webnovel

Power Struggles

Historia
En Curso · 4.9K Visitas
  • 1 Caps
    Contenido
  • valoraciones
  • N/A
    APOYOS
Resumen

Anak dari Wonpil Drypserana harus menanggung perlakuan tidak adil dari keluarga pamannya. Hanya karena Faja Chan Drypserana anak kesayangan dari Jinyoung Drypserana ingin menjadi seorang raja, ia membuat 8 keponakannya mendapat ketidak adilan. Raditya Jeongyeon Angela Drypserana adalah anak bungsu dari Wonpil Drypserana yang harus menempuh pendidikan di tempat yang berbeda bersama 2 orang kakaknya yang bernama Woojin Drypserana dan Sana Drypserana. Seiring berjalannya waktu kehidupan dari anak Wonpil Drypserana yang tadinya hanya mendalat sebuah ejekan semata kini berubah menjadi batasan, tantangan, dan perlakuan memalukan. Keturunan dari Wonpil Drypserana tidak menyimpan dendam pada saudara mereka namun kasih yang dimiliki oleh mereka dimanfaatkan oleh saudara-saudaranya yang lain agar Faja Chan Drypserana lebih mudah mendapatkan takhta kerajaan Drypse. sebuah perang diantara saudara menjadi akhir dari segalanya........

Etiquetas
1 etiquetas
Chapter 1Prlog

Disebuah hutan yang luas di wilayah Drypse ada sebuah hutan yang di huni oleh 7 orang.

"Ibu! Apa ibu yakin akan mengirim Jeongyeon kesana? Walaupun kak Woojin dan kak Sana ada di sana tapi dia masih terlalu kecil ibu," Seorang anak yang berusia sekitar 9 tahun berucap pada ibunya.

"Lino tenang, ada 2 kakakmu yang akan menjaganya, ibu yakin dia akan baik-baik saja," Seorang wanita paruh baya berucap membalas ucapan anaknya itu.

"Kak Lino kenapa harus khawatir? Ayah pernah bilang padaku, bahwa aku di lahirkan untuk menjadi seseorang yang kuat, ayah juga bilang bahwa aku adalah sebuah anugerah dari dewa!" seorang gadis kecil berumur 5 tahun berucap sambil melangkahkan kakinya memasuki gubuk.

"Tetap saja! Kau itu masih terlalu kecil! Aku saja yang berumur 9 tahun belum bisa berguru tapi kau!? Kau yang baru berumur 5 tahun masa sudah boleh pergi berguru," anak bernama Lino itu berucap pada adik kecilnya yang sedang memakan buahnya dengan sedikit meninggikan suaranya.

"Jeongyeon sudahlah berhenti makan kau akan terlambat nanti!" Seungyeon ibu dari Jeongyeon berucap.

Mendengar hal itu pun Jeongyeon menoleh dan mengangkuk lantas menghentikan makannya dan pergi berjalan keluar gubuk.

"Hei ku pastikan nanti kau akan lebih lama disana dari pada kak Sana!" si jail Hyunjin meledek Jeongyeon yang akan melangkahkan kakinya menuju gerobak dorong yang dibawa salah satu warga sekitar.

"Aku tidak peduli yang penting aku akan berguru," Jeongyeon membalas lalu pergi menaiki gerobak dorong itu sambil melambaikan tangannya.

"Ibu kapan aku dan Seungmin pergi?" Salah seorang dari mereka bertanya dan ibunya menoleh lalu tersenyum.

"3 tahun lagi kalian berdua akan pergi tepat setelah kakakmu Woojin pulang dan saat itulah giliranmu," ibunya menjawab dengan lembut sambil mengusap pipi anaknya itu.

"Felix kenapa kau menanyakan hal itu? aku akan berangkat besok tapi aku diam saja, kenapa sekarang kau jadi mirip seperti si bodoh Hyunjin?" anak perempuan Seungyeon yang bernama Mina berucap dan yang bernama Felix hanya cengengesan dan menampakkan deretan giginya.

