webnovel

Bayangan Para Penyintas

Penulis: Mcsar
Fiksi Ilmiah
Sedang berlangsung · 778 Dilihat
  • 6 Bab
    Konten
  • peringkat
  • N/A
    DUKUNG
Ringkasan

"Bayangan Para Penyintas" adalah kisah mencekam tentang bertahan hidup di tengah kegelapan kiamat zombie. Dunia Rey, seorang remaja pecinta game samurai, berubah menjadi mimpi buruk ketika wabah misterius menyapu kota, mengubah manusia menjadi makhluk haus darah dengan gerakan liar dan insting membunuh. Sendirian di tengah kehancuran, Rey harus melawan rasa takut dan trauma saat menyaksikan orang-orang terdekatnya hancur di depan matanya. Namun, kengerian dunia luar tidak memberinya banyak pilihan. Di antara kota yang dipenuhi mayat hidup, keheningan bukanlah perlindungan, melainkan ancaman. Saat bertemu Maya, seorang gadis pemberani yang memegang rahasia kelam di balik luka-luka lamanya, perjalanan mereka berubah menjadi perjuangan yang penuh ketegangan. Setiap langkah membawa mereka lebih dekat ke kengerian baru: zombie yang lebih cepat, lebih kuat, dan kelompok manusia yang telah kehilangan sisi kemanusiaannya. Di tengah reruntuhan yang sunyi namun penuh bisikan, Rey dan Maya dihadapkan pada dilema: berjuang bersama atau menjadi korban bayang-bayang yang terus mengejar mereka. Mampukah mereka bertahan hidup ketika dunia berubah menjadi panggung horor tanpa akhir? Sebuah kisah yang memadukan aksi, horor, dan ketegangan dalam perjalanan yang menghantui setiap jiwa.

Chapter 1prolog

Hening.

Tidak ada suara kendaraan, tidak ada tawa anak-anak yang bermain di jalanan, tidak ada keramaian pasar yang biasanya memenuhi udara pagi. Kota itu kini menjadi lautan kehancuran, dengan bangunan yang roboh dan jejak darah yang membeku di aspal. Di balik reruntuhan, bayangan-bayangan bergerak perlahan, tubuh-tubuh yang pernah hidup kini berjalan tanpa arah, haus akan daging dan suara.

Di tengah kehancuran itu, seorang anak remaja berdiri. Pedang kayu yang ia genggam gemetar di tangannya, bukan karena beratnya, melainkan karena ketakutan yang tak tertahankan. Matanya memandang sekeliling, mencari tanda-tanda kehidupan, tetapi yang ia temukan hanyalah tatapan kosong dari makhluk-makhluk yang dulunya manusia.

Rey menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Dalam pikirannya, ia mengingat apa yang selalu ia pelajari dari game favoritnya:

"Tetap tenang. Perhatikan gerakan musuh. Serang hanya ketika ada peluang."

Namun ini bukan permainan. Di dunia nyata, satu kesalahan berarti kematian, atau lebih buruk: menjadi salah satu dari mereka.

"Rey!"

Suara itu memecah keheningan. Dari balik reruntuhan, seorang gadis muncul, napasnya tersengal-sengal, wajahnya penuh debu dan luka kecil. Maya. Dia berlari menuju Rey, tetapi langkahnya terhenti ketika sekelompok zombie tiba-tiba muncul di belakangnya, mengejarnya dengan gerakan yang tak wajar.

Rey tahu dia harus bertindak. Dia tahu bahwa jika dia tidak melawan sekarang, tidak hanya Maya yang akan mati, tetapi juga harapan kecil yang masih ada di dunia yang sudah hancur ini.

Dengan satu seruan penuh tekad, Rey mengangkat pedang kayunya dan melangkah maju. Hatinya berdebar, tetapi di tengah kegelapan, dia tahu satu hal: jika mereka ingin bertahan hidup, mereka harus menjadi lebih dari sekadar manusia biasa.

