webnovel

ditengah pusaran salju

관련작품
Reinkarnasi Sang Nanomancer - Apakah Aku Menjadi Gadis Salju?
저자: Reili
연재중 · 95.9K 조회수
시놉시스
Aku ditangkap? Baiklah, tidak bisa kuhindari karena aku tidak bisa bergerak. Dijadikan bahan eksperimen? Setidaknya beri aku anestesi. Aku dibebaskan? Biarkan aku balas dendam. Ingin memohon ampun? Maaf, nona ini menaruh dendam. Aku menghancurkan lab jadi sekarang biarkan aku menjelajahi dunia ini dengan bebas. Entah bagaimana aku bergabung dengan kelompok Tuan Pahlawan. Baiklah, dia tampaknya menyenangkan. "Aduh, betapa kejamnya. Demi kehormatan menjadi pahlawan, kau akan membunuh nona ini ya?" Dia tersenyum sambil berlumuran darah. "Che, kau masih sempat bercanda saat ini?" Dia berkata dengan tatapan tajam. "Apa arti hidup jika tidak menikmati setiap momen? Karena aku akan mati dan tidak bisa membalas dendam sendiri, aku harap orang lain akan melakukannya." "Tidak ada yang akan melakukannya. Hanya kau yang lebih kuat dariku dengan Nanomancymu. Sekarang denganmu keluar dar-" "Diam anak kecil. Aku mencoba mati dengan tenang di sini." "Tapi aku ol-!" "Ap! Anak yang baik tidak mengganggu orang tua mereka." "Tapi kamu-!" "Dadah~" Dia menyeringai sebelum kehilangan kekuatan. "SIAL!" … Kenapa aku tidur di lapangan salju? Tuan Serigala menggeram padaku. Lapar ya?... Aku juga.
목차
더 보기

