webnovel

Serangan Mematikan

"Ah... Apa yang kulakukan?" Demian segera menghempaskan tangan sigadis dengan tiba-tiba.

"Ck.. Benar sekali, apa yang kau lakukan? Dasar laki-laki cabul!" ucap si gadis sambil memegang pergelangan tangannya yang memerah.

Demian tak menyangka, dia akan secara tidak sengaja menarik gadis itu untuk lari bersamanya, apakah dirinya sudah gila?

"Apa kau bilang? Jika aku cabul, lalu mengapa kau tidak menolak saat aku memegang tanganmu?" ucap Demian dengan seringaian licik.

"Ka..kamu...!" sial, mengapa juga aku membiarkan dia menarik tanganku, pikir gadis itu.

Ini semua karena para pengawal itu, pria cabul ini sudah membantuku menghindari mereka, tapi aku tidak mungkin mengatakannya, atau dia akan menertawaiku.

"Sudahlah, ternyata kamu juga adalah seorang wanita cabul! Jadi mulai sekarang berhentilah mengikutiku!" ucap Demian dengan suara merendahkan, dia pun berbalik dan melangkah pergi.

Namun sebelum dia melangkah terlalu jauh, dia merasakan tekanan kuat menghantam ke pusat inti tubuhnya.

"Arrgghhh!" Dengan teriakan menyedihkan, Demian memegangi bagian bawah tubuhnya dan berjongkok di tanah.

"Berani sekali kau menyebutku seperti itu, kamulah satu-satunya orang cabul di sini! Jadi rasakan tendangan mematikanku!" gadis itu lalu melangkah pergi dengan riang, rasanya sangat menyenangkan setelah balas dendam.

"Arrggg dasar perempuan gila, aku tidak akan perna melepaskanmu!" teriak Demian dengan rasa sakit yang teramat. Semoga saja adik juniornya tidak cedera setelah menerima serangan dari perempuan gila itu.

Namun sekeras apa pun Demian memaki, gadis itu tidak memeperdulikannya sama sekali, dia bahkan berjalan dengan sangat riang, membuat Demian menjadi semakin murka.

_________________________________

Di bagian sudut terluar taman bermain, seorang pria yang sangat tampan bersender pada sebuah pohon. Di tangannya terlihat beberapa cemilan manis, dengan menggunakan sebelah tangannya untuk mencicipi salah satu cemilan itu.

Di lihat dari sudut manapun, cara pria tampan itu makan sangatlah imut. Bahkan tidak sedikit kaum hawa yang memperhatikannya.

Beberapa remah-remah kue menempel di sudut bibirnya, membuat para gadis tidak tahan untuk membersihkannya. Pemandangan ini begitu menyiksa, mereka tak dapat melangkah maju meskipun sangat ingin.

Beberapa saat yang lalu, pria tampan ini bersama dengan seorang gadis yang cukup cantik, mereka terlihat sangat dekat dan mesrah. Membuat semua gadis menyerah untuk mendekat.

"Indah... Liat apa yang aku bawakan untukmu!" teriak Nadin tidak jauh dari lokasi Indah berada.

"Hey, berhentilah memanggilku dengan nama itu! Bukankah aku seorang pria sekarang!" ucap Indah memperingatkan.

"Upss.. Maaf aku lupa, hehe!" ucap Nadin cengengesan.

"Tapi bisakah kamu makan dengan benar, semua remah-remah kue ini menguasai bibirmu!" ucap Nadin sambil mengusap bibir Indah yang belepotan.

Melihat tindakan intim itu, membuat banyak gadis patah hati. Sungguh pemandangam yang Indah, perempuan itu benar-benar membuat iri.

Hari ini Nadin membawa Indah untuk bersenang-senang, tapi siapa yang menyangka taman hiburan kali ini akan sangat sesak dan ramai.

Dia baru menyadari bahwa hari ini merupakan peringatan hari jadinya taman bermain yang ke sekian.

Jika saja dia tau, maka dia akan mengajak Indah di lain hari. Akan sedikit berbahaya untuk keluar di lingkungan yang terlalu penuh seperti ini, apa lagi saat ini Indah sedang menyamar sebagai seorang pria.

"Jadi kita tidak akan bermain kali ini?" tanya Indah sambil meminum jus buah apel yang di bawakan Nadin untuknya.

Próximo capítulo