webnovel

Be myself

Sejarah
Sedang berlangsung · 17.2K Dilihat
  • 7 Bab
    Konten
  • peringkat
  • NO.200+
    DUKUNG
Ringkasan

Reyhan Gabriel Sanjaya dikenal dengan julukan "bad boy" Karena kelakuannya yang tidak tau aturan dan sering membuat onar. Tetapi ada rahasia yang membuat dia seperti itu dan dia selalu lolos dari hukuman sebab dia adalah anak dari pemilik sekolah. Sampai ia bertemu dengan seorang gadis bernama Keysah Salsabila Putri yang merubah Hidupnya. By : PTH 2804 ~Happy Reading~

tagar
2 tagar
Chapter 1Chapter 1

Hari senin yang biasanya menjadi hari yang paling dibenci oleh semua orang. Hari dimana kembali mengawali semua kegiatan setelah bersantai di hari weekend yang menyenangkan. Namun sepertinya hari Senin kali ini menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh seorang gadis yang tengah bercermin sambil merapihkan rambutnya.

Gadis itu adalah Kayla Salsabila putri, seorang gadis yang baru saja pindah ke Jakarta untuk bisa satu sekolah lagi bersama kedua sahabatnya yang sudah berada di Jakarta selama beberapa tahun belakangan ini. Dia sebenarnya tinggal di Jakarta tetapi 3 tahun yang lalu dia pindah ke Jogja karena ayahnya yang harus pindah ke sana, jadi mau tidak mau dia pindah dari Jakarta ke Jogja selama 3 tahun belakang ini.

Kayla terlihat bersemangat untuk masuk di hari pertama sekolahnya. Sekolah yang sama dengan kedua sahabat kecilnya itu. Ngomong-ngomong tentang kedua sahabatnya, tadi malam mereka mengatakan akan menjemputnya karena dia yang masih sedikit lupa dengan jalan disini. Wajar saja karena dia pindah sudah 3 tahun lamanya dan banyak bangunan yang sudah berubah.

Setelah selesai mengeringkan rambutnya, dia mengambil hp nya dimeja lalu membuka grub chat nya bersama kedua sahabatnya. Saat itu dia melihat chat dari sahabatnya bahwa dia sudah sampai didepan rumahnya. Kayla mengambil tasnya dan bergegas turun ke bawah. Dia pun langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil Cerriva.

"Pagi Cerriva" Sapa Kayla tersenyum lebar pada Cerriva yang memutar bola matanya

"Pagi pak Joko" Sapa Kayla lagi pada supir Cerriva yang berada di depan

"Pagi Neng Kayla" Sapa balik Pak Joko dengan senyum. Dia sudah mengenal baik sahabat dari majikannya karena dia sudah bekerja sejak Cerriva berumur 5 tahun

"Katanya nanti lo bakal sekelas sama gua dan Reny" ucap Cerriva yang sedang membaca chat di hpnya

"Serius? Kata siapa Lo?" Tanya Kayla antusias

"Kata temen gua, dia ketua OSIS namanya Rara. Nanti juga Lo bakal tur sekolah sama dia sebelum masuk kelas" jelas Cerriva menyimpan hpnya lalu menatap Kayla

"Jangan macem-macem ya lo hari pertama nih" ucap Cerriva mengingat kelakuan konyol Kayla yang bisa saja keluar secara tiba-tiba

"Apaan sih loh, Gajelas banget deh" ucap Kayla berpura-pura tidak mengerti

"Ga usah berlagak bego loh. Gua tau Lo kaya gimana" ucap Cerriva malas yang membuat Kayla cengengesan

"Iya tenang aja Napa sih. Hari pertama tuh gua harus elegan dulu biar pada terpesona sama gua" ucap Kayla dengan senyum tengil

"Dih males banget gua" ucap Cerriva memutar bola matanya malas mendengar ucapan pede sahabatnya itu

"Liat aja ya, mereka pasti pada naksir sama gua"

"Iya iya aja deh seterah Lo" ucap Cerriva yang mengiyakan ucapan Kayla yang membuat Kayla tertawa

•••••

Reny menatap aneh kepada sahabatnya yang santai minum teh botol setelah melakukan hal konyol tadi pagi yang membuatnya dibicarakan oleh seluruh murid di kantin. Tadi pagi setelah upacara Kayla mengomel karena teriknya sinar matahari dan juga suhu Jakarta yang lebih panas dari pada di Jogja dan saat di kantin tiba-tiba saja setelah mengambil minum dari kulkas, dia berdiam diri mengademkan badannya karena kepanasan dan itu membuatnya dibicarakan oleh seluruh murid.

