webnovel

Membuat seorang bayi

"Aaa.. Ini tidak bisa dibiarkan, aku bahkan terlihat lebih gemuk dari sebelumnya! Perut ini, sejak kapan aku merawat kumpulan lemak sebanyak ini?" ucap Indah frustasi.

Indah tidak menyadari tentang kehamilannya sampai sekarang, bahkan dia tidak ingat kapan terakhir kali dirinya datang bulan.

Umur janin di dalam perutnya sudah mendekati dua bulan, namun perkembangannya begitu cepat.

Wajah Indah terlihat kesal, dan menjadi semakin kesal jika mengingat Nadin dengan sebakul nasi dan limpahan lauk pauk yang tak ada habisnya.

Sejak kapan dirinya menjadi serakus ini, dalam sebulan ini dia selalu memikirkan tentang makan dan makan.

Bahkan di tengah malam, tanpa dia sadari, dia akan keluar dari dalam kamar menuju ke dapur untuk mencari makanan.

Indah terus mengusap-ngusap perutnya yang sedikit buncit, dia bisa melihat dirinya di masa depan yang akan berubah menjadi seekor babi rakus.

Ughh... Itu akan sangat menjijikan, jika terus seperti ini, dia benar-benar akan berevelusi menjadi babi rakus.

Saat Indah tengah sibuk mengeluhkan bentuk tubuhnya yang membesar, dia tidak menyadari tatapan mata elang dari arah pintu yang sedikit terbuka.

Mata itu terus memperhatikan Indah secara seksama, dia bahkan tak mengedipkan kedua matanya, seolah Indah akan menghilang jika dia berkedip sekali saja.

Dari mata itu, terlihat jelas pancaran kerinduan yang sangat mendalam, rasa cinta tergambar dengan sangat jelas.

Setelah beberapa saat, sepasang mata itu menghilang.

________________________________

"Tak melihatnya selama beberapa minggu, dia bahkan menjadi lebih berisi dan cantik!" gumam Rafael pada dirinya sendri.

Tapi mengapa berat badannya bisa bertambah sebanyak itu dalam beberapa hari saja? Dan perutnya, apakah dia sedang sakit perut hingga menjadi gembung? pikir Rafael dalam hati.

Beberapa hari kemudian, Rafael berangkat kerja seperti biasanya.

Ting... suara ponsel terdengar, sebuah pesan video masuk dalam akun wechat nya.

Video itu berisi informasi mengenai tanda-tanda kehamilan pada wanita, bahkan beberapa tips-tips untuk menghadapi masa ngidam juga terlampir.

Akhir-akhir ini Ibu sangat aneh, setelah pertemuan makan malam waktu itu, ibunya selalu mengirimkan berbagai video-video atau informasi seputar masalah wanita, terlebih tentang masa kehamilan.

Apakah Ibunya menyuruh dia untuk membuat sebuah bayi? Ibu sungguh tidak memiliki kerjaan lain.

Rafael lalu menghempaskan ponselnya ke samping kursi penumpang dan mulai mengemudi.

______________________________

Indah yang duduk di taman belakang memijit pelipisnya dengan kasar, ini sudah beberapa hari berlalu, dan dia masih saja terus termakan oleh jebakan Nadin yang licik.

"Aku harus memikirkan suatu cara, bocah itu selalu menjebakku dengan berbagai macam tipu muslihat." Indah berusaha berfikir keras.

Namun otaknya tidak bisa berjalan seperti biasanya, jika dia merasa stress atau sedikit capek saja, maka dia akan merasa lapar.

Sekarang dia berfikir dengan sebuah makanan ringan di tangannya, jika dia gagal mendapatkan solusi, dia akan memasukkan makanan kedalam mulutnya satu persatu.

Hingga akhirnya semua makanan yang dia bawah habis, namun tak ada satupun ide yang terbesit di kepalanya.

Hal itu membuatnya menjadi frustasi lagi dan tentu saja menjadi lapar juga.

Saat Indah sibuk mencari ide, sebuah mobil sport mewah masuk kedalam pekarangan.

Rafael yang melihat Indah duduk di taman segera datang menghampirinya.

"Kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Rafael sedikit khawatir.

Dia dapat melihat raut wajah sulit tergambar jelas di wajah Indah, sehingga dia segera menghampiri dan bertanya.

Próximo capítulo