webnovel

Api dan Rumah

Adolescent
Actuel · 9.6K Affichage
  • 24 Shc
    Contenu
  • audimat
  • N/A
    SOUTIEN
Synopsis

Chapter 11 - Aftermath

'Kenapa hari pertama masuk kuliah harus setelah putus dari dia?'

Di depan cermin, Deera menatap pantulannya yang lusuh, mata sembab, dan wajah yang kuyu.

'Gila... Ikut casting jadi zombi kayaknya langsung lolos deh.'

"Ra, are you ok? You look so..."

Deera berhenti menatap pantulannya di cermin, dan menoleh ke arah teman kosnya yang menatapnya dengan ngeri. Kemudian, senyuman penuh kebohongan dia pamerkan.

"Gak papa mbak, cuma kebanyakan nonton anime semalem, hehe."

"Hadeh... Sering ngomelin orang, ternyata diri sendiri juga kayak gitu. Ayuk ah berangkat, nanti telat."

"Siap bos!"

Sepanjang perjalanan, otak Deera terus berkelana. Banyak hal dan skenario yang bermain di otaknya, "Kalau aku tidak mengatakan itu di hari itu, pasti sekarang masih sama dia."; "Kalau aku gak nuntut jawaban itu, pasti gak bakalan putus."; "Kalau aku ikut aja, anteng, pasti gak bakal kayak gini."; "Kalau....

"Ra!"

"Sorry mbak, lagi ngalamun. Tadi bilang apa?"

"Ra... Please."

"Hehe sorry."

"Mau dipesenin makanan apa? Tadi Rina ngajak pesen gofood bareng."

"Udah jam makan siang?"

"Ra... Jangan-jangan kamu juga gak dengerin tugasnya pak Jafar tadi."

"..."

"Gih, kumpul dulu sama temen-temen kelompok projek mu. Disuruh bahas proposal nya dan dipresentasikan besok."

"Thank you mbak, hehe. Btw, pesenin geprek aja yaa."

"Oke."

'Kenapa si hari ini kacau banget? Masak iya cuma gara-gara putus sama Eja semuanya bisa seberantakan ini? Come on, Deera. You are not that type of girl!'

-Beberapa saat kemudian-

"Ra, kamu kenapa?"

Tersentak oleh pertanyaan satu kelompoknya, Deera mendongakkan kepalanya. Di sana, dia melihat keempat temannya yang lain sudah menatapnya dengan tatapan khawatir bercampur dengan heran. Lalu, dia sadar wajahnya terasa panas, terutama dari bagian matanya. Kemudian, dia tahu apa penyebab semua itu. Dia menangis.

"Sorry, tiba-tiba mata ku panas banget kemasukan hewan deh kayaknya. Aku ke kamar mandi dulu, ya?"

Secepat kilat, Deera berlari menuju kamar mandi. Dia sudah menyeka matanya, namun air mata tidak mau berhenti mengalir. Suara sesenggukan pun tidak dapat dia sembunyikan meski sudah menyumbat mulutnya dengan cara menggigit tangannya sendiri. Dia bertahan di posisi tersebut selama beberapa menit, bertarung melawan dirinya sendiri. Setelah agak tenang, dia keluar dari bilik kamar mandi dan disambut oleh pantulannya yang sangat menyedihkan. Lebih menyedihkan ketimbang keadaannya pagi ini. Deera hanya dapat menghela nafasnya, 'Apa yang harus ku lakukan sekarang? Kalau aku kembali dengan keadaan seperti ini, semua orang pasti akan bertanya-tanya. Aku tidak membawa kotak make up ku. Juga, tidak membawa tissue. Kalau tiba-tiba aku pulang, itu akan terlibat lebih konyol.'

Tidak punya pilihan lain, Deera hanya dapat membasuh wajahnya berkali-kali. Dia bahkan sudah tidak peduli lagi entah riasan pada wajahnya sanggup bertahan atau tidak, yang dia inginkan saat ini adalah terlihat normal secepat mungkin. Saat dirasa keadaan wajahnya sudah terlihat cukup meyakinkan, dia berjalan kembali ke kelas.