Kayla yang sadar ditatap oleh Reny langsung menatap balik Reny.

"Apaan sih loh Ren ngeliatin gua kek gitu"

"Lo bener-bener deh" ucap Reny

"Kaya baru tau aja sih Ren. Dia kan emang aneh" celetuk Cerriva

"Tuh Cerriva bener. Gua aneh dan Lo berdua juga aneh kenapa mau temenan sama gua" ucap Kayla ketus

"Bener-bener ya Lo Kayla" ucap Reny lalu dengan isengnya mengacak-acak rambut Kayla

"Weh ah jangan berantakin rambut gua" kesal Kayla yang mencoba menghentikan Reny

Cerriva menggelengkan kepalanya melihat hal biasa yang sering kedua sahabatnya itu lakukan dulu. Dan jujur dia merindukan hal semacam ini. Cerriva sangat senang saat Kayla yang akhirnya pindah menyusul mereka berdua untuk terus bersama.

"Gina" Cerriva tersadar dari lamunannya saat Reny memanggil seseorang. Cerriva mengalihkan pandangannya lalu melihat Gina yang sedang berjalan ke arah meja mereka.

"Tumben keluarnya lama?" Tanya Reny saat Gina duduk didepannya

"Tau dah tuh Bu lilis ceramah dulu, katanya kalian tuh harus rajin blablabla" ucap Gina memutar matanya malas mengingat ceramah wali kelasnya itu

"Johan mana? Kok gak bareng?" Tanya Cerriva yang melihat Gina datang sendirian

"Ada urusan sama klub basketnya gitu deh" jawab Gina mengangkat bahunya lalu matanya menatap kearah seseorang yang asing duduk disampingnya

"Eh lu anak baru itu ya? Yang tadi pagi masuk kulkas?" Ceplos Gina yang membuat Kayla meringis malu dan menganggukkan kepalanya

"Kocak banget sih lu hahahaha. Anyway gua Gina Puspita, panggil aja Gina dan gua satu klub cheers sama Reny" ucap Gina tersenyum ramah dan menjulurkan tangannya yang disambut senang oleh Kayla

"iya Gin, gua Kayla Salsabila Putri biasa dipanggil Kayla hehehe" ucap Kayla tersenyum.

Gina mengangguk-ngangguk lalu melepaskan tangannya dan menunjuk Cerriva dan Reny secara bergantian

"Gua tau Lo kok soalnya mereka berdua sering banget ceritain Lo. Mereka berdua excited banget pas Lo akhirnya pindah kesini"

Kayla langsung menatap kedua sahabatnya dengan senyum tengilnya saat mendengar ucapan Gina. Sementara Cerriva dan Reny langsung melihat kearah lain dan berpura-pura tidak mendengarnya yang membuat Gina tertawa melihat kelakuan kedua temannya.

Tiba-tiba datang lah dua cowo yang menghampiri meja mereka.

"Yow yow Doni is here everybody!! Ada apa nih pada ketawa-ketawa?" Tanya seorang murid berkulit putih yang duduk disamping Reny

"Cuman Gina yang ketawa bukan semuanya" ucap murid yang datang bersamanya

"Siapa juga yang bilang mereka semua ketawa? Gua kan nanya kenapa ketawa doang"

"Tapi kan Lo nanyanya 'ada apa nih pada ketawa-ketawa?' Berarti Lo merujuk ke semua nya bukan ke Gina doang"

Kayla melongo melihat berdua kembali beradu mulut setelah duduk di mejanya. Sementara ketiga orang lainnya seperti sudah terbiasa Dengan adu mulut mereka.

