webnovel

Semesta Kita

Penulis: ALWA1196
Remaja
Sedang berlangsung · 15.1K Dilihat
  • 6 Bab
    Konten
  • 5.0
    15 peringkat
  • N/A
    DUKUNG
Ringkasan

Cerita ini tentang anak perempuan yang selalu dipaksa kuat oleh keadaan. Anak perempuan yang memikul beban sangat banyak di pundaknya. Juga anak perempuan yang raut wajahnya selalu terlihat bahagia, tapi menyembunyikan banyak luka di baliknya. Siapa pun dia yang masuk dalam hidup kita, sebesar dan sekecil apa pun perannya, dia memang sudah dituliskan, apa pun peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, sepenting dan seremeh apa pun adalah juga sudah dituliskan. Lalu apa yang harus diragukan? IG Penulis: @cerita.alwa

tagar
3 tagar
Chapter 1Prolog

Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu.

---

Sepulang dari pemakaman Atlas Pranata Atmadja, tentu saja duka masih membekas dengan sangat dalam diri Vega. 

"Las … makasih untuk kisah singkat, tapi melekat ini." Dari sang tokoh utama untuk tokoh yang melegenda. 

Apa pun alasan dan juga penjelasannya, perpisahan akan selalu menjadi hal yang paling menyakitkan. 

"Bagaimana kalau jodohku ternyata adalah ajalku sendiri? Tapi jika waktu itu tiba aku minta ama kamu untuk tidak menangisi kepergianku." Pesan terakhirnya yang diucapkan Atlas masih berputar-putar dengan sangat pilu di dalam pikiran Vega saat ini. 

"Atlas … kamu adalah jatuh cinta versi terbaik dalam hidupku saat ini, esok, juga selamanya," ucap Vega sambil memandang langit yang juga seolah-olah sedang berduka atas kepergian orang nomor satu di Bimasena Geng itu. 

Atlas Pranata Atmadja--dia pria hebat yang pernah dimiliki oleh seorang Damayanti Vega Rianto. Sosok lelaki yang tidak pernah gagal untuk menjadi sayap pelindung untuk wanita yang dia cintai. 

"Seandainya skenario hidup ini bisa aku baca terlebih dahulu, maka aku pasti akan menghapus bagian yang sama sekali tidak ingin untuk aku perankan." Vega kembali bergumam dalam hatinya, dia menerka-nerka apakah bisa dia melanjutkan hidupnya tanpa Atlas lagi? 

"Atlas, aku ikhlas bukan berarti aku menyerah, ya?" Vega memberi ultimatum pada sosok yang tidak bisa lagi untuk dia rengkuh. Sosok yang selalu menjadi pusat jatuh cinta terbaiknya. 

Tidak mudah? Tentu saja tidak, tapi bukankah luka sudah memiliki masanya sendiri untuk sembuh?

Waktu begitu cepat untuk berlalu rasanya baru kemarin Atlas memintanya secara khusus untuk menjadi ibu ketua dari geng motor yang paling disegani di SMA Garuda Sakti, tapi seolah tanpa ampun semesta merenggut itu semua darinya. 

"Atlas? Lo adalah orang yang paling tidak ingin untuk gue menangis. Tapi kenapa lo sekarang menjadi sumber luka terhebat buat gue, hah?" 

Dan pada akhirnya Vega sadar akan satu hal, diumbar atau tidak lauhul mahfudz tetaplah pemenangnya. Dan kematian adalah rival terberatnya.

Mobil yang dikemudikan oleh sang om, Dirka Abimanyu Rianto berhenti tepat di halaman rumah duka. Rumah yang menjadi saksi bisu perjalanan Atlas dari masa ke masa. 

Di belakang Vega saat ini juga telah terparkir 6 motor besar milik para inti dari Bimasena, geng motor yang saat ini sedang  diselimuti duka karena kehilangan ketua mereka. Kehilangan ketua sama halnya dengan kehilangan arah. 

Dengan dibimbing Dirka, Vega membawa kedua kaki jenjangnya menuju dalam rumah. 

"Be strong, Ga.  Kalau Atlas lihat kamu seperti ini pun pasti dia akan sangat marah." Tapi Vega seperti sedang menutup kedua telinganya rapat-rapat saat mendengar apa yang dikatakan oleh sang om.

Untuk saat ini berdamai dengan semua kenyataan adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan oleh Vega. 

"Ga, kamu sudah balik, Nak? Sini sama tante." Dia adalah Diza Gayatri Rianto, adik bungsu dari sang papa. 

Vega menurut saja apa yang dikatakan oleh sang tante tanpa bantahan sama sekali. 

"Ga, kenalin ini Aster."  Kedua manik mata milik Vega seperti ingin jatuh berserakan saat ini, saat dia melihat sosok yang ada di hadapannya sangatlah mirip dengan Atlas, tak ada celah sedikit pun untuk mengatakan dia bukan Atlas. 

"Dia Aster Praha Atmadja." 

