webnovel

92. (6) Sesuatu yang terlambat (4) Pertanyaan Tania pada...

Setelah berbicara dengan Iqbal beberapa kali Rio menyadari kesalahannya.

Casa.

Rio membiarkan Bastian mendekati Casa bukan semata-mata Rio membiarkannya begitu saja. Rasa khawatir seorang Rio pada Tania melupakannya pada hubungannya yang asli pada Casa.

Bodoh? Iya. Memang pada dasarnya Rio bodoh karena Casa yang terlalu kekanak-kanakan membuat Tania jengah. Semenolaknya Tania, dia bisa memahami apa yang Rio butuhkan dari seorang Casa walaupun sebenarnya Rio lah yang tidak tahu diri.

Mendengar bagaimana kosekuensi buruk yang Iqbal berikan pada dirinya, Rio langsung saja pergi dari apartemen Tania melupakan semua rasa khawatirnya dan memilih langsung mendatangi tempat les Casa (pacarnya).

Limabelas menit perjalanan Rio sampai di tempat les saja. Tepat sekali yang Iqbal katakan, ada Bastian yang sedang menghisap tembakau yang digulung menjadi sangat kecil dari jari kelingkingnya.

ロックされた章

webnovel.com で好きな作者や翻訳者を応援してください

次の章へ