PUSARAN AIR PINTU MASUK KEHIDUPAN BAWAH

Salah satu Bolonti baru saja keluar dari rumah gubuk kecil, turun tangga, mengambil parang dan bergegas bercocok tanam dihalaman rumah. Tidak hanya sampai disitu, setelah kurang lebih 2 jam bercocok tanam, bolonti ini pun pergi ke danau, manaiki sampan, mendayung menjauh dari rumahnya yang berada di pulau dipertengahan danau ini. Ya, rumahnya berada pada pulau kecil yang dikelilingi danau. Ia hidup sendiri disini tanpa diganggu siapapun, menikmati rutinitasnya tanpa terusik kesemrautan kehidupan istana. Ia sendiri yang menginginkan ini, ia inginkan kehidupan tenang tanpa terusik oleh apapun juga. Bolonti ini pun berlabuh, mengambil umpan berupa cacing tanah, ditaburnya diatas permukaan danau. Sekolompok ikan yang berbadan dan berkepala burung namun tidak bersayap melainkan berekor dan bersirip datang mengerumuni umpan. Bolonti ini pun tanpa pikir panjang mengambil jaring dan melemparkannya kesekelompak ikan yang aneh bentuknya ini. Setelah yakin bahwa hari ini cukup mendapatkan ikan untuk memenuhi kebutuhan perutnya, bolonti yang tampak menikmati hidup ini pun pulang kerumahnya yang jauh dari keramaian. Bolonti yang merupakan anak raja ini mengasingkan diri semenjak ayahnya, raja kehidupan bawah meninggal dunia. Ia mengasingkan diri dan menyerahkan kekuasaannya pada Ratu. Bukan karena ketidakmampuannya dalam memimpin melainkan rasa sedih kehilangan orang tua yang masih menghantuinya. Bagaimana tidak? Meninggalnya Raja tidak terlepas dari kecorobohan yang dilakukannya.  Kala itu ia dan Raja berburuh di udara. Berburuh binatang seperti harimau bersayap merupakan kegemaran raja, juga salah satu olahraga yang sering dilakukan para bolonti. Selain itu, berburuh juga bagian dari ritual bolonti ketika akan diangkat menjadi pemimpin pasukan, para bolonti akan bertarung memperebutkan satu binatang harimau. Jika menang maka akan jadi pemimpin pasukan. Raja dan anaknya berburuh karena kesenangan, mereka terbang sambil memegang panah, mengejar harimau yang terbang begitu cepat. "wusshhh.... wusshhhh....", bunyi panah diudara menerjang kearah harimau. Namun harimau bisa memiringkan badan hingga panah melesat jauh. "oyintu (giliranmu)", kata Raja pada anaknya. Ia bergegas terbang mengejar harimau yang terus mengepakkan sayapnya. "wussshhhh.... wussssshh....", bunyi panah kembali menerjang harimau, namun harimau masih bisa menghindar, terbang menjauh dari Raja dan anaknya. "tafaimo (ngapain sekarang)?", tanya anaknya. "wangkaemo, kalaa namayitu (kejar, pergi ke sana)!", perintah Raja agar anaknya bergegas mengejar harimau dari arah berbeda dengannya. Raja mengejar dari belakang harimau, sementara anaknya mengejar dari arah samping kiri. Mereka berpencar, namun tidak lama berselang, harimau ternyata berbalik arah melihat anak raja. Bukannya anak raja yang mengejar harimau melainkan harimau mengejar anak raja. Sementara saat itu tidak ada pengawal untuk menjaga mereka. Melihat perilaku harimau yang mengira anak raja adalah mangsa, raja mempercepat mengepas sayapnya agar bisa lebih dekat harimau. Sementara anaknya, berpikir sebaliknya, ia berpikir jika ayahnya melakukan itu agar harimau mendekatinya dan ia bisa melepas panah lebih dekat harimau. Skenario dugaan anak raja pun sesuai. Harimau semakin mendekatinya. Pada jarak sekiranya ia perkirakan akan mengenai harimau, dilepaskannya panah. "wuussssh.... wusshhhhh...." Panah melesat menjangkau harimau, namun tanpa diduga ternyata harimau memiringkan diri sehingga panah hanya mengenai sedikit badan harimau. Panah melesat diudara hingga mengenai dada Raja. "Wadduuuuuuuuhhh", teriak Raja. Raja terjatuh berputar putar diudara hingga jatuh ke danau dekat pusaran air, tanpa sempat diambil anaknya, Raja terbawa arus pusaran hingga masuk dalam putarannya dan dalam sekejap hilang begitu saja, tanpa meninggalkan jejak.

Lamail_Ziha · Fantasy
관련 리뷰
관련 주제
더 보기
신작

Start the simulation to kill bugs and live to the peak of life

The real title of the book was [Start simulation to kill bugs, hide until you leave the moving castle](Lord's text) When he woke up, the entire world had transmigrated to another world. Other people would start off by doing quests in the main city or killing monsters in the wild to level up and pick up treasure chests, but Mu Fan had transmigrated to the Cursed Land and faced layers upon layers of undead army. Other people's initial rewards were angels, black dragons, spearmen, elves, or even peasants, but Mu Fan only had a simulator. From then on, Mu Fan started his life simulation: A day later, while the others were still doing quests and killing monsters, Mu Fan had already gotten rid of the bug and escaped from the Legendary building, Moving Castle. A week later, when other people started to build their territories and recruit mercenaries, Mu Fan had already become the City Lord and issued NPC missions. He had also become a grand mage and possessed Mythical Grade equipment. He had occupied a top-notch Dao Foundation Nest and had tens of thousands of undead under him. Moreover, the more he fought, the more undead he had. A month later, when the others were fully fledged and formed teams to attack the city, Mu Fan had already conquered the entire Cursed Land and became the overlord of a region. A year later, when the Immortal Cultivation World broke through the World Barrier and arrived on this mainland, others were still others. Mu Fan had already become the ruler of the mainland and had mastered the 3,000 Great Dao. A concentration camp of imagination!

Start over
· 9.2K 조회수
인기 검색