Tidak seperti yang dia khawatirkan, teman-temannya cukup peka dan tidak membahas kejadian tadi. Saat dia kembali, mereka bersikap seolah tidak ada yang terjadi dan melanjutkan pembahasan projek.

2 minggu berlalu, dan keadaan Deera setiap harinya hampir sama. Hanya saja, dia memperoleh keterampilan baru, yaitu mampu menahan air matanya dan hanya menangis saat tidak ada siapapun di sekitarnya. Kemudian, keterampilan lainnya adalah mengarang cerita bodoh untuk menutupi kebodohan yang biasanya tidak pernah dia lakukan.

"Ya ampun, Ra. Aku udah gak bisa ngasih komentar apa-apa lagi. Ngapain si nangisin dia terus?" Suara penuh amarah dan kejengkelan terdengar dari seberang telepon, pemilik suara ini adalah Nana, sahabat Deera sejak kuliah S1. Jika dihitung-hitung, mereka sudah berteman selama 7 tahun. Yang Nana kesalkan di sini tentu saja bukan tingkah Deera, tapi lebih pada lelaki yang membuat sahabatnya begitu bodoh.

"Aku juga gak mau, Na. Tapi gimana lagi... Keluar sendiri air matanya."

"Ra, di luar sana tuh ada banyak cowok yang 100 kali lebih baik dari si binatang Eja itu. Ngapain kamu nangisin binatang yang gak tau terima kasih itu? Apa yang pernah dia lakuin buat kamu? Pernah gak dia bikin kamu bahagia? Sepanjang pacaran aja kamu lebih sering nangisnya daripada ketawanya. Jadi, apa yang bikin kamu kehilangan? Cara dia bohongin kamu? Cara dia bikin kamu feeling lonely? Cara dia nyakitin kamu?"

"Udah Na, udah. Gak kuat."

"Aku gak akan berhenti sebelum kamu sadar, Ra. Come on, you are beautiful. You are smart. Kamu tuh lebih segalanya kalau dibandingin sama dia."

"Tapi bukan itu permasalahannya, Na. Aku sayang sama dia."

"Ok, tell me. Apa yang buat kamu sayang sama dia?"

"Dia baik."

"Kalo baik, kenapa kamu nangis hampir setiap hari?"

"Dia... Gak tau."

"Tuh kan, kamu tuh sebenernya udah gak sayang sama dia Ra. Otak kamu cuma cari-cari alesan aja. Sekarang, aku gak mau tahu, pelan-pelan lupain Eja ya?"

"Gimana caranya?"

"Tanyain pertanyaan itu ke diri kamu sendiri Ra, soalnya yang tahu gimana caranya ya cuma kamu sendiri."

"Oke, Na. I'll try."

"You can do it. I know it. Because you are so strong. More stronger than me."

"Thanks, Na."

'Oke, ini saatnya move on, Ra. Let's try anything you can.'