"Ga usah aneh. Mereka berdua emang suka adu mulut" ucap Reny yang melihat wajah bingung Kayla

"Doni Rendy" panggil Gina agak keras yang membuat mereka berhenti dan menoleh secara serempak ke arah Gina

"Iya kenapa dah Gin gak jelas teriak-teriak" tanya mereka berdua

"Berisik tau gak lu berdua tuh. Daripada ribut mending kenalan dulu sama anak baru temannya Reny Ama Cerriva" ucap Gina menunjuk Kayla yang berada disamping nya

"OH LU YANG TADI MASUK KE KULKAS ITU KAN?" tanya Rendy teringat kejadian tadi pagi. Kayla meringis malu kembali dan diam-diam mengutuk kebodohannya

'di cap anak baru yang masuk kulkas dah ni' ucap Kayla dalam hati

Doni menyenggol lengan Rendy saat melihat wajah merah Kayla. Dia dengan cepat menjulurkan tangannya kearah Kayla.

"Doni Ardiansyah, panggil aja Doni" ucap Doni tersenyum. Kayla menerima uluran tangan Doni dan tersenyum

"Kayla Salsabila, panggil aja Kayla" ucap Kayla tersenyum lalu bergantian berjabat tangan dengan Rendy yang sudah menjulurkan tangannya juga

"Rendy adijaya, panggil aja Rendy"

Kayla dan Rendy saling melemparkan senyum lalu melepaskan kedua tangan mereka.

"Jadi kalian ini satu geng semua?" Tanya Kayla. Doni mengangguk kepalanya dengan semangat

"Kita satu geng sebenarnya ada 7 orang. Kita berempat terus ada dua lagi. Yang satu namanya Johan dan dia sekelas sama Gina. Satu lagi Lo udah kenal anak kelas kita itu si Rara" ucap Reny menjelaskan

"Oh yang ketua OSIS itu?" Tanya Kayla yang diangguki Rendy

"Ngomong-ngomong soal Rara. Dia kemana?" Tanya Gina

"Tadi kita ketemu didepan ruang BK. Biasalah ngurusin geng sampah itu" jawab Doni dengan nada yang sedikit berbeda

"Geng sampah?" Tanya Kayla bingung

"Maksud Doni, gengnya Reyhan. Itu geng yang suka buat onar deh disini" jawab Cerriva

"Kayla mending lu jangan berurusan sama mereka ya. Kalau emang mereka gangguin lu, bilang aja sama gua atau Doni" ucap Rendy tersenyum kearah kayla

"Ah oke" ucap Kayla mengangguk dan kembali melanjutkan makanya

"Eh nanti pulang sekolah jadi?" Tanya Gina yang mengingat janji mereka yang akan pergi ke sebuah cafe yang baru saja buka Minggu lalu

"Katanya Doni Ama Johan ada latihan basket?" Tanya Reny menatap Doni

"Bukan latihan sih cuman kumpul biasa doang kok" jawab Doni

"Mereka bisa nyusul nanti sama Rara juga yang ada rapat osis. Pokoknya harus jadi ya, kata sepupu gua disana makanannya enak dan murah, enak juga buat nongkrong ngerjain tugas" ucap Gina

"Mau kemana?" Tanya Kayla kepada Reny

"Kita mau ke cafe black and white yang baru buka Minggu kemarin" jawab Reny

"Terus gua pulang sama siapa?" Tanya Kayla cemberut mendengar kedua sahabatnya akan pergi nongkrong bersama gengnya itu

"Luh ikut aja Kayla" ucap Rendy yang mendengar pembicaraan Kayla dan Reny

"Eh? Ga enak ah gua kan baru kenal sama kalian, takutnya malah bikin suasananya ga enak" ucap Kayla tak enak karena mereka baru saja kenal bahkan dia belum berkenalan dengan satu anggota yang lain. Takutnya dia hanya membuat canggung suasana.

