webnovel

The_Commoner

Auteur: HRY
Histoire
Actuel · 55.6K Affichage
  • 17 Shc
    Contenu
  • audimat
  • NO.200+
    SOUTIEN
Synopsis

(18+) Romansa 4 triliuner muda yang termasuk dalam penggerak roda ekonomi dunia. keangkuhan dan kekuasaan mereka akan diluluhlantakan dengan cinta.

Étiquettes
5 étiquettes
Chapter 1Prolog

Alfano Gibadesta

Dengan tinggi badan 180 cm dilengkapi tubuh atletis, wajah tampan dengan suara serak sexy yang jarang terdengar. Pemilik dari sebuah maskapai penerbangan internasional yang bekerja sama dengan banyak negara bagian timur. Anak tunggal dari pemilik songdo hospitality rumah sakit yang banyak menangani kasus bedah plastik untuk para artis papan atas di Korea.

Kehidupannya sangat sempurna, menikmati setiap malam dengan gadis berkelas yang selalu berbeda di setiap malamnya, banyak yang merasa penasaran bagaimana rasanya bermalam dengan seorang triliuner muda yang terkenal dengan keperkasaan nya sebagai seorang Casanova.

Ganesa Raiden

Pria dengan sifat diktator yang disegani para pebisnis internasional khususnya batubara. Mempesona dengan tinggi badan 181 cm, memiliki beberapa tato di badannya yang terbentuk sempurna penuh filosofi. Memiliki beberapa casino di jepang bergelut dengan beberapa clean dari dunia hitam.

Sifat dinginnya membuat kesan misterius yang memikat. Membuat banyak wanita menggodanya hanya untuk bisa bermalam di ranjang nya, berharap dalam semalam dapat meluluhkan hati sang pangeran es.

Leonardo Geonard

Berlian menjadi tombak untuk nya agar bisa mendapatkan banyak uang seperti saat ini. Ia memiliki kulit yang putih dan hidung mancung campuran timur tengah. Berbadan tinggi besar namun terlihat nyaman dipandang.

Sifat lembutnya membuat ia hanya perlu duduk untuk mendapatkan seorang wanita duduk di atas pangkuannya. Dan ia salah satu Casanova yang sangat di kenal diantara mereka.

Alaric Reidan

Kalian ingin melihat seorang pangeran?. Ia adalah putra tunggal dari seorang raja minyak terbesar di dunia. Memiliki sifat ramah dan berbahaya, tidak tertebak. Ia memiliki tinggi 180 cm, dan sedikit cambang menutupi dagunya. Matanya bagai batu safir, sangat mempesona.

Memiliki banyak sekandal Karena sikapnya yang terlalu ramah namun juga sangat agresif, ia tidak akan membiarkan betina lewat begitu saja di depan sarangnya.

^^^

Pria-pria kaya raya yang memiliki kekayaan di atas rata-rata memang menjadi incaran para wanita. Dikejar dan di bujuk rayu pasti sudah biasa, namun bagaimana jika mereka merasakan Cinta? Apakah masih akan semudah saat ini?

