Keesokkan harinya. Hyerim Berdandan sebagai Hyeri kembali ia terlalu takut untuk kembali kesana. Saat berjalan memasuki sekolah sebelumnya Hyerim menutup mata seakan berdoa.
"Aku tahu aku bukan Hyeri tapi setidaknya aku membantu saudariku sampai ia sembuh, jangan sampai karena kusemua keadaan yang dulu menjadi berubah. Bersabarlah Hyerim hanya sampai Hyeri sembuh maka kau akan kembali menjadi Dirimu sendiri. Hanya saat ini saja berperanan layak Oh Hyeri yang mereka kenal. Oh Hyeri si angkuh dan pemberani yang tak pernah takut pada apapun, Oh Hyeri yang egois, Oh Hyeri yang berteman buku di sampingnya"
Setelah meyakinkan dirinya Hyerim melangkahkan kakinya dengan mantap berjalan layaknya Oh Hyeri dagunya di terangkat tatapannya juga mirip dengan Oh Hyeri, Semua mata melihat Hyerim dan mulut-mulut itu lagi setelah Hyerim enyah dari sana mereka kembali membicarakannya.
"Kini dia telah kembali pada dirinya, mungkin kemarin dia kesambet apaanlah jadi seperti itu"
Hyerim berjalan dengan langkah yang mantap menghampiri mejanya. Jong in yang hendak keluar kelas tersenyum sinis melihat Oh Hyerim.
"Hyeri-ya, kau terlihat seakan kembali pada dirimu sekarang" seru Jongin memulai menganggu Hyeri .
Hyerim berbalik dengan mantap dan tegas ia sedikit memutar kepalanya. "Memangnya kemarin bukan diriku? Kim Jong In" katanya dengan angkuh.
"Kau mengenalku rupanya. Semenjak kapan kau tahu namaku"
Hyerim langsung berbalik ia tak mau melayani Jong in, ia melangkahkan kakinya pergi dari sana untuk menghindari Jongin. Saat di luar kelas Hyerim menyandarkan tubuhnya pada dinding kelas agar tak terlihat oleh Jongin. Ia terus saja menghela nafas, ia tak bisa terus seperti ini. Ia rasa ini bukan seperti dirinya.
Chanyeol melihatnya Hyerim dari kejauhan ia seakan-akan berpikir sejenak, apa yang dilakukan Hyerim disana.
Saat melihat kedatangan Chanyeol Hyerim memperbaiki tingkahnya seperti Oh Hyeri. "Kau kemarin yang melemparkan Dengan genggaman kertaskan!!" Bentak Hyerim melototi Chanyeol
Chanyeol langsung membuang wajah dan melewati Hyerim, karena kesal Hyerim menangkap tangan Chanyeol dengan sekuat tenaga ia menarik Chanyeol agar berbalik padanya. Chanyeol langsung menepis tangan Hyerim dengan kuat sehingga kuku Chanyeol sedikit menggaruk lengan Hyerim dan berdarah karena goresan itu.
"Aw!" Desis Hyerim kesakitan .
Karena melihat tangan Hyerim terluka Chanyeol menjadi merasa bersalah. Ekspresi nya berubah saat tangan Putih Hyerim mengeluarkan cairan merah.
"Kau juga mengapa terlalu sibuk memegangku! Itu salahmu sendiri!" Kata Chanyeol menutupi kesalahannya .
"Harusnya kau meminta maaf bukan malah menyalahkan ku!!" Hyerim menarik baju Chanyeol kebawah dan menatapnya berkaca-kaca. Chanyeol merasa heran dengan pemandangan itu terluka atau tidak Hyeri Tak akan sekali-sekali menatat tajam seseorang dengan mata berkaca-kaca akan tetapi ia akan langsung menatap berapi orang itu dan segera mengambilnya atau memukulnya hingga menendangnya.
"Hyeri, kau" cetus Chanyeol merasa aneh mengapa Hyeri Selemah ini dan berusaha untuk kuat.
Junmyeon yang entah datang dari mana langsung menarik Hyeri pergi dari sisi Chanyeol. "Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Jerit Hyerim berusaha melepaskan genggaman Junmyeon.
"Gadisnya mengapa ia terlihat lemah sekali, lepaskan genggamanku saja ia tak bisa. Biasanya ia sangat kuat. Apa ia ingin mempermainkannya dan teman-temanku!" Kata Junmyeon dalam.
