webnovel

Dua Suami

Perkotaan
Sedang berlangsung · 23.1K Dilihat
  • 2 Bab
    Konten
  • peringkat
  • N/A
    DUKUNG
Ringkasan

Ayyana seorang gadis berparas cantik, kulitnya seputih salju dengan bola mata yang berwarna coklat terang. Ayyana menikah dengan seorang pria sederhana yang bekerja sebagai pelaut. Suatu hari Ji Sang di kabarkan terjatuh dari kapal yang di tumpanginya. Menyebabkan dia amnesia sehingga tidak pernah kembali selama lima tahun.

Chapter 1Bab 1 - Kembali

Desa Nelayan Dojangpo, Korea Selatan.

Ayyana menikmati tenggelamnya matahari di depan rumahnya. Saat ini dirinya tengah menunggu kepulangan suaminya dari berlayar. Suaminya bekerja sebagai anak buah kapal. Ada kabar yang memberitahukan kalau mereka akan segera berlabuh setelah tiga bulan berlayar.

Sudah sejak siang tadi Ayyana menyiapkan makan malam untuk suaminya. Ia sangat bersemangat menunggu Ji Sang yang akan segera pulang. Ia sudah sangat merindukan suaminya.

Ayyana dan Ji Sang baru menikah empat bulan yang lalu. Ayyana masih berumur 22 tahun lebih muda dari suaminya yang berumur 25 tahun. Ji Sang merupakan cinta pertama dan terakhir bagi Ayyana. Mereka sudah kenal sejak kecil karena rumah mereka berdekatan.

Mereka baru berpacaran ketika Ayyana masih sekolah menengah atas dan Ji sang rela menunggu hingga Ayyana lulus dari kuliahnya yang berada jauh di kota. Ayyana sangat mencintai pria sederhana seperti Ji Sang karena mau menerima segala kekurangannya.

Sudah pukul delapan malam tapi Ji Sang tidak kunjung kembali. Ayyana merasa sangat khawatir, tapi karena lelah ia tertidur di kursi yang ada di meja dengan menggunakan tangan sebagai bantalannya.

Ada suara ketukan pintu dari luar beberapa kali. Ayyana baru terbangun ketika ketukan yang kelima. Ia langsung terbangun dan bergegas untuk membukakan pintu.

Di sana berdiri seorang pria yang sedari tadi Ayyana tunggu. Seorang pria bertubuh tegap dan tinggi. Walaupun samar-samar terlihat, Ayyana masih bisa melihat pria itu tersenyum padanya.

"Ji Sang!" Ayyana langsung berhambur ke dalam pelukan suaminya sambil meneteskan bola kristal dari pelupuk matanya. Tiga bulan sudah mereka tidak bertemu. Membuat Ayyana sangat merindukan pria itu. Apalagi mereka masih terbilang pasangan baru.

Ji Sang merentangkan tangannya dan mendekap Ayyana dengan penuh kasih sayang. Ji Sang mengecup puncak kepala sang istri. Ia juga sangat merindukan istrinya. Tidak seharusnya dia meninggalkan Ayyana sendirian. Ini semua Ji Sang lakukan agar keluarga mereka kelak mempunyai kehidupan yang layak. Ji Sang ingin disaat sudah punya anak nanti mereka sudah mempunyai usaha sehingga tidak perlu pergi berlayar.

"Apa kita akan terus berada di sini?" bisik Ji Sang di telinga Ayyana dengan lembut.

"Ji Sang, aku sangat merindukanmu." Ayyana tidak melepaskan pelukannya. Ia semakin membenamkan kepalanya di dada bidang Ji Sang.

Ji Sang melepas pelukannya kemudian mengecup bibir ranum milik sang istri dengan lembut yang di balas oleh Ayyana.

"Apa kau mau melanjutkan di sini?" goda Ji Sang pada Ayyana.

Ayyana tersipu malu dan wajahnya seketika memerah. Ia kemudian mencubit pinggang suaminya.

"Aww!" seru Ji Sang yang membalas menggelitiki istrinya. Mereka saling mengejar satu sama lain saat masuk ke dalam rumah.

"Cukup, Ji Sang!" ujar Ayyana saat suaminya terus saja menggelitiki perutnya dan memeluk dari belakang.

"Kau bilang tadi sangat merindukan diriku," ujar Ji Sang sambil menyembunyikan wajahnya di tengkuk Ayyana.

"Apa kau tidak lapar?" tanya Ayyana sambil mengambilkan makanan ke piring untuk Ji Sang.

"Aku sangat lapar, tapi aku lebih ingin memakanmu," bisik Ji Sang di tengkuk Ayyana. Hembusan angin membuat bulu kuduknya seketika meremang.

"Hentikan, Ji Sang!" seru Ayyana sambil melepaskan tubuhnya dari dekapan suaminya.

Ji Sang akhirnya melepaskan pelukannya dari Ayyana. Ia bergegas duduk di meja makan. Mereka selalu merindukan saat-saat seperti ini. Saat makan bersama berdua.

Pekerjaan Ji Sang sebagai anak buah kapal mengakibatkan dirinya harus berpisah begitu lama dengan Ayyana. Mereka jauh berlayar dari bibir pantai sehingga tidak bisa pulang setiap hari.

Mereka saling menyuapi satu sama lain. Keluarga kecil yang harmonis. Apalagi Ji Sang tipe pria yang sangat romantis pada istrinya.

Setelah selesai makan malam, Ayyana berbaring di ranjang menunggu Ji Sang yang tengah membersihkan diri sambil mengotak atik ponselnya. Ia mencari lowongan pekerjaan di kota Seoul. Ia menyayangkan jika sudah lama kuliah tapi ilmunya tidak digunakan sama sekali. Ia mencari lowongan di berbagai perusahaan.

