webnovel

Pencarian Part 1

Di kediaman keluarga besar Pradianata, para tetua melakukan rapat darurat menjelang menghilangnya tuan muda Rafael.

Suasananya tidak begitu baik, terlebih saat mereka mengetahui ada pihak lain yang berencana melukai tuan muda mereka.

"Tuan Besar, seluruh unit penyelamat telah di kerahkan untuk menemukan tuan muda! Tapi setelah menerima pesan darurat yang singkat dari pengawal, jejak mereka menghilang begitu saja! Kita harus menemukan cara lain untuk menemukan tuan muda secepatnya!" ucap seorang petinggi kepada tuan besar yang merupakan ayah Rafael.

Mendengar ucapan salah satu bawahan di hadapannya, alis tuan besar mengerut kasar saat memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan sekarang.

"Siapa yang menerima sinyal bantuan itu!"

"Melapor tuan besar, dia adalah salah satu bawahan saya!" jawab seorang pengawal, yang merupakan kepala pemimpin seluruh bagian keamanan. Dia menjelaskan saat bawahannya menerima sinyal bantuan darurat secara tiba-tiba, namun dalam lima menit sinyal itu tiba-tiba menghilang, membuat mereka sulit untuk menemukan keberadaan Rafael secara terperinci.

Setelah mendengar ucapannya, tuan besar termenung sejenak sebelum berucap.

"Lokasi tuan muda terakhir kali terlihat di tengah hutan yang berjarak Lima jam dari sini, segera temukan seorang yang mengenal hutan itu secara baik dan mampu melacak sebuah jejak!" perintah tuan besar.

"Dan jangan lupa, kerahkan seluruh anjing pelacak dan seluruh unit yang tersisa! Mereka harus bergerak secepat mungkin!" tambahnya.

"Baik tuan besar!" jawab seluruh petinggi yang hadir dalam rapat.

_______________

Di perusahaan, kasus menghilangnya CEO tidak di ketahui oleh siapa pun, hanya para petinggi dan pihak keamanan yang tau. Sehingga seluruh kariawan bekerja seperti hari biasanya.

Seorang pemuda yang terlihat tampan dan memikat, sedang mengurusi beberapa arsip penting yang di percayakan padanya.

CEO nya sedang dalam perjalanan mengurusi bisnis dengan salah satu keluarga kerajaan, dan dia akan menghadari acara penting di sana. Terlebih lagi mereka sudah bekerja sama sudah cukup lama dan membawa keuntungan kepada masing-masing pihak.

Kejayaan Nippi merupakan salah satu perusahaan yang perna memberikannya tawaran pekerjaan, saat dirinya akan menyelesaikan S1 nya.

Pria itu hanya lulusan S1, namun bahkan sebelum dia lulus, sudah banyak perusahaan yang menawarinya pekerjaan.

Itu membuktikan betapa jeniusnya anak muda ini, dia memilih perusahaan ini karena memiliki alasan khusus, dia sedang mencoba mencari sebuah jawaban yang dimana jawaban itu hanya bisa di temukan saat berada di perusahaan ini.

"Segera Kumpulkan seluruh orang di bagian keamanan ke pusat kontrol! aku akan menjelaskan sendiri pada mereka saat mereka semua telah berkumpul!" ucap seorang pria yang sedang berjalan bersama dengan ketua pengawal.

"Siap pak! saya akan segera mengumpulkan mereka!" jawab ketua pengawal dengan hormat dan berlalu secepat mungkin.

pria itu memandang punggung ketua pengawal saat melihatnya pergi menjauh.

Setelah tak melihat ketua pengawal lagi, dia segera menghembuskan nafas prustasi sambil berkata.

"Dengan tambahan pengawal dari perusahaan, semoga tuan Pradianata dapat di temukan lebih cepat!" ucap pria itu dengan ekspresi matang, meskipun suaranya terlampau pelan, namun Reyhan masih mampu mendengar beberapa kata sedikit samar.

'Ditemukan? mungkin Pak Tri sedang mencari sesuatu, dan sepertinya itu hal yang penting melihat reaksinya yang sedikit cemas!' pikir Reyhan dan melanjutkan kerjanya.

beberapa menit kemudian, Reyhan berjalan menuju ruangannya dan mendapati salah satu kariawan berdiri dengan gugup di depan pintu ruang kontrol.

"Beno? sedang apa kamu?" tanya Reyhan.

"Reyhan... Kebetulan sekali, sekarang aku benar-benar membutuhkan bantuanmu!" Beno berucap dengan ekspreai penuh syukur.

Dia melihat ke arah Reyhan seolah melihat penyelamat hidupnya.

"Ah.. Bantuan?" jawab Reyhan bingung.

"Begini.. " Ucap Beno sedikit ragu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Di bagian teknisi telah terjadi beberapa insiden, dan Pak Setio menyuruhku untuk memeriksa rekaman cctv. Tapi di ruang kontrol sepertinya telah di adakan pertemuan untuk seluruh bagian keamanan, aku tidak berani untuk menyela apa lagi di dalam ada orang kepercayaan CEO, jadi...." Ucapan Beno terhenti lalu secara tiba-tiba memegang kedua tangan Reyhan.

