webnovel

8.kebanggaan

Hendrik pun merasa bahwa apa yang dia lakukan saat ini bukanlah suatu pelarian akan dirinya yang tidak suka akan keluarga nya yang kaya raya dan memiliki segalanya. Biar bagaimana pun itu bukanlah suatu kebanggaan bagi nya sehingga Hendrik tahu bahwa itu semua hanya khayalan semata. Aku pun mulai sadar akan keluarga yang merasa bahwa apa yang aku lakukan selama ini tidak menjadi suatu tempat pelarian bagi mereka. Orang tua yang seharusnya menjadi suatu kebanggan akan anaknya tapi malah menelantarkan dirinya. Banyak hal yang membuat Hendrik merasa bahwa apa yang dia lakukan bukanlah suatu kebanggaan bagi dirinya. Orang tua yang seharusnya memberi perhatian dan kasih sayang menjadikan dirinya seperti sekarang ini. Entah apakah dia lari dari masalah atau hanya sekedar ingin diperhatikan oleh orang tuanya. Setelah makan pagi pun Hendrik mencoba menghubungi jenny dia melihat bahwa ada sampai 10 misscall yang memang tidak dijawab olehnya semalam. Hidup ini terlalu singkat baginya hari kehari, bulan kebulan dan tahun Ketahun dia jalani walaupun dia tahu apa yang aku lakukan adalah suatu kesalahan tapi Dimata mereka menggap bahwa aku hanya seorang anak yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang dan mereka merasa bahwa ini adalah kebanggan bagi mereka. Aku sadar akan apa yang aku lakukan tapi mereka malah merasa aku hanyalah sebagai orang yang dia berikan akan kasih sayang menurut mereka. Mereka membesarkan aku dengan materi yang berlimpah dan akhirnya aku sadar bahwa ini semua hanyalah halusinasi aku semata Dimata aku. Jenny pun aku telpon dan dia mengangkat telpon aku dan dia merasa khawatir akan diriku. Banyak hal yang tidak diketahui oleh jenny akan diri aku dia hanya tahu bahwa aku adalah anak yang broken home dan aku merasa depressi sehingga lari ke narkoba aku sadar jenny layaknya perawat bagi aku tapi dia sendiri punya hidup dan cita-cita yang akan membuat dia menjadi seorang wanita karir . Dia selalu bercerita mengenai masa depan yang dia mimpi-mimpikan sehingga aku sadar bahwa aku hanyalah seorang pemadat tidak ada yang dapat aku banggakan akan diriku hidupku hanyalah kamuflase yang akan menjadi halusinasi aku sekarang ini. Entah kenapa aku merasa selalu hidup ini tidak berarti apa-apa bagi diri aku. Akhirnya jenny pun datang kerumah setelah aku bilang ditelpon bahwa aku sakit dan pusing, jenny pun merasa bahwa hendirck habis mabuk-mabukan semalam karena jika dia berkelakuan seperti itu dia habis mabuk dan memakai narkoba. Akhirnya aku pun mencoba untuk berolahraga sebentar dan aku duduk termenung akan apa yang aku lakukan . Aku tahu bahwa hidup ini hanyalah suatu bagian yang akan tidak terpisahkan dari hidupku. Banyak hal yang menjadikan. Diriku merasa bahwa kebanggaan akan diriku bukanlah suatu hal yang akan menjadikan diriku merasa hebat akan hidup aku. Kebetulan kuliah sedang libur sehingga aku bisa beristirahat dan berbaring di tempat tidur. BI Susi pun akhirnya selesai membereskan kamar dan aku setelah berolah raga sebentar aku mandi dan bersih -bersih setelah semalam aku mabuk-mabukan. Aku sendiri pun tahu bahwa apa yang aku lakukan hanyalah suatu hal yang akan menghilangkan pikiran aku akan hidup yang aku jalani dan aku sadar bahwa ini adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi aku.