Mereka harus menjadi bayangan para penyintas.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Gempar Pribadi

Evan mengajak Zahra, calon istrinya, untuk bertemu di tempat favorit mereka malam ini. Tempat itu sebenarnya sebuah kafe yang menyediakan lokasi di pinggir sungai, yang lebih sepi namun estetik. Akhirnya, waktu yang dinanti oleh Evan pun tiba. Sesampainya di lokasi, Evan melihat Zahra dari kejauhan, namun Zahra terlihat sedang duduk berbincang dengan seorang lelaki misterius. Memakai topi, masker, dan kacamata hitam. Outfit yang cukup aneh mengingat ini adalah malam hari. Zahra juga terlihat akrab dengan lelaki itu. Evan yang posesif dan begitu mencintai Zahra langsung berprasangka buruk. Ia yakin Zahra sudah selingkuh dengan lelaki itu. Evan lantas berjalan mendekat ke arah mereka. Anehnya, Zahra justru berlari menjauh dari Evan bersama lelaki itu. Evan berteriak memanggil nama Zahra, namun sia-sia. Ia mencoba mengejar Zahra dan lelaki itu. Saat Evan berhasil meraih tangan lelaki itu, ia meninju wajah lelaki itu hingga roboh. Melihat hal itu, Zahra nampak ingin menolong. Tapi ia justru diminta oleh lelaki itu untuk segera pergi ke sebuah lokasi lain. Evan nampak hancur seketika. Momen itu dimanfaatkan lelaki itu untuk mendorong Evan hingga ia jatuh ke sungai kecil di samping kafe. Sebelum terjatuh ke sungai, Evan sempat meraih tangan lelaki itu, berpegangan pada arloji yang dipakai lelaki itu di tangan kirinya. Lelaki itu malah melepas arloji itu dan membiarkan arlojinya ikut jatuh bersama Evan. Semenjak kejadian itu, Evan berubah. Ia memutuskan hidup menyendiri di pedesaan bersama saudaranya. Bahkan ia memutuskan membuang smartphonenya karena tak ingin mengingat lagi kenangan tentang Zahra. Bertahun-tahun Evan hidup sederhana dan kacau akibat kejadian malam itu. Namun meski sudah bertahun-tahun mencoba melupakan Zahra, ia justru semakin penasaran siapa lelaki itu sebenarnya. Lelaki yang sudah merebut calon istrinya. Ia kemudian memutuskan untuk mencari siapa lelaki itu, dan jika nantinya dia harus bertemu Zahra, maka ia hanya akan mengucapkan selamat kepada mereka. Satu-satunya petunjuk yang ia miliki dari lelaki itu adalah arloji yang secara tidak sengaja ikut digenggam dan jatuh bersamanya di sungai. Secara tak terduga, Evan mendapat kesempatan untuk bisa kembali ke masa lalu, tepatnya saat rekan sekantornya dulu, Dewi, yang juga adalah putri seorang ilmuwan, sedang membutuhkan seorang sukarelawan untuk mencoba mesin waktu yang diciptakan mendiang ayahnya. Evan langsung menyanggupinya, dan kembali ke masa lalu tepatnya di malam ia bertemu terakhir kali dengan Zahra di kafe, untuk mengetahui siapa laki-laki itu sebenarnya. Sebuah jawaban yang sangat mengejutkan Evan setelah tahu identitas sebenarnya siapa laki-laki itu.

Gempar_Pribadi · Fiksi Ilmiah
Peringkat tidak cukup
19 Chs
Indeks

peringkat

  • Rata-rata Keseluruhan
  • Kualitas penulisan
  • Memperbarui stabilitas
  • Pengembangan Cerita
  • Desain Karakter
  • latar belakang dunia
Ulasan-ulasan
WoW! Anda akan menjadi peninjau pertama jika meninggalkan ulasan sekarang

DUKUNG