Vous aimerez aussi

Queen Of Mafia

Vol. 2 NADI : The Rhythm of Love From a Cold Heart (187-sekarang) Jadwal Update : Senin 5 tahun lamanya, Dimas Lawrence jatuh dalam keadaan koma. Suatu hari dia terbangun begitu tiba-tiba tanpa ada yang menduganya. Itu sebuah keajaiban di atas segala ketidakmungkinan. Namun, keajaiban tersebut justru memberikan luka baru untuk orang lain yang selama ini menantikannya. Dimas sudah terbangun dari tidur panjangnya. Tapi, dia melupakan segala hal. Ingatannya hanya sampai pada nama, keluarga, dan kepintarannya. Segala penderitaan yang dia lalui bersama seseorang, telah dia lupakan untuk kesekian kalinya. Natalie Jhonson, gadis malang yang mendampingi Dimas selama lima tahun terakhir dengan penuh kesabaran dan harapan bahwa pria itu akan bangun suatu hari nanti. Akhirnya, harapannya terwujud. Sayang seribu sayang, Dimas bangun dari koma hanya untuk melupakan segalanya termasuk kisah cinta mereka. Natalie marah, bingung, dan sedih karena dilupakan dengan begitu mudahnya. Dimas bahkan menanyakan identitas dirinya saat melihat Natalie menangis untuknya ketika pria itu terbangun dari koma. Dimas tak mengenal siapapun. Sifatnya bukan lagi Dimas yang penakut dan idiot. Dia layaknya seorang Tuan Muda dari keluarga bergengsi. Sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh terhadap reaksi orang-orang memberikan perasaan asing tersendiri pada Natalie. Hal pertama yang Dimas cari yaitu ayahnya, Christian Lawrence, yang dulu membuangnya di jalanan layaknya sampah yang manis sepah dibuang. Dia tak mengingat Natalie, pujaan hatinya. Yang dia ingat justru bajingan yang membuangnya, tapi begitu dia hormati seolah Christian tidak melakukan hal apapun yang merugikannya. "Begitu mudahnya kamu melupakanku. Apa kamu sangat senang mempermainkan rasa cinta ini layaknya sesuatu yang tak berharga?" - Natalie Jhonson "Aku sudah berkali-kali mencoba mengingat. Tapi, aku masih tak tahu siapa dirimu. Siapa kalian yang mengatakan bahwa aku orang terdekat kalian?! Aku bahkan meragukan apa kalian cuma bermimpi saja selama ini!" - Dimas Lawrence *** Vol. 1 Queen Of Mafia (1-185) Black Angel, nama Organisasi Mafia yang bergerak dalam dunia bisnis dengan menawarkan jasa bodyguard dengan bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah. Pemimpin Black Angel mempunyai seorang putri yang dia sembunyikan dengan rapat di rumahnya tanpa memberikan izin publik untuk mengetahui informasi sedikitpun. Lalu, bagaimana jika putri yang selama ini disembunyikan oleh Pemimpin Black Angel melangkah keluar dari sangkar emas yang mengurungnya? Tentu saja banyak pihak yang terkejut, terutama para siswa-siswi SMA Merpati. Dirandra Angelina, Putri dari Pemimpin Black Angel yang selama ini disembunyikan akhirnya terungkap ke publik. Sikapnya yang angkuh, kasar, dan sombong membuatnya terlibat konflik dengan seseorang. Di hari pertamanya, dia melempar bola ke wajah seorang pria yang tentunya membuat kesan buruk untuk dirinya sendiri. Azkara Ranendra, pria yang memiliki fobia perempuan dan akan muntah-muntah jika bersentuhan dengan perempuan adalah pria yang terlibat konflik dengan Dira. Tindakan tak masuk akal Azka pada Dira membuatnya berada dalam masalah.

LidiaCntys10 · Adolescent
5.0
314 Chs

"Ku Tunggu Kau di Surga"

Nirmala, gadis berusia 20 tahun, dia pengidap penyakit leukimia. Dan divonis dokter umurnya tidak akan lama lagi. Dia adalah anak pengusaha kaya. Nirmala tinggal bersama ibu tirinya. Suatu hari Nirmala dijebak Lea sedang minum-minuman keras di sebuah bar, dan berfoto-foto mesra dengan seorang pria dalam satu ranjang. Hingga dia diusir dari rumahnya sendiri oleh Sony(papanya). Nirmala tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena kejahatan Lea. Dengan bantuan Bi Ijah asisten rumah tangga Nirmala, Nirmala bisa tinggal bersama Bibinya di kampung. Suatu hari dia bekerja terlalu keras membantu sang Bibi di persawahan. Hingga dia lemas, mimisan dan akhirnya pingsan. Sang Bibi membawanya ke dokter, kata dokter itu hanya faktor kelelahan. Seminggu kemudian, itu sering terjadi. Hingga kejadian itu terjadi beberapa hari kemudian. Dari pemeriksaan dokter dirumah sakit, Nirmala pengidap penyakit Leukimia akut. Disebuah pasar Nirmala bertemu dengan Kevin. Dari sanalah awal mereka kenal. Yang tiap harinya mereka selalu bertengkar, namun lama-lama kebencian itu berubah jadi cinta. Karena biaya pengobatan Nirmala yang mahal, dia memutuskan untuk bekerja sebagai penyanyi disebuah King Club terbesar di Asia Tenggara. Dengan memakai topeng Nirmala menutupi identitasnya. Nirmala bertemu dengan pemilik Club, Jack Wilson. Dia juga Pemilik perusahaan besar di beberapa kota. Jack jatuh cinta pada wanita yang berinisial Issabella itu? bagaimana kelanjutan kisahnya?