"Aku mengenal dia sebagai Atlas, tapi bagaimana bisa dia memperkenalkan diri sebagai Aster?" gumam Vega yang tak bisa mencerna dengan baik apa yang saat ini sedang terjadi. 

Anda Mungkin Juga Menyukai

Jodoh! Masa Gitu?

Heningtyas Permata Hati (17) seorang gadis desa yang polos tapi bar bar, dalam hidupnya hanya ada satu tujuan, menikah dengan anak juragan tanah yang gantengnya mirip aktor Bolywood kesayangannya. Di sela menjalani hari dengan tujuan hidup yang tak tergoyahkan, nasib buruk menghampirinya, seorang pemuda tampan dari kota (Anggara Yuda Pradipta, 18) datang dan tinggal di rumahnya dengan alasan yang tidak jelas. Orangtuanya pun tak bisa memberi jawaban yang memuaskan. Pemuda itu memiliki kepribadian ganda menurut Hening, kadang dingin kaya kulkas khusus es batu, kadang panas kaya api neraka. Dan jangan tanyakan tingkat ketajaman lidahnya, kalo udah ngomong nyakitin sampe ubun-ubun bayi baru lahir. Nasib buruk Hening tak sampai di situ, setiap hari pemuda itu menjadi sumber masalahnya, dimana dia tak bisa lagi khusyuk berdo'a untuk meminta pada Tuhan agar anak juragan tanah itu menjadi jodohnya. Sial! "EHHH ... MONYET! ANGKAT KAKI DARI RUMAHKU!!!" Dengan angkuh Dipta berkata, "ngusir gue? Nggak sadar diri! Gubuk reot lo ini berdiri di atas tanah kakek gue! Kalo ada yang harus angkat kaki, itu lo!" Mulut Hening menganga sampe hampir jatuh ke lantai, baru tekatup saat mendengar pintu kamar di banting dengan kuat. "Ya Tuhan! Apa salah dan dosaku!!" Jerit Hening yang di sambut tendangan maut dari dalam pintu kamar. Jantungnya hampir copot di buat cowok gila itu. Keselnya bukan main si Hening. Bagaimana nasib Hening selanjutnya? Bisakah dia mempertahankan tujuan hidupnya? Sementara Anggara Yuda Pradipta terus mengusik jiwa dan raganya. Dan apakah penyebab Anggara Yuda Pradipta berakhir di rumahnya? Ikuti kisah mereka dalam novel 'Jodoh! Masa Gitu?' Yakin bakal di buat ngakak dan baper parah. Dan yang paling penting, kalian bakal menemukan banyak rahasia dalam kisah mereka. Baca juga novelku yang lain ya. 1. Annaya dan Takdirnya. (700 views dan 900 colection) 2. Pernikahan Sementara. (2M views dan 8,6k colection)

Ardhaharyani_9027 · Remaja
Peringkat tidak cukup
347 Chs

School of Persona

Bagaimana rasanya hidup sebagai remaja di tahun 2042-2043? Ditengah perkembangan zaman yang semakin pesat dan kompetitif? Mereka itulah yang disebut sebagai ‘Generasi Emas Indonesia 2045’. Berdirilah School of Persona (SP). Sebuah asrama yang dibangun sebagai tempat pembinaan kompetensi dan kepribadian para remaja SMA penerima Haikal Scholarship in Leadership (HSL). Penghuni asrama elit itu sangat heterogen, mereka dituntut untuk memahami berbagai perbedaan persona di dalamnya. Mereka memiliki sisi yang membanggakan, normal, hingga 'liar' secara bersamaan. Bukan kamuflase, itu hanya ukum tiga wajah; pribadi; keluarga; publik. Banyak persoalan, rahasia dan masalah muncul diantara mereka, lama kelamaan membesar, lalu meledak sebagai bom waktu. Lalu, mampukah mereka membangun diri sekaligus menghadapi tantangan besar generasi mereka itu? Unlock the answer by reading this story! ------ Halo, Readers! Selamat datang di novel keempat Aleyshia Wein. Konsep novel ini adalah Fiksi Realistik dengan sentuhan Literary Fiction. Meskipun demikian, sisi romantis akan tetap ada tipis-tipis, baik diantara para penghuni School of Persona, atau Adriana dan Haikal. Author menyarankan untuk terlebih dahulu membaca karya kedua Author yang berjudul 'Laboratory Doctor and Activist' untuk lebih dekat dengan karakter dan kisah Adriana Gerrie dan M. Faqih Haikal yang terbilang cukup filosofis mendasari berdirinya The School of Persona. Seperti biasa gaya bahasa akan cenderung teknis, dan beberapa istilah advanced akan dijelaskan dalam notes Author. Happy reading! Regards, Aleyshia Wein.

aleyshiawein · Remaja
5.0
268 Chs

peringkat

  • Rata-rata Keseluruhan
  • Kualitas penulisan
  • Memperbarui stabilitas
  • Pengembangan Cerita
  • Desain Karakter
  • latar belakang dunia
Ulasan-ulasan
Disukai
Terbaru

DUKUNG