Di dalam sebuah pondok sederhana yang berada di tengah hutan, dua orang pria sedang duduk berhadapan.
Pria yang terlihat lebih tua mengenakan pakaian adat yang cukup kuno, sedangkan pria yang lain memakai pakaian layaknya seorang petualang.
"Lama tak bertemu kepala suku! Sepertinya anda terlihat lebih baik dari sebelumnya?" tanya pria petualang di depan pria tua itu.
"Tentu saja, ini semua berkat bantuan anda!" jawab pria tua yang dipanggil kepala suku itu.
Mereka melakukan percakapan selama beberapa menit.
"Sungguh suatu kebetulan, kepala suku telah menyelamatkan seorang yang sangat penting kali ini!" ucap pria petualang.
"Sepertinya aku bisa menghentikan pencarianku sekarang!" tambahnya.
Pria ini adalah salah satu dari ratusan orang yang mencari keberadaan Rafael, setelah mengetahui penyelamatan Rafael, dia dapat bernafas dengan lega sekarang.
"Sebelumnya aku sudah bisa menebak kedudukan pria itu saat kelompok penyelamatnya datang ke desa ini!"
"Apa kamu tau? Orang yang melacak keberadaan pria itu adalah anak itu!" ucap kepala suku dengan wajah serius.
"Maksud anda?"
"Dia adalah Reyhan, keponakanmu!"
"Benarkah? Aku ingat anak itu telah pergi cukup lama dari sisi keluarga, dia mencoba mencari peruntungannya sendiri di dunia luar. Aku tidak menyangka bahwa dia akan bekerja di bawah perusahaan keluarga Pradianata!"
"Aku tidak terlalu tertarik dengan pemuda itu, hal yang paling menarik perhatianku adalah gadis yang ikut bersamanya!" ucap kepala suku dengan serius.
"Ada apa dengan gadis itu?"
"Gadis itu.... Dia terlihat sangat mirip denganmu, bahkan lebih mirip dengan perempuan itu!" ucap kepala suku.
DEG.... rasa terkejut bangkit dalam hati si pria petualang, dia seolah mendengar suatu hal yang mustahil.
____________________________
Di rumah besar, Rafael berbaring di atas kasur. Dia terlihat cukup lelah setelah menghadapi berbagai pertanyaan-pertanya dan kekhawatiran keluarganya.
Rafael mencoba memejamkan matanya untuk tertidur, namun sepertinya ada sesuatu yang kurang.
Sekali lagi Rafael menutup kedua matanya, namun setelah kegelapan menghampiri, sebuah sosok gadis yang sangat cantik muncul dalam bayangannya.
Rafael menjadi semakin tidak nyaman, dia akhirnya membuka kedua matanya lagi.
"Indah..!" gumam Rafael.
Setelah dua malam berturut-turut tidur di satu tempat yang sama, Rafael menjadi terbiasa. Kebiasaan itu akhirnya menyiksanya seperti sekarang, dia membutuhkan Indah di sampingnya untuk bisa tertidur.
Apakah dia harus pulang ke kediamannya? Lalu masuk ke kamar Indah dan menuntutnya untuk membantunya tertidur?
Hu.. Ini sungguh sulit ketika kita menjadi benar-benar tergantung pada suatu hal, Rafael harus memikirkan sesuatu untuk menyelesaikan masalah ini, jika ini berangsur-angsur, takutnya Rafael akan kehilangan kendali dirinya dan bertindak impulsif.
________________________
Di lain sisi, Demian yang mendapatkan kabar tentang ditemukannya Rafael menjadi sangat bersemangat.
Saat itu sudah cukup tengah malam, dia ingin segera meluncur dan bertemu dengan Rafael untuk melihat keadaannya.
Namun Riko segera menghentikan aksinya, Riko mengatakan padanya bahwa sekarang Rafael berada di rumah besar, jadi akan tidak terlalu baik jika Demian tiba-tiba muncul di tengah-tengah keluarga besar itu.
Demian segera merengut tidak senang, namun dia tetap mendengarkan perkataan Riko.
Sebenarnya hal yang paling penting untuk Demian sekarang adalah keadaan Indah, dia sangat khawatir dengan kondisi pujaan hatinya itu.
Namun mengingat kemampuan Rafael, Demian bisa mengurangi rasa khawatirnya. Dia yakin Rafael bisa melindungi Indah di saat-saat genting.
Demian sangat tau bagaimana kemampuan Rafael yang sesungguhnya, sangat sedikit orang yang tau tentang kemampuan monster yang berada di dalam tubuhnya itu.