Sesampainya di atap Junmyeon melepaskan cengkeramannya dengan kasar sehingga Hyerim terhempas kuat bagaikan tertiup angin kuat.
"Jangan sok lemah deh!" Singgung Junmyeon kesal.
Airmata Hyerim menetes karena perkataan dan perbuatannya kasar Junmyeon. "Kenapa kalian mengangguku! Apa salahku sampai kalian mengangguku sampai begini!"
"Hahah" Junmyeon tertawa geli. "Kau tak ingat dengan perkatanmu kemarin lusa!" Geram Junmyeon di puncak emosinya.
Hyerim yang sudah tak bisa menahan sakit dari lukanya di tambah perlakuan kasar Junmyeon padanya iapun menangis terseduh-seduh. Dia adalah Hyerim yang lemah bukan Hyeri yang kuat, karena ia adalah Hyerim yang tak sekuat Hyeri. Ia gampang sekitar terluka dan cepat sekali menangis.
Junmyeonpun merasa bersalah karena membuat cewe di hadapannya menangis, ia sudah biasa berdebat dengan Hyeri hingga melakukan perlakukan kasar pada Hyeri tapi Hyeri tak pernah menangis di hadapannya akan tetapi, sebenarnya masalah sepertinya adalah Masalah kecil bagi Hyeri tapi mengapa ia menangis.
"Sudahlah jangan akting! Jangan pura-pura lemah sehingga kau bisa lari dari Masalah ini Oh Hyeri!"
Tangis Hyerim semakin jadi ia langsung menjongkok dan menangis lebih keras disana. Junmyeon hanya berdiri terdiam sambil memasukkan kedua tangannya di kedua kantong celananya dan menatap langit yang biru.
"Dasar cowok jahat!" Caci Hyerim berdiri dan berlari pergi meninggalkan Junmyeon .
Yixing yang sehabis dari Rumah sakit untuk melihat Hyeri, terlihat lemas tak berdaya berjalan menulusuri koridor menuju kelasnya saat di tanggah jalur kedua saat itu Hyerim menuruni tanggah dalam keadaan sehabis menangis mereka sambil tatap menetap . Hingga pada akhirnya Yixing mengalah untuk memalingkan pandangannya dan berjalan menuju kelas.
Hyerim terlihat bertanya-tanya. Mengapa Yixing seperti itu saat melihatnya. Ia mengejar Yixing dan menepuk pundak pria berlesung itu.
Yixing berbalik melihat Hyerim "Hyeri tak akan menyapaku walau sekali saja apalagi menepuk pundak ku, tolong menjauhkan dariku"
"Kau tak akan memberitahukan pada siapa-siapakan , aku disini hanya sampai Hyeri sembuh jadi kumohon jangan memberitahu pada teman-teman yang lain"
"Teman-teman katamu? Apa mereka teman-temanku Hyeri tak pernah menganggap mereka teman-teman" sanggah Yixing terlihat malas berbicara dengan Hyerim.
Yifan yang sudah sedari tadi berada di belakang mereka dibuat tak mengerti dan penuh tanda tanya tentang pembicaraan mereka.
Hyerim berbalik dan melihat Yifan . Betapa ia sangat terkejut setelah melihat Yifan yang sudah sedari tadi di sana. Ia berbalik kembali dan hendak mengikuti Yixing.
"Oh Hyeri!!" Panggil Yifan dengan Tegas.
Hyerim terdengar dengan kuat. Panggilan itu seakan panggilan dari malaikat pencabut nyawa. Ia hendak melarikan diri akan tetapi Yifan menangkap tangan bekas cakaran Chanyeol yang sudah kering darahnya. "Aw!" Desis Hyerim kesakitan.
"Apa yang kau lakukan!" Tepis Hyerim kuat hingga membuat lukanya semakin besar.
"Kau masih ada urusan denganku!" Tarik Yifan menarik Hyerim dengan kuat.
"Ada apa dengan kalian semua! Kenapa kalian semua sangat menyukai sekali mengangguku!!" Rontah Hyerim berusaha melepaskan tarikan Yifan.
Disetiap rintihan dan jeritan Hyerim semakin mengundang pertanyaan dan kemarahan Yifan pada Hyerim yang terus membuatnya semakin binggung. Yifan selalu berpikir bahwa Hyeri tak selemah ini, mengapa Hyeri gampang sekali di tarik dan ia juga tak langsung melawan tapi hendak membebaskan diri.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Sakit Tolong lepaskan aku kumohon" dan Hyeri tak pernah mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya ia akan langsung menerkam seseorang yang berani menyentuhnya , tidak. Sebelum orang itu menyentuhnya dia telah menerkam mereka akan tetapi mengapa Hyeri tak bisa melakukan itu. Hal itu membuat Yifan bertanya-tanya.
