webnovel

PENGUSIR SETAN

作者: Senja491
ティーン
連載中 · 6.8K ビュー
  • 7 章
    コンテンツ
  • レビュー結果
  • N/A
    応援
概要

Permainan pemanggilan roh yang Qiana lakukan bersama teman-temannya di sekolah membuka tabir rahasia tiga tahun yang lalu bagaimana roh itu mati. Qiana harus berurusan dengan roh lain yang meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah mereka yang masih tertinggal di dunia. Dengan bantuan Dewa lalu menciptakan kedekatan keduanya. Karena rasa itu juga Qiana mundur. Waktu berlalu, kisah yang tertinggal antara Dewa dan Qiana kembali datang, hanya Qiana sudah memiliki kekasih. Tapi, Dewa tidak akan mundur jika yang Qiana suka adalah roh. Bagaimana Qiana bisa bersama roh itu? Bagaimana Dewa kembali merebut hati Qiana dengan saingan tidak terlihat? Ig: Nilakrisna176 cover by freepik

Chapter 1Awal Permainan Bunga Merah

Empat orang siswa putin abu-abu berkumpul di kelas yang sudah lama tidak digunakan. Meja, kursi, yang terbuat dari kayu sudah rusak berbaris di pojokan ditata tidak rapi. Bau ruangan yang lembab bercampur dengan debu dan ada genangan air di lantai dari atap yang bocor. Di luar sana siang hari tapi di sini cahaya seolah enggan masuk, jadilah ruangan terasa kelam. Tapi justru karena itu ruangan ini sangat cocok digunakan untuk ritual Qiana dan teman-temannya. Disaat semua siswa lain menikmati akhir semester dengan berbagai lomba yang diadakan, Qiana dan teman-temannya malah mempersiapkan ritual pemanggilan setan.

"Lo, yakin main disini?" tanya Pelita sambil mengerutkan kening mengedarkan pandangan memutari ruangan. "Ko gue 'worried' ya." Baru saja masuk Pelita sudah merasakan ruangan ini terasa tidak nyaman.

"Nggak mungkin juga kita main di kelas?" tutur Qiana. Menarik meja usang yang penuh dengan coretan tidak jelas, bahkan pinggiran mejanya sudah patah juga terdapat jejak rayap. Suara tarikan meja yang bergesek dengan lantai seakan membangunkan penghuni lain, sayup-sayup terdengar binatang melata berlari.

"Apaan itudah? Tikus," ujar Pelita lagi.

"Gimana Cara mainnya, Qin?" tanya Vanesa. Melihat Qiana meletakan satu lembar kertas. Meninggalkan Pelita yang masih mengerutkan pundaknya.

"Ikutin gue! Tapi jangan lepas tangan kalian dari koin ini, ngerti!"

Semua mengangguk, mengerti. Qiana mulai mempersiapkan kertas dan uang logam yang digunakan.

Qiana, Pelita, Vanesa, Veederica. Meletakan masing-masing telunjuk di atas koin lama seratus rupiah tertera tahun pembuatannya pada tahan 1978 silam. Qiana sendiri mendapatkan uang logam itu dari orang yang memperkenalkan permainan memanggil roh Ini. Dulu ia sempat berpikir ini hanya akal-akalan Suri temannya. Ternyata saat Suri tidak ada dan roh dipanggil, nyatanya uang logam itu memang bergerak di bawah telunjuknya. Awalnya terasa aneh namun kini sudah terbiasa Qiana bermainkan bersama temannya dulu.

Suri adalah anak seorang pendatang yang kebetulan menyewa rumah di samping Qiana dulu. Ia datang ke kota ini untuk berobat. Katanya Suri mengidap penyakit yang belum ditemukan penyebabnya ia bisa sewaktu-waktu meraung-raung kesakitan yang tidak jelas asalnya dari mana. Kebetulan di kampung Qiana ada orang pintar, dulu. Berbulan-bulan Suri di sana sampai akhirnya ia sembuh lalu kembali ke kampung halamannya, persahabatan mereka pun sampai di situ. Lagi pula Qiana pun meneruskan pendidikan di kota menjadi anak kos.

Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Mereka memulai permainan. Satu kali mantra diucapkan Qiana bertanya.

"Jailangkung apa kamu sudah hadir? "

Tidak ada pergerakan koin masih di tempat kosong, yang artinya roh belum hadir.