"Kak Mina! Kenapa membawa-bawaku?! Aku tidak bodoh ya!" si Hyunjin langsung saja merengek kesal setelah dirinya disebut bodoh oleh Mina yang hanya menanggapinya dengan gelengan kepala dan senyum tipis.

☆☆☆☆☆.....☆☆☆☆☆

"Bambam apa kita sudah sampai?" salah seorang wanita anggun berucap setelah ia turun dari kereta kuda miliknya.

"Ibu ratu ini rumah mereka! Dari kabar yang kudengar gubuk itu adalah rumah mereka ibu ratu," Perdana menteri dari kerajaan Dypse yang bernama Bambam Ahan itu berucap sambil menunjuk gubuk yang tak jauh dari mereka.

"Kalau begitu ayo Bambam kita temui mereka!" Orang yang di panggil ibu ratu itu mengajak Bambam perdana menterinya untuk pergi.

"Hahahaha..... ibu Felix begitu ceroboh saat itu dia langsung melompat ke bunga-bunga tanpa tau kalau di bawahnya itu lumpur bu hahahahahaha... maka dari itu kemarin dia pulang dengan baju kotor... hahahahaha!" Lino tertawa terbahak-bahak saat ia mengingat bahwa Felix melompat kedalam lumpur.

"Kak Lino itu bukan salah Felix tapi itu karena Felix kurang berhati-hati saja," Si bijak Seungmin berucap pada kakaknya itu.

"Itu sama saja bodoh! hahahaha..." Hyunjin berucap sambil mendorong kepala Seungmin yang menunduk sedikit terbentur lantai gubuk.

"Ibu! Lihat kak Hyunjin mendorong kepalaku lagi," Seungmin mengadu pada Seungyeon sambil menjulurkan lidahnya lada Hyunjin.

"Hyunjin jangan begitu dia itu adikmu," Seungyeon langsung menasehati anaknya Hyunjin itu yang memang selalu bermain-main dengan adik-adiknya.

"Ibu ratu kenapa anda berhenti?" Bambam langsung bertanya saat hampir saja mengetuk pintu gubuk tiba-tiba Jimin berhenti.

"Tidak Bambam, hanya saja aku merasa mereka sangat bahagia walau tinggal di hutan seperti ini, sedangkan aku yang tinggal di Kerajaan Dypse tidak pernah mendapat ketenangan saat aku tidur Bambam, sebelum kerajaan Dypse mendapatkan seorang raja yang tepat aku tidak akan bisa tidur dengan tenang, bahkan Jaehyun sudah mengorbankan hidupnya untuk kerajaan Dypse," Jimin berucap dan hampir meneteskan air matanya namun sebelum air matanya menetes seseorang membukakan pintu gubuk itu yang langsung membuat Jimin menghapus air matanya.

"Ibu ada seorang tamu," Seungmin berucap memanggil ibunya.

"Tamu? Siapa Seungmi....nn?" Nafas Seungyeon tercekat begitu ia melihat orang yang ada di depannya ini.

"Ibu ratu? Salam ibu ratu," Seungyeon sedikit terkejut namun ia langsung memberi hormat pada Jimin.

"Anak-anak ini nenek buyut kalian ibu ratu dari kerajaan Dypse, dan ini paman kalian" Seungyeon berucap pada anak-anaknya yang terlihat bingung dengan 2 orang tamu yang datang ke gubuknya.

"Ibu ratu?! Tapi ibu untuk apa ibu ratu kerajaan Dypse dan perdana menterinya mau datang ke gubuk kecil kita ini?" Mina bertanya heran sambil memangku dagunya.

"Dia nenek kita ibu?! Aku tidak percaya ibu! Ibu pasti bohong! Itu tidak mungkin! Hidup kita dengan hidup ibu ratu saja sangat berbeda ibu bagaimana mungkin dia nenek buyut kita?" Hyunjin si tukang heboh berkata dengan penuh ketidakpercayaannya pada ucapan ibunya itu.

"Benar nak, aku ini nenek buyutmu dan ini adalah pamanmu, kami datang kesini untuk menjemput kalian semua supaya mau tinggal di kerajaan," Jimin berucap dan Bambam mengangkuk.

