webnovel

Blue Diamond Ring

Auteur: Ri_Chi_Rich
Urbain
Actuel · 114.8K Affichage
  • 44 Shc
    Contenu
  • audimat
  • NO.200+
    SOUTIEN
Synopsis

Berawal dari kegagalan hubungan sebelumnya, Vina akhirnya tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat tangguh, mandiri dan memiliki kerajaan bisnis yang besar. keluarganya mencoba untuk membantunya melupakan masa lalunya dengan menjodohkan Vina pada beberapa eksekutif muda. tetapi, semua ditolak oleh Vina yang belum bisa melupakan pria di masa lalunya. setelah sepuluh tahun perpisahan, tanpa sengaja, Vina bertemu kembali dengan seseorang yang telah dirindukannya selama 10 tahun. akankah mereka kembali bersama? Atau dapatkah Vina menghindarinya, sehingga Ia tidak akan jatuh pada luka yang sama sepuluh tahun lalu? ikuti kisah vina dalam blue diamond ring..

Étiquettes
4 étiquettes
Chapter 1Keputusan

"Tidak!!! Sudah kuputuskan, pokoknya tidak! Jika kalian memaksa, Aku akan pergi dari negara ini!", seruku dengan suara lantang dan tegas, namun tetap berusaha tenang dan menantap semua yang ada dalam ruang keluarga dengan tatapan dingin.

"tapi, Kamu ga bisa hidup terus - terusan dengan angan-angan dan impian yang ga akan pernah menjadi nyata itu! Kamu harus move on, tinggalkan masa lalumu, dan mulailah menata hidupmu kembali,," Mommy menatapku dan mulai tampak butiran air mata menetes saat ia menghentikan kata-katanya. Daddy yang ada disampingnya dengan cepat merangkulnya dan Mommy pun menangis sejadi-jadinya dipelukan daddy.

"Aku sudah putuskan, tidak! Dan tak ada yang bisa merubah apa yang sudah kuputuskan! This is my life. I know what good for Me and what should I do! Please Mom, Dad.. Leave Me alone, I am not a little child anymore that you must taking care of", kataku kemudian, sambil berdiri, mengambil tasku, dan pergi meninggalkan ruangan yang hampir membuat kesabaranku habis.

"Vina, tunggu sebentar, biar Kakek mengantarmu keluar!" dan tanpa menunggu jawabanku, Kakek sudah berdiri, menyusul dan menyejajari langkahku. Kakek memang sudah tua, tapi beliau bukan orang tua lemah. Badannya sangat sehat, bahkan lebih sehat dari laki-laki zaman sekarang, yang masih muda sudah loyo, kebanyakan duduk dan main Smartphone. Walaupun di usia 75 tahun, tapi fisiknya masih terlihat seperti usia 60 tahun. Gaya hidupnya yang sehat membuatnya lebih muda dari usianya.

Mom and Dad hanya diam. Mommy masih menangis dan Daddy masih mencoba menenangkannya. Aku bukan tak peduli, tapi inilah Aku. Aku menjadi seperti Aku yang sekarang bukan karena sifat dasarku yang seperti ini. Keadaan yang membuatku menjadi seperti ini.

"hati-hati bawa mobilnya, ini sudah malam. Jangan lupa untuk makan, makanan yang sehat setiap harinya", suara Kakek mengingatkanku kembali, kalau aku tidak sedang jalan seorang diri. Ada Kakek disampingku. Hmm... Orangtua ini.. Memang dari sejak Aku kecil, Kakek ga pernah berhenti mengkhawatirkanku. Dia selalu ada, bahkan disaat semua orang meninggalkanku dan ga percaya denganku.

"Kakek, Aku bukan ABG lagi yang suka ugal-ugalan dan labil, Kakek ga usah khawatir. Kapan-kapan Aku akan mengunjungi Kakek lagi, Kakek istirahat ya, see you soon, Kek..", Aku memeluk Kakek dan menciumnya sebagai tanda perpisahan.

"hmm.. Cucu Kakek memang sudah besar! Cantik, mandiri, dan sangat berhasil! I am proud of you, Vi! Kakek bisa meninggalkan dunia dengan tenang melihatmu begini", ucapan Kakek saat Aku melepaskan pelukan, membuatku sedikit cemberut, tak ingin rasanya harus kehilangan lelaki tua ini. Walau bagaimanapun, dialah yang menemani hidupku, hampir seluruh waktuku kuhabiskan dengannya saat Aku masih kecil.