Mantra kembali mereka ucapkan untuk memanggil. Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Jailangkung jailangse di sini ada pesta kecil-kecilan datang tak dijemput pulang tak diantar.

Qiana kembali bertanya. "Jailangkung apa kamu sudah hadir? " Koin itu bergeser dari lingkaran kosong menuju lingkaran yang berisi kata.

"Ya."

Napas keempatnya seakan terhenti Jantung mereka berpacu. Pelita, Vanesa, Veederica. Bersamaan menoleh melihat Qiana. Seakan bertanya 'Ini beneran?

Suasana seketika sunyi.

Qiana sangat mengerti apa yang ada di kepala mereka sama dengan pertanyaannya dulu pada Suri. Qiana memejamkan matanya sesaat 'Ikuti permainan!'

"Siapa nama kamu? " tanya Qiana lagi.

Koin itu kembali bergerak di bawah telunjuknya menuju huruf-huruf yang tertera di kertas, satu persatu sampai membentuk sebuah nama "Bunga" Koin itu belum selesai ia terus bergerak menuju huruf. "M".

"Bunga merah," ulang Qian. "Kenapa kamu mati?"

Uang logam itu kembali berputar menunjuk satu demi satu huruf.

"Bakar!" Qiana makin heran baru kali ini ia memanggil roh yang jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan yang ditanyakan.

"Kamu mati karena terbakar? Ada kebakaran?" Uang logam kembali hendak berputar, lalu.

"Stop! Lo kalo nanya yang bermanfaat kenapa sih! Bunga siapa yang juara kelas? Di kelas gue?" tanya Veederica, ia hanya ingin menunjukan jika ia tidak terkalahkan karena pada dasarnya Veederica tahu ia lah sang juara.

Koin itu kembali berputar mencari huruf, sampai membentuk nama.

"Veederica."

Veederica tersenyum bangga, melihat semua temannya, ia memang pintar juga cantik. Jangan lupakan seberapa orang tuanya kaya.

"Bunga. Dewa punya cewek gak?" Veederica kembali bertanya makin penasaran dan juga semakin menarik, jika kita bisa mengetahui segala hal dengan permainan roh ini.

"Tidak." Kata itu kembali membuat Veederica melebarkan senyuman antusias. Veederica bersorak dalam hati cowok yang ditaksir sejak lama ternyata memang tidak punya kekasih. Tapi kenapa Dewa begitu dingin pada gadis?

"Bunga. Dewa suka cewek kaya apa sih?" tanyanya lagi.

Koin itu kembali bergerak.

"Yang baik." kenapa jawaban koin itu terkesan aneh dan memihak.

"Gantian gue yang nanya, Vee." Pelita unjuk suara dibanding pertanyaan soal laki-laki lebih baik pertanyaan yang bermanfaat.

"Rese deh loh... Gue belum selesai nanya, pengen tau tentang Dewa lebih banyak." Veederica mulai emosi pada Pelita, derajatnya lebih tinggi dari Pelita tidak sepantasnya parasit di grup ini menyela pertanyaan pentingnya soal Dewa. Wajah Veederica mulai tidak bersahabat.

"Bunga. Dimana ibu aku sekarang? " Pelita tidak gentar dengan ocehan Veederica ia memang ingin bertanya soal ibunya, pasalnya belum juga ada kabar.

Uang koin itu kembali berputar mencari Satu demi satu huruf sampai membentuk kata.

"WC."

Pelita dan Qiana saling beradu pandang.

Ibu dari Pelita sudah lama pergi ke kota lain bekerja menjadi asisten rumah tangga dan beberapa bulan ini tidak ada kabar dari beliau. Pelita sudah mencoba mencari ke tempat ibunya bekerja tapi kata pemilik rumah ibunya sudah lama berhenti.

"Woyyyyy..... Lagi pada ngapain lo? Wah... Pada main apa lo semua? Alah.. Boong ini, tangan lo kan yang gerak?"

Empat anak laki-laki masuk mengagetkan Qiana dan yang lainnya. Dengan suara berisik serta memukul-mukul meja keempatnya tidak percaya dan terus saja berisik.

"Loh semua bisa pada diem gak sih!" Jengkel Qiana tapi tidak di hiraukan yang lain, para anak Laki-laki itu semakin banyak yang datang, melihat kelas yang tadinya sunyi seketika jadi gaduh.