Vous aimerez aussi

PRAHARA DI KAHURIPAN

Pada saat Prabu Dharmawangsa Teguh Anantawikrama dari Kerajaan Medang Kemulan merayakan pesta pernikahan kedua puterinya yaitu Dewi Sri Anantawikrama dan Dewi Laksmi dengan Pangeran Airlangga dari kerajaan Bedahulu di Bali, tiba-tiba menyerbu prajurit raja Wura-wari dari kerajaan Lwaram Dalam penyerbuan itu Prabhu Dharmawangsa Teguh dan permaisuri serta seluruh menteri dan bangsawan kerajaan tewas. Istana Watu Galuh dihancurkan. Airlangga dan kedua isterinya didampingi pelayan setianya, Mpu Narottama dan beberapa pengawal berhasil meloloskan diri dan berlindung di Gunung Prawito. Tiga tahun hidup di hutan Prawito sebagai pertapa, tahun 931 Saka Airlangga kedatangan serombongan orang dipimpin oleh beberapa pendeta untuk menyampaikan keinginan rahayat Medang agar Airlangga kembali membangun kerajaan baru meneruskan dinasti Ishyana. Dengan bantuan para pendeta, reshi dan brahmana, Airlangga menyusun kekuatan membangun kerajaan Medang. Diantara para reshi terdapat Mpu Bharada penasehat spiritual mendiang prabu Dharmawangsa Teguh, dibantu oleh Ki Ageng Loh Gawe, pertapa di Gunung Anjasmara Pada tahun 931 Saka istana Wotan Mas selesai dibangun dan Airlangga diangkat sebagai raja dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Kerajaan yang baru bernama Kahuripan. Atas jasanya membantu pembangunan kerajaan Kahuripan, Prabu Airlangga menghadiahkan tanah perdikan di desa Giri Lawangan kepada Ki Ageng Loh Gawe. Dalam kunjungannya ke Wotan Mas, Ki Ageng Loh Gawe mengajak muridnya bernama Ki Puger berusia 20 tahun. Mengetahui Ki Puger murid Ki Ageng Loh Gawe yang ikut membantu membangun Wotan Mas, Prabhu Airlangga meminta agar Ki Puger bersedia dinikahkan dengan sepupu raja yang bernama Dewi Centini Luh Satiwardhani atau Ni Luh Sati. Setahun setelah perkawinan itu lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Aryosetho Jayawardhana. Tahun 954 Saka atau 1032 M Giri Lawangan diserbu gerombolan pimpinan Gagak Lodra. Sehari sebelum itu Ki Puger dan keluarganya pergi meninggalkan Giri Lawangan menuju ke pertapaan Kaliwedhi untuk menghindarkan Aryosetho Jayawardhana dari penyerbuan Gagak Lodra karena ia dipilih oleh para dewa sebagai cikal bakal yang kelak akan menurunkan raja-raja besar di tanah Jawa. Di Kaliwedhi Aryosetho digembleng dengan keras oleh Reshi Sethowangi. Berkat ketekunannya ia memperoleh ilmu mahadahsyat ciptaan Sang Hyang Wishnu yang bernama Bhayu Selaksha dan menerima pedang sakti Sosronenggolo Setahun kemudian Aryosetho bersama Ki Puger turun gunung membantu Prabu Airlangga merebut kembali tahta kerajaannya yang direbut oleh Ratu Arang Ghupito. Berkat perjuangannya Aryosetho berhasil membantu Prabu Airlangga merebut kembali tahta kerajaannya. Dalam perjalanan dari kraton Dhaha kembali ke Kahuripan, ia dan prajuritnya berhasil menumpas gerombolan Gagak Lodra. Selesai menjalankan tugasnya Aryosetho mengajak sahabat masa kecilnya ke Kaliwedhi menjemput calon istrinya yang bernama Dyah Ayu Rogopadmi Aninditho Prameshwari alias Dewi Condrowulan. Beberapa waktu lamanya di Kaliwedhi, Aryosetho kembali ke Giri Lawangan memboyong Dewi Condrowulan yang telah menjadi istrinya dan hidup sebagai pertapa. Setelah 93 tahun pernikahannya Dewi Condrowulan di karuniai seorang putri. Namun kebahagiaan bersama sang putri yang dinantikan selama puluhan tahun hanya berlangsung selama 40 hari, setelah hari itu Dewi Condrowulan harus menyerahkan putrinya untuk diasuh oleh orang lain seperti dirinya dulu ditemukan Reshi Sethowangi di tengah hutan. Bayi tanpa nama itu diserahkan kepada Mpu Purwo, seorang pertapa sakti yang kemudian memberinya nama Ken Dedes. Ken Dedes kelak akan melahirkan keturunannya menjadi raja besar di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Aryosetho dan Dewi Condrowulan telah berhasil menjalankan tugas yang diberikan oleh Dewata Agung sebagai pepunden cikal bakal raja-raja besar di tanah Jawa.

Uud_Bharata · Histoire
5.0
3 Chs