"jangan bilang begitu, Kek.. You will live longer.. And I still want to see you for more than 20 years, "

"what for, Vi? I don't want to live longer.. Everything done for me.. Kakek senang melihatmu sudah tumbuh menjadi wanita muda dewasa, dan berhasil!"

"tapi Vi masih mau liat kakek.. Jadi jangan bilang begitu lagi, Kek.."

"buat apa Vi, Kakek berlama-lama hidup?"

"ya, I love you, kek.. Please don't say like that again.. "

"hmmm.. Buat apa Vi? Buat apa kakek hidup lebih lama tapi hidup Kakek sepi?"

"ada Vi, Kek.. "

"Kau sibuk dengan hidupmu, dan tak ada banyak waktu lagi untuk menemani lelaki tua renta seperti Kakek!", kali ini Kakek tersenyum.

"come on, Kek.. "

"Vi, kalau memang Kau ingin bahagiakan Kakekmu di masa tuanya, Kakek ingin sekali sebelum mati, bisa menggendong buyut Kakek, ini impian terbesar Kakek.. Sejak Nenekmu meninggal, ga ada yang Kakek tunggu selain bertemu dengan anakmu,,"

"Kek, please.. Don't push me like other.."

"No, I don't. I am just telling you if you want to make me happy.. But all back to you, Vi.. Ini hanya harapan lelaki tua, ga perlu kau dengar serius celotehnya yang tak berguna!", seru Kakek sambil meninggalkanku berjalan masuk kembali ke dalam rumah, dan sukses membuatku ga enak hati.. Ya, Kakek ga pernah minta apa-apa padaku, ga pernah memaksa apapun, bahkan Dia selalu memberiku limpahan kasih sayang, menghiburku dikala Aku sendiri dan sedih, bahkan satu-satunya yang mau mendengarkanku. tapi kali ini, Dia meminta sesuatu yang sulit! Sama seperti apa yang keluargaku minta..

"Sana, berangkat, kenapa malah bengong? Sudah makin larut malam ini! Atau Kau mau menginap disini?", tanya Kakek membuyarkan lamunanku

"noo, bye, see you soon, seruku sambil ngeloyor masuk ke mobil, bisa-bisanya Kakek terlihat tak ada masalah setelah membuat perasaanku semakin ga enak karena ga bisa memenuhi keinginnnya. Huffffh... Mobilku pun melaju dikeheningan malam kota jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Aku sebetulnya berencana hanya menghadiri undangan Mommy untuk makan malam keluarga bersama Kakek, Aunt Fathin dan Uncle Farhan adik Daddy.

Tak terpikir sama sekali kalau mereka akan membahas masalah ini lagi. Pernihakan! Satu-satunya yang ga ingin ku bahas dan kulakukan. Aku ga nyangka mereka akan membahas malam ini. Padahal 5 tahun lalu, Aku sempat kabur setelah Mommy memaksaku menikah dengan lelaki muda pilihannya. Aku melarikan diri ke Prancis, dan menggagalkan pertunangan itu. Sejak saat itu, mereka membujukku kembali dan berjanji untuk melupakan masalah ini. Mereka juga berjanji, ga akan pernah membahas ini lagi.

Tapi malam ini, mereka menjebakku. Dengan menghadirkan keluarga lain di acara ini. Keluarga rekan bisnis Daddy, Om Gunawan dan Tante Gina, dengan maksud menjodohkan anak mereka, Dimas yang juga hadir di acara makan malam ini.

Tapi bukan Vina namaku, kalau Aku ga berhasil menggagalkan rencana ini. Aku memang ga bisa sabar untuk masalah seperti ini..

--- flash back ke acara makan malam ---

"Vina, apa kabarnya? Sudah lama tante ga lihat kamu, makin cantik saja! Dengar-dengar, perusahaanmu juga semakin maju, bahkan sekarang, sudah menjadi perusahaan terbesar kedua di negara ini, kamu memang hebat, masih muda, cantik, berprestasi, sungguh luar biasa!" seru Tante Gina menyapaku, lebih tepatnya berusaha membuka pembicaraan denganku.

"thank you, tapi jangan pernah tante berpikir kalau Aku akan mau dijodohkan dengan anak tante, maaf ya tan.. Tapi Dimas bukan tipe ku, dan Aku ga akan pernah menerima perjodohan atau apapun yang kalian rencanakan, jangan pernah bermimpi!", jawabku menimpali sapaannya sekenanya.