Aku menjadikan ini sebagai suatu kebanggaan bagi aku dan ini adalah jalan hidupku. Aku pun tertidur sebentar sambil menunggu jenny datang kerumah . Entah kenapa aku merasa hanya jenny lah yang bisa aku andalkan dia seperti seorang wanita yang selalu memberikan aku perhatian yang menjadikan aku sebagai seorang manusia. Kata bangga dalam hidupku jauh dari kata hebat menurut diri ku walaupun aku sadar bahwa rasa bangga bukanlah suatu kehebatan bagi seseorang . Terkadang aku binggung akan orang yang merasa diri mereka hebat dan aku tahu bahwa hidup ini bukanlah suatu kehebatan bagi diriku sendiri. Jenny pun datang kerumah dan dia melihat aku sedang tidur entah kenapa jenny mengusap kepala aku ketika aku tidur dan akhirnya pun aku terbangun kulihat jenny sedang mengusap kepala aku. Tidak ada kata yang bisa kuucapkan, aku hanya merasa seperti sebagai seorang anak kecil yang manja yang ingin diusap oleh ibunya. Aku pun menatap jenny dan akhirnya aku menangis entah kenapa aku merasa bahwa hidup yang aku jalani selama ini terlalu berat buat aku. Aku sadar bahwa inilah kehidupan aku tidak ada suatu yang hebat dalam diriku. Jenny pun duduk dikasur dan kepala aku bersandar pada pahanya jenny pun bilang apakah kamu mabuk-mabukan lagi semalam. Aku hanya mengangguk dan tidak ada kata yang bisa aku katakan padanya. Kepala aku dibelai dan di usap layaknya sepasang kekasih. Aku pun berkata sudah lama kamu datang dia pun menjawab baru saja kata bi Susi kamu habis mabuk-mabukan semalam makanya aku datang kerumah dan kebetulan kuliah lagi libur. Aku pun hanya tersenyum dan akhirnya aku sadar bahwa jenny adalah obat bagi kegelisahan dan halusinasi aku akan hidup yang kujalani selama ini.

Jenny pun mengangkat pahanya dan akhirnya aku terbangun dan duduk disamping aku dia hanya bertanya sampai kapan , entah apa maksudnya tapi aku yakin bahwa dia berkata bahwa hidup aku sampai kapan akan seperti ini. Aku hanya menjawab entahlah aku sendiri tidak tahu akan apa yang dia tanya. Akhirnya aku menjadi seorang yang tidak berdaya akan menghadapi jenny selama ini. Sambil menangis aku melihat muka jenny yang merasa bahwa apa yang dia ucapkan adalah suatu pertanyaan yang selama ini tidak pernah aku pikirkan mengenai jawaban atas pertanyaan itu. Aku hanya menjawab apakah kamu malu mempunyai pacar seperti aku, jenny pun akhirnya tersenyum dia hanya berkata apakah kamu sudah sadar dari halusinasi mu Hendrick. Kamu tahu apa yang kamu lakukan ini salah dan kamu menyiksa dirimu sendiri sehingga kamu tidak sadar atas apa yang kamu lakukan. Hendrik pun hanya menjawab inilah jalan hidupku tidak ada yang tidak bisa aku banggakan akan diriku , lihatlah sekeliling mu banyak sekali hal yang tidak kamu sadari selama ini bi Susi , aku dan geng rich man semua itu adalah temanmu yang peduli akan mu. Apakah kamu lari dari masalah hidup mu dengan orang tuamu lihatlah fasilitas yang diberikan orang seperti mu. Fasilitas ini mungkin bukan apa -apa bagi mu tapi tidak semua orang mempunyai apa yang kamu miliki apakah kamu tidak menyadarinya. Aku pun merasa bahwa ini adalah suatu pertanyaan yang tidak pernah diberikan oleh orang lain atau bahkan orang tua aku. Aku hanya menangis dan entah kenapa air mata tetapi keluar walaupun aku tidak ingin mengeluarkan air mata karena aku lelaki. Aku sadar bahwa jalan hidupku hanya sebagai seorang pemadat yang dimana aku sendiri tidak tahu akan dan sampai kapan aku akan seperti ini.

Siguiente capítulo