"Sayang, apa yang kau lakukan?" tanya Ji Sang yang baru saja masuk ke dalam kamar.

"Aku ... aku hanya mencoba mencari lowongan pekerjaan," ujar Ayyana dengan sedikit gugup. Selama ini Ji Sang tidak pernah mengizinkan dirinya untuk bekerja.

"Apakah tidak cukup uang yang aku berikan padamu?" tanya Ji Sang dengan nada yang agak tinggi.

"Bukan begitu, aku ... aku hanya ingin membantu mencari uang untuk keluarga kita," ujar Ayyana terbata.

"Aku tau aku belum bisa membahagiakan dirimu, tapi tidak bisakah kau bersabar sebentar saja," tukas Ji Sang dengan sorot mata memerah.

Ayyana hanya menunduk, tidak berani menjawab pernyataan suaminya.

"Aku tau, kau terbiasa hidup mewah. Bukan hidup sederhana seperti saat bersama denganku," ujar Ji Sang sambil menerawang mengingat sebelum mereka menikah.

Keluarga Ayyana merupakan keluarga yang berkecukupan dan terkenal karena kekuasaannya. Berbeda dengan Ji Sang yang hanya seorang anak dari keluarga biasa. Keluarga Ayyana bahkan berulang kali menentang hubungan mereka. Hingga dengan penuh tekad dan keyakinan akhirnya Ji Sang meluluhkan hati mertuanya.

"Maafkan aku ... aku tidak bermaksud seperti itu," ujar Ayyana yang tanpa sadar bola kristal perlahan jatuh dari pelupuk matanya.

"Sayang, maafkan aku." Ji Sang berlutut di sisi ranjang di depan Ayyana. Ia tidak tega melihat Ayyana yang meneteskan air mata. Ji Sang kemudian menggenggam erat istrinya, bangkit berdiri lalu memeluknya dengan erat.

"Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu," sambung Ji Sang seraya mengecup puncak kepala Ayyana.

"Aku juga minta maaf," ujar Ayyana lirih sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Ji Sang.

"Ya sudah, ayo kita tidur karena sudah larut malam." Ji Sang berbaring di samping Ayyana.

Rindu yang sudah lama memuncak seketika menjadi sirna dengan adanya sedikit kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.

Ji Sang memejamkan matanya karena merasa sangat lelah. Ayyana memilih juga ikut berbaring ketika melihat suaminya sudah terlelap dalam tidurnya. Ia menyesal karena sudah membuat Ji Sang kesal padanya.

Ia mengamati wajah Ji Sang, membelai rambutnya yang berwarna hitam dengan lembut. Ayyana bangkit mengambil selimut yang ada di dalam lemari. Menutupi tubuh Ji Sang agar lebih hangat.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tuan CEO, Istri Anda adalah BOSS Tersembunyi!

Lima tahun lalu, Qiao Nian dikhianati oleh kakaknya, Qiao Xin. Setelah menghabiskan satu malam dengan seorang pria asing, Qiao Nian hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak tersebut, dan akhirnya melahirkan seorang bayi yang lahir mati. Di bawah tipu daya ibu dan kakaknya, Qiao Nian kehilangan sahamnya di Grup Qiao dan dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adiknya, Qiao Xin, akan menikah dengan Putra Muda Kedua dari Keluarga Gu. Dia dikabarkan sangat buruk rupa. Pada hari ia lahir, dokter meramalkan bahwa ia tidak akan hidup lewat usia dua puluh tahun. Ibunya tidak tega melihat Qiao Xin menikah dengan orang seperti itu dan teringat pada Qiao Nian yang masih terkunci di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Qiao Nian dikeluarkan dari rumah sakit untuk menggantikan Qiao Xin dalam pernikahannya dengan Keluarga Gu. Ibunya berkata, "Baguslah jika Qiao Nian, yang tidak berguna ini, bisa menggantikan Xin'er untuk menjadi janda hidup di Keluarga Gu. Jika Xin'er yang menikah ke keluarga itu, aku akan patah hati." Qiao Xin berkata, "Ibu, jangan berkata begitu tentang Kakak. Kalau bukan karena dia, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya khawatir kalau Kakak tidak akan setuju." Ayahnya berkata, "Xin'er, kamu terlalu baik hati. Sudah lupa kah bagaimana Qiao Nian menfitnahmu lima tahun yang lalu? Dia tidak tahu mengendalikan diri. Dia hamil sebelum menikah dan bahkan melahirkan anak yang masih mati. Sudah cukup baik kita membiarkannya menikah dengan seseorang dari Keluarga Gu yang terpandang! Hak apa yang dia miliki untuk memilih?" Qiao Nian mengejek. Saat itu, konspirasi terhadapnya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, membuatnya menderita. Dia akan membalas semuanya! Semua orang berpikir bahwa tindakannya berasal dari kombinasi mentalitas orang kalah dan penyakit jiwa, namun sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi union yang kuat seimpak Mars menabrak Bumi! Dengan mengambil keuntungan dari keterampilannya yang brilian di bidang kedokteran, Qiao Nian membuat berbagai orang sampah dan penjahat menelan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, berbagai identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing terungkap. Ternyata dia kaya raya sampai bisa menyaingi sebuah negara! Kemudian, Tuan Muda Kedua Gu meletakkan sepasang klon mini Qiao Nian di depannya. Dihadapkan dengan dua anak yang menyerupai dirinya dan Gu Zhou, Qiao Nian berkedip dengan terkejut. "Kapan aku melahirkan anak-anakmu?"

JQK · Perkotaan
Peringkat tidak cukup
656 Chs

DUKUNG