"Vina!"

"Easy Mom," seruku juga, sekenanya. Sambil masih fokus ke makananku, disaat semua orang di meja makan itu sudah berhenti memasukkan makanan ke dalam mulut mereka, dan memperhatikan hanya fokus kepadaku.

"Jaga ucapanmu, Kamu ga pantes bilang begitu ke Tante Gina! Cepat minta maaf ke Tante Gina, Om Gunawan dan Dimas! Kamu sudah salah memperkirakan jamuan ini. Kami tidak merencanakan apapun, ini hanya acara dinner biasa, Mommy undang keluarga Om Gunawan, sekalian ingin merayakan kepulangan Dimas dari England, dan memperkenalkannya ke Kamu, supaya Dimas ada teman, karena sesampainya di indonesia, Dia ga ada kawan, Kamu bisa membantu Dia untuk.."

"Wait Mom, what did you say? Merayakan kepulangan Dimas? Memang Dia siapa? Anggota keluarga ini?" tanyaku sambil melempar senyuman sinis, dengan jari Telunjuk tepat mengarah ke muka Dimas yang menatapku dengan tatapan sedikit shock. Yah, mungkin Dia bingung, atau baru pertama kali melihat ada wanita kelas atas tega mempermalukan keluarganya dengan merendahkan tamu di acara dinner seperti ini.

"Vina, jaga ucapanmu! Where is your manner? Memang.. "

"I am busy Mom, lot of thing I must handle, and I am not a tour guide! I don't want to make a friend with Him either. Please leave Me alone, if He need friend, suruh aja cari teman sd - smp - sma nya di instagram atau facebook. He will meet them", kataku santai, lagi-lagi memotong ucapan Mommy dan masih sambil menyantap makananku.

"Vina!!", seru Mommy

"Sudah tidak apa, Ibu shanti, mungkin memang tidak seharusnya saya, istri dan anak saya berada di meja makan ini, mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami rasa sebaiknya kami pulang," Om Gunawan mencoba menghentikan perselisihan tidak menyenangkan ini dan menghindar dengan memutuskan membawa keluarganya pulang. pilihan bijak menurutku, tapi tidak untuk Mom and Dad.

"Gun, maafkan anakku atas kondisi ini," Dad mencoba meminta maaf atas keadaan sekarang

"Tidak apa, Pak Andi, Saya paham dan maklum atas kondisi ini. Mohon kerjasamanya, semoga kondisi ini tidak akan mempengaruhi investasi bapak diperusahaan kami," pinta Om Gunawan sambil menyalami tangan Daddy.

"tenang saja, besok kontrak kerjasama akan tiba di meja kerja kantormu," Dad tersenyum dan menjabat tangan Om Gunawan, yang kini membuatku paham, Daddy mencoba menjodohkanku dengan Dimas melalui iming-iming kontrak kerjasama perusahaan. Heh, classic.

"Vina, berdiri dan minta maaf!" seru Mommy kemudian.

"I am still enjoying my dinner Mom! They want to leave and that does not my mistake, that's their choice," kataku sekenanya lagi,

"Tidak apa Jeng Shanti, kami pamit dulu, permisi.." Tante Gina menyalami Mommy, Kakek, Aunt Fathin dan Uncle Farhan, kemudian pamit pergi. Dia juga berusaha untuk menyapa dan bersalaman denganku, tapi dengan tanganku Aku mengisyaratkan mereka langsung pergi saja tanpa perlu basa basi. Mulutku juga tak bisa bicara karena baru saja memasukkan banyak sekali makanan.

Aku tahu mereka semua kesal kepadaku. Tapi tak ada yang mereka bisa lakukan kepadaku. Vina Ariescha, the richest woman number 3 in the world, the richest woman number one in this country. Memang Aku masih muda, usiaku masih 28 tahun, tapi dengan semua yang kumiliki, dari hasil kerja kerasku dalam 7 tahun terakhir tanpa bantuan keluarga besarku, membuat keluargaku sendiri tak berani menentangku.

Mom and Dad mengantar mereka bertiga meninggalkan ruang makan, sambil pastinya, masih terus meminta maaf atas kelakuanku tadi. Untuk Dimas, dia hanya melirikku dan tersenyum kecut sebelum akhirnya membelakangiku mengikuti orangtuanya dan meninggalkan ruang makan. Well. I don't care and don't wanna know.