"Lepaskan aku!!" Hyerim menopang seluruh tenaganya dan akhirnya ia bisa terlepas dari genggaman Yifan akan tetapi ia terjatuh kelantai dengan kuat.
Yifan hanya terdiam memandangi Hyerim dengan binggung . "Hyeri-ya aku rasa kau bagaikan orang asing!".
Hyerim berdiri dari jatuhnya ia begitu berpeluh karena ketakutan dan juga berusaha mengeluarkan kekuatannya untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Wu Yifan.
"Baiklah. Bisakah kau melepaskanku sekarang? Jika aku pernah melakukan salah padamu aku minta maaf tolong jangan ganggu aku karena aku ingin sendiri!" Tegas Hyerim berkaca-kaca. "...kalau aku berbeda dari yang dulu, itu urusanku karena hakmu mau berubah bagaimana dimata kalian. Itu sama sekitar tak ada urusannya denganmu jadi kumohon jangan ganggu aku lagi!" Kata Hyerim membalikkan badannya berjalan meninggalkan Yifan yang masih mati kebingungan.
"Aku telah menghancurkan segalanya . Mianhae Eonni aku tidak bisa melawan mereka, mereka terlalu kuat sehingga aku menjatuhkan harga dirimu. Aku tahu kau tidak akan mudah meminta maaf atau merendahkan dirimu didepan orang lain selain Eomma dan aku. Tapi sungguh aku tidak bisa sepertimu. Mungkin aku mengambil sifat ayah yang lemah-lembut. Maafkan aku eonni"
Di pertengahan perjalan menuju kelas Hyerim bertemu Oh Sehun. Ia terhenti dan menghela nafas panjang, ia berusaha melewati Oh Sehun akan tetapi Sehun menghalangi langkahnya untuk menghindarinya . "Kau mau kemana?" Seru Sehun
"Kumohon jangan mengangguku!" Sehun tertawa mendengar perkataan permohonan yang tidak bisa di ucapkan Hyeri seperti itu.
"Kau membuatku ingin tertawa,.. apa benar ini Hyeri yang kukenal"
"Ah! Sudahlah menyingkir sana!". Sehun memasang lengan Hyerim untuk menghentikan Langkahnya. "Bisakah kau mengikutinya sekarang!" Minta Sehun dengan halus.
"Aissttt!!! Kumohon jangan menganguku!!" Bentak Hyerim menepis tangan Sehun dengan kasar. Mata Sehun seakan-akan berubah menjadi buas. Ia menatap tajam Hyerim. Hyerim tahu Sehun mulai marah dan kebuasannya akan muncul ia mencoba mengabaikan hal itu dan pergi meninggalkan Sehun akan tetapi tangan Sehun langsung menangkap tangannya dan menariknya kuat. Ini adalah ketiga kalinya Hyerim merontah untuk terlepas dari genggaman Sehun.
Hingga sampailah mereka di ruang UKS. Melihat Ruang UKS, Hyerim Muslim resah dari rontah nya dan menatap bingung sehun. "Apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku ingin mengobati lukamu, tadi Chanyeol menyampaikan padaku bahwa ia tak sengaja melukaimu dan ia menyuruhku untuk mengobati mu" Hyerim terdiam karena penjelasan Sehun. Sehun mengambil kotak P3K dan ngambil antiseptik dan juga obat luka serta pembalit untuk memburu luka Hyerim. Hyerim mulai memerhatikan Wajah Tampan Sehun dikiranya Sehun sama seperti mereka yang sangat kasar padanya.
"Mengapa mereka sangat membenci Oh Hyeri" pertanyaan itu kuat tanpa sengaja dari mulut Hyerim .
"Itu karena Oh Hyeri sangat kuat,.." Sehun terhenti dari perkataannya dan juga kegiatannya.
Hyerim tahu ia melakukan kesalahan dengan menanyakan yang membuat Sehun seakan-akan berpikir. "Bukannya kau sendiri Oh Hyeri mengapa kau menanyakan padaku, seperti bukan Oh Hyeri saja".
"Aniyo. Aku bukan Oh Hyeri melainkan Oh Hyerim itu yang benar" ungkap Hyerim dalam hati.