"Tapi bu apa saat kita datang kesana akan banyak orang yang menyukai kita?"Lino berucap bijak setelah dari tadi mencoba untuk tidak heboh.

"Nak! Jangan khawatir untuk hal itu akan ada aku dan kakekmu Jaehyun yang akan membuatmu disayangi oleh semua orang," Bambam berucap setelah sedari tadi dia hanya diam.

"Tapi itu tidak cukup, saat seseorang pergi dari satu tempat ke tempat lainnya maka orang itu harus bisa membiasakan keadaannya dengan lingkungan yang baru, tapi itu akan sia-sia jika orang disekitar mereka tidak pernah tersenyum, bersikap ramah, atau pun menyapa orang itu. Kak Woojin pernah bilang bahwa jika seseorang ingin hidup damai di lingkungan barunya maka orang itu harus bisa terbiasa dengan lingkungan baru itu dan juga orang-orang disekitar harus bisa menerima kehadiran seseorang, dengan kata lain kami tidak bisa pergi ke kerajaan jika ada dari keluarga kerajaan yang tidak menyukai atau menerima kami," Seungmin berucap pada Jimin dan Bambam yang kemudian tersenyum tipis.

"Tapi sebagai keluarga mereka harus menerima kehadiran keluarga yang lainnya juga, jika seseorang dari keluarganya mendapat hidup yang indah dan nyaman sementara keluarganya yang lain tidak maka itu akan menimbulkan rasa iri di hati orang itu, sebab itulah kami datang menjemput kalian supaya kalian bisa mengenal dan bisa memperkuat tali persaudaraan kalian," Bambam kembali berucap dan itu sedikit membuat Seungyeon tertegun lalu kemudian tersenyum tipis.

"Kalau begitu ayo kita pergi," Jimin berucap setelah melihat senyum terukir di wajah Seungyeon dan mereka pun mengangkuk.

"Bambam aku ingin kau tahu tentang anakku yang lain," Seungyeon berucap pada Bambam yang ada di depannya ini sedang menulis sebuah surat.

"Anakmu yang lain? Siapa? Dan dimana mereka?" Bambam menghentikan tangannya untuk menulis dan lebih memilih bertanya pada saudari iparnya ini.

"Namanya Woojin dia anakku yang pertama, Sana anakku yang kedua, dan Jeongyeon anakku yang terakhir mereka sedang berguru di tempat guru Dowon, kakek dari guru Jackson," Seungyeon berucap dan ucapannya itu membuat Bambam sedikit berpikir.

"Kau bilang Jeongyeon anakmu yang terakhir?" Bambam bertanya dan Seungyeon mengangkuk pasti.

"Lalu kenapa dia sudah berada di perguruan?" Bambam bertanya dengan penuh penasaran.

"Dulu ada seorang kakek tua yang berbucara tentang kehidupan Jeongyeon, dia memerintahkan agar Jeongyeon pergi ke perguruan saat umur 5 tahun, kakakmu Wonpil memberi amanah sebelum ia pergi supaya aku melakukan hal yang kakek itu bicarakan," Seungyeon berucap menjawab pertanyaan Bambam dengan detail.

"Kau antarkan surat ini sebelum kami sampai di istana! Kami harus datang kesuatu tempat dulu supaya ibu ratu bisa beristirahat," Bambam berucap memberikan surat yang ia tulis pada seorang prajurit penunggang kuda yang langsung mematuhi perintah tersebut.

"Baik perdana menteri," setelah mengucapkan hal itu prajurit berkuda itu pun langsung melajukan kudanya dengan celat menuju Kerajaan Dypse.

☆☆☆☆☆.....☆☆☆☆☆

"Yang mulia! Bambam mengirim pesan bahwa mereka sedang menuju istana bersama Seungyeon dan anak-anaknya yang mulia!" Jaehyun Dypserana seorang menteri sekaligus penasehat kerajaan Dypse berucap membaca surat yang diantar oleh prajurit berkuda.