"Ga apa kali kayla. Lo temannya Cerriva dan Reny berarti temen kita juga" ucap Gina tersenyum

"Iya gapapa Kayla. Kita orangnya ga pilih-pilih teman kok" ucap Doni

"Kita ga gigit kok" ucap Rendy sambil nyengir

"Udah ikut aja" ucap Cerriva kepada Kayla

"Kalau kalian ga keberatan sih"

"Ga elah, santai aja" ucap Gina merangkul hangat Kayla yang membuat Kayla merasa nyaman

Kayla tersenyum dan mengangguk kepalanya.

"Oke gua ikut"

••••••

"Lo udah ketemu sama sahabatnya Reny sama Cerriva yang anak baru itu?" Tanya Johan kepada Doni yang sedang berjalan menuju ruang OSIS untuk mengajak Rara berangkat bersama ke cafe

Doni menganggukkan kepalanya dengan antusias.

"Udah. Dia asik banget orangnya kocak juga. Mirip 11 12 lah sama Reny" jawab Doni mengingat obrolan mereka tadi di kantin

"Wah gua jadi penasaran nih orangnya" ucap Johan

"Dia ikut kok ke cafe. Gina sama yang lain tadi ngajak dia" ucap Doni

"Mantap bagus deh. Gua kaya punya feeling dia bakal cocok gabung sama kita" ucap Johan

"Gua juga ngerasa begitu" ucap Doni merasakan hal yang sama saat dia bertemu dengan Kayla tadi saat dikantin

"Johan! Doni!"

Johan dan Doni menolehkan kepalanya lalu melihat Rara yang keluar dari ruang guru.

"Baru aja gua mau keruang osis" ucap Johan saat Rara berada di depan mereka

"Ga usah, langsung aja ke parkiran. Gua udah selesai kok" ucap Rara

"Oke" ucap Doni. Mereka bertiga pun berjalan bersamaan menuju parkiran

••••••

Saat mereka sampai diparkiran mereka dikejutkan dengan motor yang melaju dengan cepat melewati mereka.

"WOY GAK PUNYA MATA YA LO" teriak Doni sangat kesal saat mengenali motor siapa itu

Yamaha R25 itu berhenti tidak jauh dari ketiganya. Si pengendara motor tersebut melirik dari kaca spion dengan tatapan datar.

"Udahlah Don" ucap Rara yang menahan tangan Doni mencoba menenangkan Doni. Doni menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan menuju mobil Johan. Johan dan Rara saling pandang lalu mengikuti Doni.

Sementara itu pengendara motor itu tersenyum miring dan akan melajukan motornya lagi sebelum itu seseorang memanggil nya.

"REYHANNNN"

Reyhan menolehkan kepalanya dengan malas saat melihat kedua temannya menghampirinya.

"Gua nebeng pulang dong"

"Gua ada urusan. Lo sama Marvel aja" ucap Reyhan dengan datar

"Ta-tapi....." Belum sempat dia selesai berbicara, Reyhan sudah pergi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi

"Risma... Risma... Udah dibilang dia ga akan mau hahaha. Lo sama gua aja sini" ucap Marvel tertawa melihat muka cemberut sahabatnya yang ditolak oleh Reyhan

"Ya udahlah gua sama Lo" ucap Risma cemberut

"Cemberut aja Lo. Udah ayo gua beliin es krim" ucap Marvel menarik tangan Risma menuju motornya

"Emangnya gua anak kecil"

"Emang anak kecil" ucap Marvel

"IH MARVEL NYEBELIN BANGET LOH"

Marvel tertawa dengan keras melihat Risma yang semakin cemberut.