"Wahh. Ternyata Oh Hyeri bisa rendah juga ya. Jika Oh Hyeri terus begini aku bisa jatuh Cinta padamu" ucapan Sehun itu membuat Hyerim merona.
"Memangnya orang seperti apa itu Oh Hyeri? Eoh maksudnya aku itu seperti apa"
"Kamu itu, sombong+angkuh, ya memang pintar tapi tidak suka berteman suka mengejek dan menjelek-jelekkan orang lain, kasar, pemberani dan juga sangat kuat seperti Wonder woman. Tapi melihatmu sudah feminim begini para lelaki yang mungkin pernah menyukaimu pasti senang" jelas Sehun
Hyerim tersenyum mendengar itu. "Aku rasa jika, bertindak seperti itu pastinya tak akan ada yang menyukaiku kan?"
"Kau salah, sebenarnya minseok, Luhan, dan juga Yixing menyukaimu Hyeri-ya tapi karena kau selalu kasar jadi mereka hanya diam saja"
Hyerim terdiam karena kata-kata Sehun padanya. "Hari ini kau aneh, aku suka kau bisa mendengarkanku seperti ini. Ternyata kau lumayan cantik juga ya kalau tidak sedang marah" kedua pipi Hyerim merona seketika. "...wah Apa ini, apa sekarang kau sedang malu?"
"Aniya!" Cetus Hyerim berdiri.
"Suaramu, semenjak kapan bisa sehalus itu?". Sehun berhasil membuat Hyerim membeku dan salah tingkah ia berlari keluar dari Ruang UKS, kalau tidak kedua pipinya bisa matang jika tidak pergi dari sana. Saat keluar dari kelas ia bertepatan dengan Baekhyun. Baekhyun langsung melihat tangannya yang di perban, matanya mulai kembali melihat wajah Hyerim yang terlihat was-was.
(Flashback)
Saat itu Hyeri berdiri tidak jauh dari Baekhyun dan salah satu adik kelas yang mengagumi Baekhyun disana adik kelas itu memberikan Coklat dan sepucuk Surat. Akan tetapi Baekhyun malah membuang Surat itu ketempat sampah beserta harapan adik kelasnya itu, karena patah hati ia berlari sambil menangis, karena perlakukan sadis Baekhyun ia juga mengejek adik kelas itu jelek. Karena Hyeri merasa ia juga adalah seorang cewe dan merasakan terhina. Ia melangkah mantap kearah baekhyun. Hyeri tersenyum sinis kedua tangannya yang di lipatnya dibukanya dan ditamparnya wajah tampan Baekhyun bukan hanya itu ia juga memaki Baekhyun dengan kata-kata kasar serta menendangnya dengan tendangan dolio upjaginya.
(Back)
Baekhyun menjadi membenci Hyeri saat itu, ia sudah merasakan kesakitan dan juga merasa di permalukan di depan umum. Ia melihat tajam Hyerim dan berjalan cepat menuju Hyerim.
"Sepertinya dia akan melakukan sesuatu padaku" ujar Hyerim dalam hati, bergerak memasuki Ruang UKS. Saat hendak memasuki ruang UKS ia bertabrakan dengan Sehun dan mereka tidak saling terpental akan tetapi saling menyatu. Dan saling bertatapan, mata Hyerim memutar kearah kedatangan Baekhyun ia mendorong tubuh Sehun menjauh. Saat itu detak jantung Sehun berdetak sembarangan tak menentu. Wajah Hyerim begitu dekat, mata indah Hyerim sangat cantik, akan tetapi ia terlalu terfokus pada bibir Hyerim .
"Oh Hyeri!" Panggil Baekhyun dengan kesal. "Sehun ah. Kau disini?" Seru Baekhyun setelah mendapati Hyerim bersama Sehun. "Kenapa kau menghindariku? Apa kau takut padaku"
Hyerim memasang wajah judesnya. "Untuk apa aku takut pada seseorang sepertimu" Cibir Hyerim menyembunyikan ketakutannya.
"Sehun-ah bisakah kau membantuku?" Kata Baekhyun memberi kode pada Sehun.
"A-apa kau ingin memukul cewe! Kyakk! Dasar pengecut" caci Hyerim ketakutan. Baekhyun tersenyum karena hyerim ketakutan. "Aku akan merusakkan wajahmu!"