Akhirnya, di ruang makan, hanya menyisakan Kakek yang menatapku tanpa ekspresi. Tapi, Aku tahu, Dia juga malu dan marah. Tante Fathin dan Uncle Farhan hanya diam, menghela napas, dan berpamitan dengan Kakek menuju ruang keluarga. Mungkin selera makannya sudah hilang, atau hanya Aku saja yang masih berselara makan?

"Vina, habiskan makananmu, dan Kita ngobrol santai diruang keluarga." pinta Kakek, yang hanya Aku jawab dengan anggukan, karena mulutku penuh makanan.

Malam ini, Aku akui, Aku makan tidak seperti biasanya. Aku banyak memasukkan makanan ke mulutuku, mengunyah cepat seperti orang ga ketemu makanan seminggu, dan ga berhenti. Mau bagaimana lagi, Aku cukup kesal hari ini dengan semua drama yang mereka buat. Dan ga ada yang bisa kulakukan selain memakan makanan untuk meredam emosiku saat ini.

Diruang keluarga, Mom sudah terlihat ga sabar dan gusar, Dia tampak sangat malu atas apa yang Aku lakukan pada keluarga sahabatnya,

"Kamu mempermalukan keluarga kita didepan Keluarga Gunawan!", seru Mommy setelah Aku memasuki ruangan, bahkan sebelum Aku sempat duduk di sofa.

"Then what you did, Mom? I told you already, please leave it alone. Please don't ever think to look for husband for me! I said no, and I will not change it until I decide it by my own decision!", saat ini, Aku masih berusaha bersikap wajar. Tanpa mencoba menunjukkan emosi di wajahku.

"Apa salahnya, Vi? Dimas anak yang baik, Dia dari keluarga baik-baik, pendidikannya baik, walaupun perusahaan Ayahnya tidak sebesar perusahaan kita, Dia pas untuk mu, you can make a friend with him, know each other, than decide to love him or not. I think it is fair," Daddy berusaha mencoba mendukung Mommy untuk meyakinkanku, dan hanya Aku jawab dengan senyuman.

"Vina sudah bilang 5 Tahun lalu, Aku kembali ke jakarta, asal kalian berhenti menjodohkanku! tapi apa sekarang, Kalian mencederai kesepakatan yang Kita buat, dan Aku bisa menuntutnya secara legal.."

"Vina!!", Mom memotongku sebelum Aku sempat melanjutkan kata-kataku.

"Kami melakukan ini demi kebaikanmu.. "

"Tidak!!! Sudah kuputuskan, pokoknya tidak! Jika kalian memaksa, Aku akan pergi dari negara ini! dan jangan pernah berharap dapat bertemu denganku lagi!", seruku dengan suara lantang dan tegas, namun tetap berusaha tenang dan menantap semua yang ada dalam ruang keluarga dengan tatapan dingin.

"tapi, Kamu ga bisa hidup terus - terusan dengn angan-angan dan impian yang ga akan pernah menjadi nyata itu! Kamu harus move on, tinggalkan masa lalumu, dan mulailah menata hidupmu kembali,," Mommy menatapku dan mulai tampak butiran air mata menetes saat ia menghentikan kata-katanya. Daddy yang ada disampingnya dengan cepat merangkulnya dan Mommy pun menangis sejadi-jadinya.

 

"Tiiiiiiin!!!", Klakson mobil di belakang membuyarkan lamunanku..

"Sh*t!", Aku melamun sampai lupa kalau Aku sedang menyetir dan lampu jalan sudah hijau! Aku pun menancap gas dan sesegera mungkin meninggalkan persimpangan lampu merah.

10 menit kemudian, Aku sudah sampai di apartemenku, yang merupakan apartemen terbesar dan termewah di Jakarta. Mencari parkiran mobil, dan menurunkan barang-barangku. Membawanya masuk ke dalam apartemen.

Baru sampai di pintu apartemen, sebelum Aku menempelkan kartu pas untuk membuka pintu antara parkiran basemen dan apartemen..

"Vivi", suara panggilan namaku, suara itu.. Suara yang sudah lama ingin sekali Aku dengar.. Suara yang sangat kurindukan.. 10 tahun sudah berlalu, tapi suara itu.. Suara itu belum berubah.. memanggilku dari arah belakang.

