webnovel

Bab Pertama.

Ryu perlahan-lahan membuka matanya. yang dia lihat adalah langit biru yang cerah dan indah.. tidak seperti di dunia itu.. langit nya suram.. bahkan di dunia itu hampir tidak ada cahaya matahari.

Ryu pun duduk dan melihat sekeliling.

'apakah aku benar-benar kembali ke bumi?'

'anak kecil itu (dewi) berkata kalo aku akan langsung di kirim ke dunia asalku(bumi) jika aku mengalahkan Demon Lord..'

di sekeliling Ryu banyak pohon dan tanaman biasa hijau dan tidak mempunyai mulut atau pun bergerak sendirinya tanpa ada angin seperti di di dunia itu..

'ini bukan mimpi?' Ryu mencubit pipi nya dengan keras.

'ughh sakit..'

'ini bukan mimpi...' dia berdiri dan mengobservasi pohon yang tingginya 5 meter di dekat dia.

'ini bukan Monster [Treant]kan?' Treant adalah monster pohon yang memakan daging. mereka bahkan mempunyai mulut dan gigi tajam.. ryu trauma karena dia pernah akan di makan oleh monster Treant karena dia sangka kalo pohon itu, pohon biasa jadi, dia beristirahat di pohon itu. tapi siapa sangka pohon itu hidup dan mempunyai tangan, Treant itu akan menikam dan menusuk Ryu ketika beristirahat, untungnya Ryu mempunyai skill passive bernama [Divine Sense] skill itu memberitahukan penggunanya dari bahaya yang bisa membunuh penggunanya.. Ryu pun langsung membunuh monster itu dengan pedang nya.. mulai saat itu dia sangat takut pada pohon di dunia itu.

Ryu bersiaga.. dia mendekati pohon perahan-lahan, dia seperti orang yang akan menangkap seekor ayam.. dia mendekati pohon itu dan menyentuh nya dengan jari..

'touch'

dia langsung meloncat bermanuver ke belakang sejauh 3 meter!

tetapi pohon itu tidak bergerak sama sekali.. haaa.. dia mengelus dadanya..

karena dia masih trauma dan juga, sesuatu yang indah belum tentu aman, pikirnya.

Ryu pun mengambil pedang nya di belakang tetapi, dia sadar di punggung nya tidak ada apapun, pedang yang dia pakai selama hampir 10 tahun itu tidak ada!

'dimana pedang ku?!' dia mencari di seluruh tubuhnya tapi hasilnya None!

Ryu melihat tangan nya dan menyadari sesuatu yang salah..

dia melihat kedua tangannya. tangan dia lebih kecil dari yang dia ingat, dan bahkan tidak ada bekas luka apapun..

'apakah aku sekecil ini?'

saat dia melihat tubuh nya.. dia memakai Jas biru dengan dasi merah di leher nya.. 'pakaian ini aku tidak kenal sama sekali..' dia menghirup nafas 'huuu' haaa'

'rasanya sudah lama sekali aku tidak menghirup nafas segar seperti ini.'

'pokoknya aku harus keluar dari tempat ini.. disini terlalu banyak pohon..' kaki dia sedikit gemetar..

'aku tidak tau apakah aku di bumi atau bukan.. dan apakah ini di negara jepang?'

'baiklah!'

Ryu memutuskan untuk keluar dari hutan itu karena dia takut oleh pohon.. dia mengabaikan keadaan yang terjadi padanya.

dia pun berlari... sangat cepat! dia melompat ke batang pohon tanpa mengeluarkan suara sama sekali.. dia seperti daun yang jatuh dari pohonnya.. seperti dia tidak mempunyai berat badan sama sekali..

dia melompati batang pohon satu persatu seperti [Ninja] kita hanya bisa melihat bayangan nya sajaa..

saat dia melompat lompat.. dia mencoba '[Status] dan dia terkejut. karena status nya bisa di lihat.

[Ryutaro Misaki]

Age : 18

Class : Grandmaster Swordman

Level : 400

Gift skill : Inventori , Divine Sense , Devil Eye.

Tittle : Good for nothing young master , Rank F Tokyo Flowers Academy.

°°°°°°

saat dia melihat status nya.. dia hampir terpeleset.

'siapa itu Ryutaro Misaki?!'

'Dan 18 tahun?!!!'

'.... tapi class dan level ku tidak berubah..'

ada apa ini..

'tapi setidaknya aku tau kalo namaku masih Ryu..'

haaa.. ryu menghela nafas panjang...

terserah yang penting aku masih hidup pikirnya.

Ryu mengecek Inventori dan melihat lihat. di sana hanya ada sebuah pedang katana hitam dengan gambar kecil emas dragon di dekat 'grip'

'ah my baby honey' pedang itu adalah satu satunya yang menemani selama ini.. pedang itu terbuat dari tulang Naga Emas yang Boss dia kalahkan pertama kali..

tiba tiba Ryu mencium sesuatu.

sniff sniff" dia mencium sesuatu.. ini bau sebuah besi karatan? ... tunggu dulu! ini adalah bau darah!"

Ryu langsung mempercepat Larinya. ke depan!

Siguiente capítulo