Koin di tangan Qiana berputar, terus saja berputar melingkar koin itu tidak mau berhenti ke tempatnya. Qiana kebingungan apa yang harus dilakukan, siswa lain terus saja berdatangan mengelilingi mereka sampai harus menarik meja untuk berdiri melihat Qiana dan yang lainnya.

あなたも好きかも

"Ku Tunggu Kau di Surga"

Nirmala, gadis berusia 20 tahun, dia pengidap penyakit leukimia. Dan divonis dokter umurnya tidak akan lama lagi. Dia adalah anak pengusaha kaya. Nirmala tinggal bersama ibu tirinya. Suatu hari Nirmala dijebak Lea sedang minum-minuman keras di sebuah bar, dan berfoto-foto mesra dengan seorang pria dalam satu ranjang. Hingga dia diusir dari rumahnya sendiri oleh Sony(papanya). Nirmala tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena kejahatan Lea. Dengan bantuan Bi Ijah asisten rumah tangga Nirmala, Nirmala bisa tinggal bersama Bibinya di kampung. Suatu hari dia bekerja terlalu keras membantu sang Bibi di persawahan. Hingga dia lemas, mimisan dan akhirnya pingsan. Sang Bibi membawanya ke dokter, kata dokter itu hanya faktor kelelahan. Seminggu kemudian, itu sering terjadi. Hingga kejadian itu terjadi beberapa hari kemudian. Dari pemeriksaan dokter dirumah sakit, Nirmala pengidap penyakit Leukimia akut. Disebuah pasar Nirmala bertemu dengan Kevin. Dari sanalah awal mereka kenal. Yang tiap harinya mereka selalu bertengkar, namun lama-lama kebencian itu berubah jadi cinta. Karena biaya pengobatan Nirmala yang mahal, dia memutuskan untuk bekerja sebagai penyanyi disebuah King Club terbesar di Asia Tenggara. Dengan memakai topeng Nirmala menutupi identitasnya. Nirmala bertemu dengan pemilik Club, Jack Wilson. Dia juga Pemilik perusahaan besar di beberapa kota. Jack jatuh cinta pada wanita yang berinisial Issabella itu? bagaimana kelanjutan kisahnya?

Iin_Romita · ティーン
5.0
400 Chs

ALONE WITHOUT PARENTS

Semenjak perceraian kedua orangtuanya, Aneska tinggal bersama kakak kandung dan kakak iparnya. Keadaan bukannya membaik, justru kehidupan Aneska semakin menderita. Perilaku seorang kakak ipar kepadanya seperti perlakuan seorang Ibu tiri kepada anak tirinya. Membuat Aneska tumbuh menjadi seorang gadis yang tomboy. Namun wajahnya yang sangat cantik membuat dirinya disukai oleh banyak laki-laki. Namun rasa trauma Aneska yang diberikan oleh orangtuanya sendiri membuat Aneska tidak pernah membuka hatinya untuk laki-laki. Dan semua laki-laki menyerah untuk mendekatinya. Kecuali satu orang laki-laki yang terus berjuang untuk mendapatkannya. Tetapi tetap saja, sedikit kemungkinan untuk lelaki tersebut dapat diterima oleh Aneska. Berbagai cara sudah dilakukan oleh lelaki tersebut. Mulai dari dirinya yang berusaha untuk bisa berteman dengan Aneska sampai menjadi seseorang yang selalu ada di saat Aneska dalam kesusahan. Sampai pada akhirnya ketika Aneska sudah terlalu menderita dengan kehidupannya bersama kakak iparnya, hanya lelaki tersebut yang ada di sampingnya. Membuat Aneska merasa dilindungi oleh lelaki tersebut. Lambat laun akhirnya Aneska menerima keberadaan dan hati leleki tersebut yang sudah diberikan kepada Aneska sejak lama. Kehidupan berumah tangga yang sangat ditakuti oleh Aneska selama ini ternyata adalah sebuah kesalahan besar. Menikah dengan lelaki yang telah menyukainya terlebih dahulu membuat Aneska hidup bahagia tanpa ada suatu masalah yang membuat mereka berdua bertengkar hebat. Mereka menjadi keluarga yang harmonis sampai salah satu di antara mereka lebih dulu meninggal dunia.

Arummsukma · ティーン
5.0
404 Chs

レビュー結果

  • 総合レビュー
  • テキストの品質
  • リリース頻度安定性
  • ストーリー展開
  • キャラクターデザイン
  • 世界観設定
レビュー
ワウ!今レビューすると、最初のレビュアーになれる!

応援