Suara itu... Masih sama, dan kini ada rasa sakit didadaku.. Suara itu.. mampu membuka luka yang telah lama Aku kubur dalam hatiku.. Rasa itu... telah Kembali..

Vous aimerez aussi

Pernikahan Kontrak: Pengantin Pengganti

Beberapa menit sebelum pernikahannya, Jeslyn mengetahui bahwa calon suaminya hanya mengincar keuntungan yang akan didapat dengan menikahinya. Patah hati dan merasa dikhianati, dia memilih satu-satunya pilihan yang ada pada saat itu, yaitu untuk melakukan pernikahan kontrak dengan pria yang bisa ia temukan, atau jika tidak, kekayaan keluarganya akan jatuh ke tangan musuh. … "Tuan, tolong, maukah Anda menikahi saya?" Dia bertanya padanya. Seorang pria yang dia lihat masuk ke kamar kecil tempat pernikahan. 'Dia pasti salah satu tamu,' pikirnya. Maverick terkejut dengan proposal itu. Dia melihat Jeslyn mengerutkan dahi ketika dia menoleh untuk menatapnya. Jelas dia ketakutan padanya, namun dia menenangkan diri, siap untuk melompat ke misteri di hadapannya. "Ini akan menjadi kontrak pernikahan. Kita akan bercerai setelah satu tahun," katanya. Dia juga memerlukan seorang wanita untuk anak nakalnya, jadi dia menjawab, "Deal." Tanpa sepengetahuannya, dia baru saja membuat kesepakatan dengan setan termanis yang pernah ada. ... Dia adalah mimpi buruk negara M, negara di mana kejahatan memerintah. Dia adalah kelinci kecil yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang. Membunuh lalat? Tidak, dia belum pernah melakukan itu sebelumnya. Namun, terpaksa menjadi istri iblis, dia tidak punya pilihan selain melepaskan kepribadiannya yang palsu. Kelinci kecil apa? Siapa bilang dia tidak bisa menginjak jari-jari tangan seorang pianis dengan tumitnya dan pura-pura seperti tidak bermaksud melakukannya? Ha, selebriti ini ingin memainkan kartu kasihan? Apakah mereka ingin mendapatkan simpati masyarakat? Nah, mengapa lagi dia disebut 'kelinci kecil'? Bukankah itu karena dia terbaik dalam berakting imut? Apakah tidak ada yang memberi tahu teratai putih ini yang ingin menyelam ke tempat tidur suaminya bahwa dia mencuri jiwanya ketika dia menampar anak nakal itu?

Hassy_101 · Urbain
Pas assez d’évaluations
501 Chs

Nyonya Mengejutkan Identitasnya Seluruh Kota Lagi

Qiao Nian tinggal di rumah keluarga Qiao selama 18 tahun sebelum orang tua kandungnya menemukannya. Tiba-tiba, semua keluarga kaya di kota itu tahu bahwa keluarga Qiao memiliki anak perempuan palsu! Anak perempuan sejati dari keluarga yang berkecukupan pasti berbakat, lembut dan baik hati. Anak perempuan palsu pasti tidak akan bisa menguasai kemampuan apa pun dan tidak mencapai apa-apa. Semua orang ingin melihat betapa sengsaranya dia ketika dia harus kembali ke lembahnya setelah diusir dari keluarga kaya! Qiao Nian juga berpikir bahwa orang tua kandungnya adalah guru-guru miskin dari Kabupaten Luohe. Siapa sangka bahwa kakaknya mengendarai Phaeton yang harganya tiga ratus ribu yuan! Ayah kandungnya juga seorang profesor yang mengajar di Universitas Tsinghua! Bos besar dari keluarga penjahat itu menjadi penjilat dan membungkuk di depan kakeknya... Qiao Nian terperangah. Ehm... ini tidak sama dengan mengatakan ya! Setelah terbebas dari keluarga penjahat, Qiao Nian bisa menjadi dirinya sendiri. Dia adalah siswa terbaik dalam ujian masuk perguruan tinggi, bintang siaran langsung dan pewaris warisan budaya yang tak ternilai... Identitasnya terungkap dan ketika dia mulai muncul di pencarian teratas di kota, keluarga penjahat itu menjadi pucat. Anti-fans mengejek: Apa gunanya berpura-pura? Bukankah kamu hanya terus mengikuti kakakku setiap hari? Qiao Nian menjawab: Maaf tapi saya sudah punya pasangan. Kakak Sempurna: @Qiao Nian. Izinkan aku memperkenalkannya kepada semua orang. Ini adalah adikku. Kakek Kaya Raya: Cucu kesayanganku, kenapa kamu bekerja keras? Kalau kamu mau sepeda, kakek akan belikan untukmu! Orang kaya dan berpengaruh di Beijing menyebarkan rumor bahwa Master Wang menyembunyikan seorang istri di rumah mewahnya. Tidak peduli seberapa keras orang mencoba membujuknya, dia tak pernah membawanya keluar untuk bertemu orang lain. Jika ditanya, dia akan mengatakan kalimat yang sama. "Istri saya dari pedesaan dan dia pemalu." Itu sampai pada suatu hari ketika seseorang melihat Master Wang yang mulia dan dingin memegang pinggang ramping seorang gadis sambil bersembunyi di sudut dinding dan bergumam dengan mata merah. "Sayang, kapan kamu akan memberiku gelar?" [Anak perempuan palsu yang sebenarnya berasal dari keluarga kaya] + [Dua bos besar]