Hyerim segera berbalik pada Sehun dan melihatnya dengan Was-was. Ia kembali melihat Baekhyun. "Apa kau tidak lihat aku terluka! Dan juga,.." Hyerim melirik pada Sehun untuk minta bantuan akan tetapi Sehun seperti memihak pada Baekhyun ia bergerak cepat dan mendorong Baekhyun menyingkir dari depan pintu untuk kabur. Baekhyun dan Sehun mengejar Hyerim yang kabur. Hyerim berlari secepat mungkin. "Mereka semua sama saja tak ada yang benar-benar baik. Dan mau membantuku,. Eonni dowajuseyo!"
Saat berusaha melarikan diri Hyerim berlari dan tidak sengaja menyenggol Yifan sehingga Yifan berdirinya dan menepis ke tembok. Ia tahu bahwa itu Hyeri, ia juga ikut mengejarnya.
"Wu Yifan tangkap cewe itu cepat! " Teriak Baekhyun meminta bantuan .
Yifan segera mengejar Hyerim dan menangkapnya yang tadinya tersandung di tanggah Yifan segera menariknya dengan kuat pergi dari tempat itu untuk bersembunyi di bawah kolong tangga-tangga. Sehun dan Baekhyun telah kehilangan jejak mereka.
Hyerim membungkam mulutnya agar Baekhyun dan Sehun tak mendengar derupan nafasnya yang tersengal-sengal karena berlarian dengan kencang. Karena terlalu takutnya Hyerim sampai tidak merasakan kedua lututnya yang tertimbun di tanggah yang sudah memar.
Wu Yifan segera melihat Hyerim yang berkeluh dan terlihat ketakutan. Sedangkan Hyerim masih belum sadar siapa yang menolongnya . Ia masih terfokus dengan perlakuannya. Tapi saat kedua wajah mereka bertemu, Hyerim hendak berdiri akan tetapi tempat itu terlalu sempit sehingga ia terbentur. "Aw!" Sesuainya menunduk kembali.
Karena Yifan terus melihatnya Hyerim membuang wajah melihat tempat lain. "Lihat aku sekarang!" Bentak Yifan meminta.
Hyerim masih tak mau melihat Yifan . "Oh Hyeri!"
"Berhenti memanggilku Oh Hyeri!!" Balas Hyerim dengan kesal juga. "Karena aku Oh Hyerim" lanjutnya dalam hati . "Mengapa kalian paling suka membullyku , apa salahku! Kalian mau aku meminta maaf! Baiklah aku meminta maaf. Maaf atas kesalahanku yang lalu" Hyerim keluar dari tempat itu.
Yifan mengikutinya dan menarik tangannya. "Tolong jujur, kau Oh Hyeri atau bukan mengapa kau terlihat 100% berbeda"
Hyerim menepis tangan Yifan dan melanjutkan langkahnya tanpa mengatakan apa-apa pada Yifan yang bertanya padanya.
"OH HYERI!!" Hyerim menghentikan langkahnya dan berbalik dengan kasar menghadap pada Yifan. "Berhenti memanggilku Oh Hyeri!" Balasnya dengan kasar.
"Lalu aku harus memanggilmu apa, jika aku tidak boleh memanggilmu dengan namamu. Gadis angkuh? Oh Hyeri yang sekarang bukan Oh Hyeri si kuat lagi, apa yang membuatmu lemah Oh Hyeri? Ayolah jadi dirimu yang kuat akhir-akhir ini kau terlihat lemah dan geng-geng" ejek Yifan berusaha membangkitkan kemarahan Hyerim akan tetapi Hyerim bukanlah Hyeri.
Yifan mendekati semakin mendekat pada Hyerim. "Kau ingin ku pukul!" Cetusnya dengan pelan akan tetapi kasar. "Atau aku peluk?"
"Apa yang kau lakukan" ia mendorong tubuh Yifan menjauh, akan tetapi Yifan segera memegang kedua bahunya berharap Hyerim bergerak untuk memutar tangannya dabembantimhnya karena ia bertingkah begitu padanya. Akan tetapi Hyerim hanya terdiam membeku menerima perlakuan Yifan dengan gementar. Yifan memerhatikan dengan seksama ekspresi wajah Hyerim.
Ia mengangkat salah satu tangannya untuk menyentuh wajah Hyerim , Hyerim sudah berpikir Yifan akan menamparnya ia segera menutup mata . Akan tetapi tangan Yifan malah mengeluarkan pipi ayu Hyerim. Yifan dengan seksama memerhatikan wajah Hyerim.