"Tolonglah teman lama mu ini!" lanjut Beno dengan ekspresi anak anjing yang menggemaskan di wajahnya.

"Ugh.."

Melihat wajah yang mencoba terlihat menggemaskan itu membuat Reyhan secara nalurih bergidik, apa lagi Beno memegang kedua tangannya dengan sedikit feminin membuat Reyhan menghempasnya dengan jijik.

"Menjauh dariku! Aku masih normal ok!" jawab Reyhan dengan ekspresi jijik di wajahnya.

Tentu saja Beno berusaha menyerahkan tanggung jawab itu kepada Reyhan, Reyhan memiliki posisi yang lebih tinggi darinya dan bahkan termasuk dalam salah satu orang kepercayaan CEO, jadi ini bukanlah hal yang sulit untuk dia laKukan.

Reyhan juga memiliki keahlian dibidang ini, maka itu pasti akan mudah untuknya mengakses rekaman tanpa masalah.

Mengingat ketuanya Pak Setio yang berdarah dingin, dia menjadi ngeri sendiri. Orang itu tidak akan menerima kesalahan terkecil pun, bahkan tidak akan menerima alasan dari bawahannya saat memberikan hukuman yang keras.

Setelah di hempas dengan sedikit kasar, Beno tidak menyerah. Dia maju ke hadapan Reyhan dan memegang ujung kemeja Reyhan dengan ekspresi malu-malu di wajahnya.

Dengan suara pelan dia berucap ke arah Reyhan.

"Tuan Reyhan, tidak kah anda ingin membantuku? Atau anda lebih memilih terlihat memiliki hubungan dengaku?" Jelas Beno sedang mengancam Reyhan.

Beno memiliki bentuk tubuh dan wajah yang terlihat mirip dengan seorang wanita, di kantor, seluruh kariawan mengira dirinya adalah seorang homo, apa lagi dengan cara berpakaiannya yang sedikit eksentrik, membuatnya hampir secantik bunga.

Dengan tampilan seperti itu, jelas dia juga memiliki mental seorang gadis lemah.

"Ugh... Enyalah dari hadapanku! jika tidak aku tidak akan membantumu!" ucap Reyhan dengan tatapan jijik, dia tidak tahan dengan orang-orang yang seperti itu, entah apa yang merasukinya sehingga mau berteman dengan Beno.

Mendengar ucapan Reyhan wajah Beno seketika berseri-seri.

"Siap Komandan, prajurit ini akan segera menghilang dari hadapanmu!" ucap Beno semangat dan segera menghilang dari hadapan Reyhan.

'Oh tuhan jantungku, apakah dia harus tersenyum seperti itu? pikir Reyhan dalam hati saat menyeka keringat di dahinya. Saat ini dia benar-benar merasa ingin muntah.

Reyhan segera menghapuskan ingatan tentang wajah Beno yang terlihat seperti bunga, dia tidak ingin ingatan itu membuatnya menjadi bengkok.

Saat Reyhan melangkah masuk ke dalam ruang kontrol, hal pertama yang dia lihat adalah sekumpulan orang yang bekerja di bagian keamanan, Meskipun ini hanya sebuah perusahaan, namun setiap orang yang bekerja di bagian keamanan memiliki pengalaman di bagian militer, maka dari itu tidak ada seorangpun yang berani memberikan masalah di dalam perusahaan.

Kedatangan Reyhan tidak di sadari oleh siapa pun di dalam ruangan, mereka pokus mendengarkan arahan dari pimpinan mereka.

Reyhan tidak memperdulikan mereka lagi dan mulai berjalan ke depan komputer untuk mengakses rekaman sebelumnya di pagi hari.

"Saat ini CEO sedang menghilang, kita semua di tugaskan untuk melakukan pencarian di titik terakhir dia berada!" ucap pimpinan dengan suara yang sedikit lantang di depan seluruh bawahannya.

DEG.. Apa? CEO menghilang? gerakan tangan Reyhan yang menari di atas keyboard seketika terhenti.

Dia tidak menyangka CEOnya akan menghilang, mungkinkah yang tadi di cari oleh Pak Tri itu Ceo?

"Terakhir kali CEO terlihat di titik ini, dan dalam sepuluh menit sinyal keberadaannya menghilang! Jika ada ada seorang dari kalian yang mengetahui tentang kawasan ini, segera maju kedepan!" ucap pimpinan sambil memproyeksikan peta di hadapan semua orang.

"Aku tau!" suara seorang pria terdengar di sudut ruangan.

Seluruh orang menoleh untuk melihat ke arah asal suara.

"Bima? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Pak Tri dengan ekspresi kurang senang, saat ini dia sedang melakukan pertemuan penting dan Reyhan datang menyela di tengah-tengah.

Reyhan tidak menjawab pertanyaan Pak Tri dan mulai berbicara. "Aku perna menelusuri hutan ini beberapa kali, ku rasa aku bisa membantu dalam pencarian CEO!" ucap Reyhan sambil menunjuk ke arah peta yang sebelumnya di tunjuk oleh Pak Tri.

Próximo capítulo