Anda Mungkin Juga Menyukai

NITYASA : THE SPECIAL GIFT

When death is a blessing. Bagaimana jika lingkup sosial kita di isi oleh orang-orang menakjubkan? Diantaranya adalah orang yang mempunyai anugerah di luar nalar. Salah satunya seorang bernama Jayendra yang berumur lebih dari 700 tahun dan akan selalu bertambah ratusan bahkan ribuan tahun lagi. Dia memiliki sebuah bakat magis yang disebut Ajian Nityasa. Kemampuan untuk berumur abadi. Mempunyai tingkat kesembuhan kilat ketika kulitnya tergores, tubuh kebal terhadap senjata dan racun, fisik yang tidak dapat merasakan sakit, serta tubuh yang tidak menua. Namun dari balik anugerah umur panjangnya itu, gejolak dari dalam batinnya justru sangat berlawanan dengan kekuatan luarnya. Pengalaman hidup yang dia lewati telah banyak membuatnya menderita. Kehidupan panjang tak bisa menjaminnya untuk bisa menikmati waktunya yang melimpah. Kebahagiaan tak lagi bisa dia rasakan. Dari semua alasan itu, maka baginya kematian adalah hal yang sangat ia damba. Tetapi malaikat pencabut nyawa bahkan tak akan mau mendekatinya yang telah dianugerahi umur abadi. Pusaka yang menjadi kunci satu-satunya untuk menghilangkan Ajian Panjang Umur itu telah lenyap ratusan tahun lalu. Maka jalan tunggal yang harus ditempuh adalah kembali ke masa lalu. Tidak, dia tidak bisa kembali. Orang lain yang akan melakukan itu untuknya. Seorang utusan akan pergi ke masa lalu bukan untuk merubah, tetapi untuk menguji seberapa besar batasan kepuasan manusia. Masa lalu berlatar pada awal abad 13 di Kerajaan Galuh pada masa kepemimpinan Maharaja Prabu Dharmasiksa. Di zaman itulah misi yang semula hanya untuk mengambil sebuah pusaka seolah berubah menjadi misi bunuh diri. Kebutaan manusia akan sejarah membuatnya terjebak pada konflik era kolosal yang rumit. Mampukah mereka melakukannya? Atau akan terjebak selamanya?

Sigit_Irawan · Sejarah
4.9
240 Chs

Monster di Batavia

Berakhir dalam 11 - 12 Chapter terakhir. Kisah ini, adalah kisah dari sebuah harapan. Kisah ini juga kisah dari sebuah perjuangan. Kisah dari sebuah cita, kisah dari sebuah asa. Kisah dari seorang gadis bernama Anna, yang kehilangan ingatannya di tengah para penjajah VOC yang bisa merubah wujud mereka. Terbagi dalam tiga babak besar, dimana pada awal tiap babaknya akan di gambarkan keseluruhan alurnya dalam satu puisi singkat. Kisah ini mengangkat catatan sejarah bangsa dalam genre cerita fantasi yang mendebarkan. Mengambil setting di tiga masa berbeda, kisah ini akan membawa pembaca untuk bertualang dan menyaksikan koneksi dari perjuangan para pahlawan Nusantara. Cuplikan : "Di mana ini!?" kata pikirannya mengacau. ... Blap! Blap! ... tiba-tiba dua lampu pijar bersinar. "... Het feest!! ... kita sambut bersama ... ANNA!!" Kemudian ... desahan makhluk yang belum pernah ia dengar ... Slurrpp!! "... AAAAA!!!" "Jangan takut gadis manis, tulangmu tak akan kami sisakan sedikit pun"  "Tidak!" " ... mari kita lihat seperti apa rasa yang dimiliki daging lembutmu ... " "HHYYAAAAAAAA ... TIDAK TIDAK! ...  JANGAN ... JANGAN MENDEKAT! SANA PERGI ...  TIDDAAAAAKKKKKK!!!" Batavia 1628, sebagai salah satu wilayah jajahan VOC kota bergaya eropa ini berubah menjadi tempat yang sangat mencekam. Kemudian tepat di suatu bangunan megah yang berada di tengah kota, digelarlah suatu pesta dansa tepat saat pertengahan malam. Bulan bersinar bulat, tarian dan musik klasik pun mulai diputar, dan seketika lampu ruangan itu dimatikan. Saat itulah panggung mencekam Batavia dibuka....

Tom_Ardy · Sejarah
4.9
95 Chs