Brother Ling · Urbain
Pas assez d’évaluations
659 Chs

MANJA OLEH TIGA SAUDARAKU: KEMBALINYA SANG PUTRI YANG TERLUPAKAN

Penny memiliki tiga saudara laki-laki: satu adalah CEO miliarder, yang kedua adalah letnan militer termuda, dan yang terakhir adalah aktor yang sukses. Ketiga pria sukses ini hanya memiliki satu kesamaan: menggertak Penny, adik perempuan yang menjadi incaran mereka. Adik perempuan yang mereka tidak pernah inginkan, dan yang mengaku sebagai saudara kandung mereka, sementara adik perempuan yang selama ini mereka hargai ternyata palsu. Setelah menjalani kehidupan yang penuh penindasan di rumah bibinya, beberapa orang yang berpengaruh datang kepada Penny dengan berita tentang asal-usul kandungnya yang sebenarnya. Dia mengira ia akhirnya terbebas dari cengkeraman bibinya, tanpa menyadari bahwa yang menunggunya justru lebih buruk. Pada usia 13 tahun, Penny hanya menginginkan satu hal: agar saudara-saudaranya mencintainya dan memperlakukannya seperti keluarga, sama seperti mereka mencintai adik perempuan palsu mereka. Dia bekerja dan belajar sepuluh kali lebih keras dari siapapun agar diterima oleh mereka. Dalam keputusasaannya, dia secara bodoh terjebak dalam perangkap yang telah diatur oleh seseorang yang berbahaya, tanpa mengetahui tindakannya itu akan menyebabkan kejatuhan saudara-saudaranya dan dia berakhir di penjara dengan hukuman mati. Pada hari eksekusinya, Penny hanya memiliki satu pikiran: Jika dia bisa kembali ke masa lalu, saudara-saudaranya bisa memanjakan adik perempuan palsu mereka sepuasnya! Dia tidak ingin ada hubungan lagi dengan mereka! Dan yang mengejutkan, Penny menemukan dirinya kembali ke hari itu semua dimulai: hari dia lahir. Seperti yang dia janjikan, kali ini, dia tidak akan bodoh mencoba mendapatkan cinta dan kasih sayang saudara-saudaranya. Lupakan keluarga! Dia akan menghasilkan banyak uang, hidup mewah, dan membentuk keluarga sendiri! Tapi tunggu, mengapa sekarang ketika dia tidak ingin ada hubungan dengan saudara-saudaranya, mereka malah terus mengusik urusannya? Bukankah mereka seharusnya memanjakan adik perempuan palsu itu? Mengapa mereka tidak membiarkannya sendiri?! Dan bagaimana mungkin dia menikah di kehidupan ini? Untuk mempersulit keadaan, suami yang tidak pernah dia miliki di kehidupan pertamanya tiba-tiba berinisiatif menjadi ayah dari anak-anaknya?!

BAJJ · Urbain
Pas assez d’évaluations
561 Chs

audimat

  • Tarif global
  • Qualité de l’écriture
  • Mise à jour de la stabilité
  • Développement de l’histoire
  • Conception des personnages
  • Contexte mondial
Critiques
Aimé
Nouveau
thearies24
thearies24Lv4

SOUTIEN