"Dia Hyeri, tapi mengapa ia sangat halus dan lemah. Hyeri yang kukenal tidak akan mungkin membiarkan tangan Siapapun menyentuhnya atau mempermainkanya . Akan tetapi Hyeri yang sekarang membuatku tidak bisa memarahinya atau ingin sekali memukulnya. Hyeri si gadis tomboi itu telah berubah menjadi gadis yang lembut seperti, sampai tak kusadari ia begitu cantik jika di lihat secara dekat" mata Yifan mulai terarah pada bibir Hyerim. Akan tetapi ia berpikir dua kali dan menarik bagi Hyerim mendekap pada pelukannya .
"Peluk erat aku atau akan aku akan menciummu!" Pintahnya hyerim. Saat sadar Hyerim sudah berada dalam pelukan Yifan. Ia berusaha melepaskan tangannya tubuhnya akan tetapi pelukan Yifan terlalu kuat pada tubuh.
"Satu hari saja. Bisakah kalian tidak mengangguku?" Tangis Hyerim dan segera Yifan melepaskan pelukannya .
"Baiklah kembalilah ke kelas!"
Karena telah terlepas dari cengkraman Yifan Hyerim berlari meninggalkan Yifan dengan cepat. Saat tiba di kelas Baekhyun yang sudah duduk di bangkunya melihat tajam Hyerim. Hyerim berjalan menuju Baekhyun. Hal itu membuat Baekhyun terbentuk licik.
"Jika aku berbuat salah, tolong maafkan aku Byun Baekhyun" ucapan Hyerim sambil membungkuk. "Hah?!" Desah seisi kelas tak percaya bahwa Hyeri yang mereka kenal yang tak pernah meminta maaf kini meminta maaf pada Baekhyun.
"Ada apa dengan Hyeri hari ini?" Kata teman-teman. "Ini pertama kalinya aku melihat dia membungkuk meminta maaf seperti itu"
Bukan hanya teman-teman mereka yang kaget dan tak percaya Baekhyun dan semuanya juga begitu. Tapi tidak dengan Yixing yang mengetahui segalanya. Ia hanya terdiam memikirkan Hyeri yang sebenarnya yang berada di Rumah sakit.
Hyerim memutar kepalanya untuk melihat Yixing yang membuang wajah kearah jendela. Hyerim kembali tempat duduk Hyeri ia mengambil secarik kertas yang ia tulis. "Bisakah setelah istirahat ini kita bertemu di atap"
Yixing hanya membacanya dan tak membalasnya. Karena tak ada balasan dari Yixing padanya. Hyerim menulis kembali dengan tanda memohon dan juga emoji memohon.
Yixing tak juga membalas ia hanya berbalik melihat Hyerim sekilas. Entah itu tanda setuju atau tidak. Hyerim menganggap itu adalah tanda setuju. Setelah bel istirahat terakhir berbunyi Hyerim yang sudah duluan menunggu di atap.
"Untuk apa kau memanggilku" tegur Yixing menghampiri Hyerim yang terlihat sudah dari tadi menunggunya.
"Jangan marah padaku, sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan ini tapi Hyeri eonni memohon padaku dan juga eomma"
"Untuk apa kau merasa bersalah padaku? Itu urusanmu" kata Yixing dengan malas pusingnya .
"Aku tahu , mereka juga sudah mencium keganjilan . Tadi Hyeri meneleponku ia mengatakan bahwa besok ia akan kembali. Jadi semua akan kelas seperti biasa. Kumohon jangan memberitahukan pada semua orang sampai Hyeri kembali, kumohon Zhang Yixing"
"Setelah itu kau akan kembali ketempatmu?" Tanya Yixing kemudian.
"Uhm.. aku paling tidak suka menjadi diri orang lain, aku tidak suka berpura-pura untuk menjadi seseorang"
"Baiklah, kenapa kau harus curhatan semua padaku. Hyeri yang sebenarnya juga tidak dekat denganku" Yixing hendak meninggalkan Hyerim.
Yixing berbalik dan tersenyum pada Hyerim. "Karena mu, aku bisa beranggapan kau Hyeri yang sesungguhnya sehingga dia bisa melihat senyumanku padanya " kata Yixing dalam hati
Hyerim membalas senyum Yixing. Ia rasa bahwa hari ini adalah hari terakhirnya di sekolah ini. Bagaimanapun ia tidak menyesali apa yang terjadi. Ia juga bisa membantu meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang di buat Hyeri pada teman-temannya sehingga Hyeri tak akan di benci.
T
B
C
Semoga kalian suka