"Kapan mereka datang?" Jinyoung Dypserana raja dari kerajaan Dypse berucap dengan nada datar dan tidak sukanya ketika Jaehyun membaca pesan itu.

"Besok pagi, Yang Mulia," Jaehyun berucap menjawab sambil tersenyum senang.

"Kalian siapkanlah banyak makanan dan bagikan pada masyarakat! Ini akan menjadi pertanda bahwa kita menerima kehadiran mereka!" Jaehyun berucap dengan lantang pada para pelayan dan juru masak kerajaan.

"Kau dengar itu? Sekarang kau memiliki saingan pangeran, bisa saja anak dari Wonpil yang tertua akan merebut takhtamu," Youngjae Braytrion Paman dari Faja Chan Dypserana berucap menghasut Chan agar membenci saudara selupunya.

"Tidak paman! Siapapun yang akan menghalangi jalanku menuju takhta harus aku singkirkan bukankah itu yang paman ajarkan padaku?" Chan berucap sambil bersmirk.

"Kau benar keponakanku, kita harus menyingkirkan siapapun yang akan menghalangi jalanmu menuju takhtamu harus kita singkirkan," Youngjae berucap sambil tersenyum jahat karena ia berhasil menghasut keponakannya itu untuk melawan kakeknya.

☆☆☆☆☆.....☆☆☆☆☆

También te puede interesar

HARGA DIBALIK TIRAI

ATTENTION...!!! Mature activated . . Visual tokoh-tokohnya bisa kunjungi igku @da_pink . . . . Kisah ini tak hanya sekedar cerita cinta yang mengedepankan nafsu dan kepuasan semata, namun lebih dari pada itu. Ini tentang ambisi balas dendam, saling menghancurkan, juga obsesi ingin berkuasa dan merampas hak milik orang lain. Kehidupan Kinan dikorbankan, karena dendam masa lalu orang tua yang dulu pernah saling terhubung. . . inilah blurbnya. . . Kinanti Maya, menjalani hidup yang tak biasa. Berawal dari hilangnya kehormatan sewaktu SMA, hingga ia pun menjadi gadis binal dan murahan. Namun, nasib mujur selalu menyertainya. Tetap saja banyak mata yang memandang kagum. Selalu banyak kata-kata cinta yang mendarat untuknya. Kinan bahkan punya karir yang cemerlang di dunia perbankan, ia menjadi kesayangan petinggi perusahaan. Banyak pria yang berhasrat ingin menjadi kekasihnya, hanya nafsu bukan cinta. Sampai pada akhirnya, pemuda yang lebih muda itu pun datang. Memberikan cinta yang sebenar-benarnya cinta. Mereka bahkan dianggap pasangan serasi, karena memiliki gurat wajah yang mirip. Tetapi, justru terhalang restu orangtua dari sang pemuda, yang bernama Putra. Banyak hal yang terjadi pada Kinan setelah pertemuan dengan Putra. Dunianya terbalik. Kejadian demi kejadian yang menjatuhkan dirinya seolah mengucur deras menghantam pertahanannya begitu saja. Bahkan, ia pun mendapatkan serangan hebat pada hatinya, yang tak ingin menerima kebenaran. Mengenai jati diri sebenarnya. Apa yang akan terjadi pada Kinanti Maya setelah tirai kehidupannya terungkap?

da_pink · Historia
4.8
371 Chs

Duke, Itu Melukai...

