Semakin hari, tidak hanya bumi yang terbelah semakin ganas di perguruan, tetapi tanah juga memancarkan cahaya terang dan berkilauan. Pada malam hari, langit malam diterangi oleh cahaya dewa yang sangat spektakuler.
Melihat kejadian ajaib ini, para murid yang tetap tinggal di perguruan berseru dengan gembira: "Portalnya akan terbuka, kan?" Mereka sudah melupakan tentang tanah perguruan yang terbelah.
Pada saat ini, banyak mata menatap perubahan yang terjadi dari kejauhan. Di tempat yang sangat jauh, di sebuah Tanah Leluhur dalam Eastern Hundred Cities, menatap dengan dalam saat mengamati perguruan. Bahkan di Grand Middle Territory yang lebih jauh sepasang mata menakutkan pun sedang menatap. Tatapan serupa pun secara tidak terduga dapat ditemukan di lokasi yang tak terjangkau di Western Desolate Wasteland.
Soutenez vos auteurs et traducteurs préférés dans webnovel.com