bahwa apa pun yang akan dia katakan itu tidak akan berguna sama sekali.
"Bukankah ini semua juga terjadi karenamu! Lia harus menanggung beban sebesar ini di pundaknya sejak mudah!"
"Kamu tidak hanya terlambat menikah, namun kamu juga tidak mendapatkan seorang putra sekalipun!" desah Ibu suri dengan putus asa.
Jika saja putranya tidak perna menolak keputusannya untuk dinikahkan sewaktu muda, dia mungkin akan memiliki seorang anak yang sudang matang dan dewasa sekarang. Namun karena kehadiran perempuan yang tidak jelas itu, putranya membangkan dan bahkan melarikan diri dari istana dan menghilang selama tiga tahun.
Waktu itu dia merasa sangat putus asa, meskipun dia masih memiliki putra yang lain, namun harapannya terhadapa Adryan sangatlah besar.
Namun semua hanya masa lalu, yang terpenting sekarang putranya telah kembali, bagaimanapun tentang wanita itu, dia tidak perna memperdulikan dimana keberadaannya sekarang.
Setelah berbincang cukup lama, Ibu suri kembali ke dalam istana meninggalkan Adryan di taman sendirian.
Melihat ibunya melangkah pergi, ekspresi Adryan yang semula lembut berubah kuyuh. Ada sebuah penyesalan yang mendalam di kedalaman matanya.
1.{decking} adalah salah satu elemen yang membuat desain taman menjadi mewah.