Iin_Romita · Adolescent
5.0
400 Chs

Benar-Benar Cinta

Brak! "Aduh, sorry gue nggak sengaja" ucap Clara sambil meringis karena jatuh. Clara bangkit dari jatuhnya, lalu ia melihat Siapa yang sudah ditabraknya. Betapa terkejutnya ia saat tahu jika yang ditabraknya itu adalah ketua Most Wanted sekolah, sungguh ia sama sekali tidak menyadari jika saat ini dirinya sudah menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi di tempat itu. Semua orang memandangnya kasihan, tentu karena ia sudah mencari masalah dengan ketua Most Wanted sekolah itu. "Astaga, mati gue. Kenapa harus dia sih yang ketabrak, duh pasti panjang nih masalahnya," batin Clara merasa bodoh dan menyesal. Orang yang ditabrak oleh Clara menatap gadis itu dengan tajam, wajahnya terlihat kesal dan marah pada Clara. "Lu punya mata kan? Gunain dong kalau jalan," tukas Alex dengan sinis. Clara menatap heran dengan alis yang sedikit terangkat, padahal dia sudah meminta maaf tadi tapi sepertinya Alex tetap kesal pada dirinya. "Dih, maaf aja nih ya. Dimana-mana jalan tuh pakai kaki bukannya pakai mata," balas Clara dengan santainya. Alex merasa semakin kesal dengan jawaban Clara yang sangat berani itu, akhirnya Alex pun langsung membentak Clara dengan wajah tidak bersahabat. "Lo berani sama gue!" gertak Alex dengan tajam. Mendengar hal itu Clara langsung menampilkan seringainya, lalu ia balik bertanya pada Alex tanpa ragu. "Kenapa harus takut? Memangnya lo siapa?" balas Clara tanpa takut. "Asli, berani banget lo nantang gue," gumam Alex dengan seringainya. Clara menatap Alex dengan heran, padahal ia sama sekali tidak menantang pria itu. Tapi sepertinya Alex salah paham dengan maksud Clara, dan terlihat semakin kesal karenanya. Tapi itu bukan masalah untuk seorang Clara, karena ia pun bisa membalas kesombongan pria itu. "Denger ya, sekaya apapun lo sama sekali tidak berarti buat gue. Dan gue nggak akan pernah takut sama orang kayak lo, pahamkan?" tantang Clara langsung pada Alex. The boys yang Mendengar hal itu merasa terkejut, tidak biasanya ada orang yang berani melawan ketua mereka dan sepertinya cewek akan itu membawa hal baru untuk mereka, the boys pun menyeringai menatap Clara. "Menarik," batin Alex berkata. "Dah lah, ganggu waktu gue aja. Awas gue mau lewat!" usir Clara pada Alex. Lalu, bagaimana kisah mereka selengkapnya? (⚠️ Mengandung beberapa part 21+)

SAChan_ · Adolescent
5.0
275 Chs

audimat

  • Tarif global
  • Qualité de l’écriture
  • Mise à jour de la stabilité
  • Développement de l’histoire
  • Conception des personnages
  • Contexte mondial
Critiques
Pleurage! Vous seriez le premier commentateur si vous laissez vos commentaires dès maintenant !

SOUTIEN