Selamat datang di dunia anggun para elit, di mana Seraphina Alaric, gadis yang lemah dan rapuh yang selalu bergantung pada obat-obatan untuk memulihkan diri, hanya mencoba mendapatkan kesempatan sebelum hidupnya terbalik karena pernikahan yang diatur... Serius, siapa yang ingin terikat ketika Anda masih mencari tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup? Selama perjamuan mewah, dia bertabrakan dengan Duke of Everwyn yang enigmatik. Dan bagian yang paling gila? Dia tidak tahu siapa pria ini—hanya mengira dia seorang asing misterius. Tiba-tiba, dengan perasaan petualang (dan mungkin sedikit ceroboh), dia menyarankan pertemuan rahasia yang membuat dunianya terbalik. Dalam momen tersembunyi itu, Seraphina langsung menceburkan diri ke dalam keinginan terliarnya. Tetapi alur cerita—ternyata, pria yang baru saja dia habiskan malam dengannya adalah calon suaminya yang sebenarnya. Ups! Begitu banyak untuk orang asing misterius—dia baru saja menghabiskan malam dengan calon suaminya! "Duke, It Hurts..." mengajak Anda ke dalam pusaran penemuan diri, romansa yang menggairahkan, dan kekacauan manis dari cinta ketika Anda paling tidak mengharapkannya. Dapatkah Seraphina melepaskan diri dari belenggu masyarakat, atau akankah dia menemukan dirinya terjerat dalam jaring yang sama yang mencoba untuk dia hindari? Ikuti perjalanan mendebarkan ini, dan temukan bagaimana cinta bisa membebaskan sekaligus rumit. Jangan lewatkan—obsesi Anda selanjutnya hanya dalam jarak halaman!

PRINCE_0F_DARKNESS · Historia
Sin suficientes valoraciones
224 Chs

Manor Gadis Pertanian

``` [Farming]+[Ruang]+[Menghangatkan Hati]+[Kemakmuran]+[Mengalahkan Sampah] Mo Yan, yang lenyap menjadi abu akibat ledakan, terlahir kembali di zaman kuno, menjadi seorang gadis kecil petani yang kabur dari kelaparan! Di atasnya, seorang Ayah Sarjana yang baik hati dan tampan - tidak buruk! Di bawahnya, sepasang adik yang lincah dan menggemaskan - sangat bagus! Tetapi benar-benar, rasanya seperti mau mati lagi, tahu? Terus-menerus kabur, tanpa makanan, minuman, atau tempat tinggal itu satu hal, tapi harus selalu waspada terhadap orang-orang jahat yang mungkin menculiknya untuk mengisi perut mereka adalah hal lain! Beruntung, Ruang yang bisa ditingkatkan dari kehidupan sebelumnya mengikutinya, tapi apa-apaan ini - Ruang ajaib dengan gunung, air, dan daging yang bisa dimakan itu telah diformat! Menghadapi situasi yang putus asa, Mo Yan kembali menyalakan semangat bertarungnya: Jadi apa jika sudah diformat, aku tetap akan mencari keuntungan dan membangun kekayaanku tepat di kaki Kota Imperial! Membelah gunung, menanam kebun buah, membeli toko, membangun rumah... tidak kurang satu pun! Tapi... ada begitu banyak perusuh mata hijau! Petak tanahmu milikmu? Di sini, aku akan menjebakmu sampai mati tanpa diskusi! Ingin jadi ibu tiriku? Baiklah, aku akan mengirim sekumpulan duda padamu! Ibu mencarimu? Di sini, ambil surat cerai ini, simpan, jangan berterima kasih padaku! ... Apa? Seorang pria tampan melamar? Uh, ini... seharusnya aku menyerahkan diri padanya? PS: 1. Tetap pada bertani tanpa ragu + pertikaian domestik yang tidak biasa + tidak ada intrik istana 2. Gaya penulisan cukup serius, dan nilai-nilainya normal (tidak mengecualikan sesekali kekonyolan penulis) Link ke karya yang telah selesai: [Gadis Petani Yang Ditinggalkan: Pedesaan yang Indah] Link: http://read.xxsy.net/info/527965.html [Putri Sah Jenderal yang Tidak Bisa Diremehkan] Link: http://read.xxsy.net/info/473776.html ```

Chilly Twilight · Historia
Sin suficientes valoraciones
581 Chs
Tabla de contenidos
Volumen 1

valoraciones

  • Calificación Total
  • Calidad de escritura
  • Estabilidad de Actualización
  • Desarrollo de la Historia
  • Diseño de Personajes
  • Contexto General
Reseñas
¡Guau! ¡Si dejas tu reseña ahora mismo, sería la primera!

APOYOS

empty img

próximamente